Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Ramadhan: Khatamkan, dan Raih Kedasyatan Al-Quran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 April 2023 11:01 11:01 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 April 2023 11:00
Bagikan
Bagikan

Tadabbur al-Qur`an adalah sumber kebaikan, menghatamkan Al-Quran di bulan Ramadhan salah satu upaya meraih amal sholeh yang dasyat

Hidayatullah.com | BERAGAM kekhasan akan ditemukan di bulan Ramadhan. Bukan saja pada fadhilah amalan di dalamnya yang berlipat ganda, juga karena menyimpan kekhasan diturunkannya al-Qur`an.

Allah SWT tentu sengaja memilih Ramadhan sebagai bulan diturunkan kitab-Nya dengan hikmah yang besar. Ramadhan dan al-Qur`an memang berkaitan sangat erat.

Itulah sebabnya menjelang Ramadhan, yang terbayang bukan saja ibadah puasa, namun juga terencana untuk lebih dekat kepada al-Qur`an.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن جبريل كان يعْرضُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ كُلَّ عَامٍ مَرَّةً ، فَعرضَ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ فِي الْعَامِ الَّذِي قُبِضَ فيه

Baca Juga

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

“Dahulu Jibril mendatangi dan mengajarkan al-Qur`an kepada Nabi ﷺ setiap tahun sekali (pada bulan Ramadhan). Pada tahun wafatnya Rasulullah ﷺ , Jibril mendatangi dan mengajarkan al-Qur`an kepada beliau sebanyak dua kali (untuk mengokohkan dan memantapkannya).” (Riwayat Imam Bukhari).

Perhatian Khusus

Allah SWT menghadirkan Ramadhan bukan sekadar untuk berpuasa. Tujuan yang juga sangat penting yaitu mempelajari al-Qur`an. Suasana ibadah sangat kondusif untuk mempelajari Kitabullah.

Dalam hadits di atas dikisahkan bahwa Jibril menemui Nabi ﷺ  setiap bulan Ramadhan. Bukan cuma sekali dua kali, tapi setiap malam. Tujuannya yaitu mudarasah (mempelajari) al-Qur`an.

Ibnu Hajar menjelaskan, “Zhahir dari Hadits ini menunjukkan jika keduanya saling bergantian membaca al-Qur`an. (Fathul-Bari’, Bab: Kanannabi Ya’ridhul-Qur`an ala Jibril).

Imam Nawawi berkata, “Dalam hadits ini terdapat beberapa fawaid (faedah) antara lain disunnahkannya mudarasah al-Qur`an (di bulan Ramadhan).” (Syarah Shahih Muslim, Bab: Kanannabiyu Ajwadunnas bil-Khair minarrih).

Itulah sebabnya para ulama salafush-shalih memberikan perhatian khusus pada al-Qur`an di bulan Ramadhan. Mereka bahkan meliburkan majelis-majelis ilmunya dan fokus pada masalah ini.

Memang mempelajari al-Qur`an tidak terbatas di bulan Ramadhan saja. Tapi mempelajari di bulan suci ini memiliki beragam kelebihan.

Salah satunya adalah kemudahan, baik dalam mempelajari maupun mengamalkan.

Mempelajari al-Qur`an berbeda dengan ilmu lain.

Jika ilmu yang lain hanya bermodal otak, maka al-Qur`an tidak cukup itu. Kecerdasan otak belum cukup untuk mengambil manfaat darinya.

Allah SWT berfirman

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَن كَانَ لَهُۥ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى ٱلسَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedangkan Dia menyaksikannya.” (Al-Al-Qaaf [50]: 37).

 Kata Ibnul Qayyim, “Ini adalah wadah yang menerima al-Qur`an, yaitu hati yang hidup. (al-Fawaid).

Ramadhan dengan seluruh rangkaian ibadah di dalamnya adalah wasilah (alat) pensucian jiwa. Sehingga saat hendak mempelajari al-Qur`an, hati sudah tersiapkan sebagai wadah bertakhtanya nilai-nilai Qur`ani.

Khatam dan Tadabbur

Salah satu ciri khas para salaf di bulan Ramadan adalah mengkhatamkan al-Qur`an. Bukan sebatas khatam bacaan, tapi juga khatam tadabbur (memikirkan, merenungi, dan menghayati).

Tadabbur merupakan wasilah untuk mengambil manfaat dari kedahsyatan al-Qur`an. Dengan tadabbur, seseorang mengetahui apa yang diinginkan dari suatu makna. (Husain al-Harbi dalam Qawaiduttadabbur wa Dhawabithuhu wa Tathbiqatuhu hal 5).

 Jika tanpa melakukan tadabbur, maka itu termasuk keburukan. Allah SWT berfirman;

اَفَلَا يَتَدَبَّرُوۡنَ الۡقُرۡاٰنَ اَمۡ عَلٰى قُلُوۡبٍ اَ قۡفَالُهَا

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur`an ataukah hati mereka terkunci?” (QS: Muhammad [47]: 24).

Tadabbur al-Qur`an adalah sumber kebaikan. Ibnul Qayyim menjelaskan pula tentang manfaatnya, “Secara global, tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi qalbu daripada membaca al-Qur`an dengan penuh tadabbur dan tafakur.” (Miftah Daris-Sa’adah hal 204).

Kita semua dituntut mengamalkan al-Qur`an. Namun bagaimana mungkin mengamalkan jika tidak memahaminya? Inilah yang pernah dikhawatirkan oleh Rasulullah ﷺ .

Kata Nabi ﷺ

يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لا يَبْقَى مِنَ الإِسْلامِ إِلا اسْمُهُ , وَلا يَبْقَى مِنَ الْقُرْآنِ إِلا رَسْمُهُ , مَسَاجِدُهُمْ يَوْمَئِذٍ عَامِرَةٌ , وَهِيَ خَرَابٌ مِنَ الْهُدَى , عُلَمَاؤُهُمْ شَرُّ مَنْ تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَاءِ , مِنْ عِنْدِهِمْ تَخْرُجُ الْفِتْنَةُ , وَفِيهِمْ تَعُودُ

Artinya: “Akan datang suatu Zaman pada manusia, di mana pada waktu itu tidak tinggal Islam kecuali namanya saja, Dan tidak tinggal Al-Quran melainkan tulisannya saja, Masjid-masjid dibangun megah namun kosong dari petunjuk, Dan ulama mereka adalah makhluk yang terjelek yang berada di kolong langit, dari mulut-mulut mereka keluar fitnah dan (sungguh, fitnah) itu akan kembali kepada mereka.” (HR: Al-Baihaqi)

Penyebabnya tidak lain karena al-Qur`an terabaikan dan tidak ditadabburi sehingga tidak diamalkan. Secara fisik masih ada, dicetak bahkan dipelajari cara baca dan dihafalkan, tapi pemahaman yang benar terhadapnya langka.

Sekadar membaca dan menghafal belum jaminan al-Qur`an akan menyelamatkan kita dari penyimpangan. Bukankah orang Khawarij di zaman Ali bin Abi Thalib RA adalah orang yang sangat menakjubkan bacaan dan hafalan al-Qur`annya? Tapi Rasulullah ﷺ  mengatakan bahwa pada orang semacam itu al-Qur`an yang mereka baca hanya sampai di tenggorokan.

Kenapa itu bisa terjadi? Karena mereka tidak memahaminya dengan benar. Pemahamannya tidak merujuk pada pemahaman para Sahabat.

Akibatnya, kesimpulan hukum yang mereka hasilkan meleset jauh dari pemahaman para Sahabat.

Menyebarnya pemahaman yang salah terhadap al-Qur`an adalah sebab hilangnya ilmu di dalamnya. Dan pemahaman yang salah tidak mungkin melahirkan pengamalan yang benar.

Suatu ketika Nabi ﷺ  pernah menyampaikan jika ilmu akan hilang. Lalu seorang sahabat bernama Ziyad bin Labid bertanya, “Bagaimana ilmu itu hilang sedangkan kami membaca al-Qur`an dan membacakannya kepada anak-anak kami dan anak-anak kami membacakannya kepada anak-anak mereka hingga hari kiamat?”

Rasulullah ﷺ  berkata, “Celakalah engkau wahai Ziyad, sesungguhnya aku menganggapmu termasuk di antara orang paling faqih di Madinah. Bukankah orang Yahudi dan Nasrani membacakan Taurat dan Injil tapi mereka sedikitpun tidak mengamalkan apa yang ada di dalamnya?” (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah).

Dalam mentadabburkan al-Qur`an butuh kehati-hatian. Apalagi dengan kapasitas ilmu alat yang terbatas. Kita sangat perlu merujuk pada tafsir.

Dari tafsir itulah kita akan mendapati penjelasan al-Qur`an dari Rasulullah ﷺ , para Sahabat, tabi’in, dan ulama-ulama setelahnya. Makna dari tafsir tersebut akan membantu kita dalam mentadabburi ayat al-Qur`an.*/Ahmad Rifai, pengajar di Pesantren Hidayatullah Balikapapan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QuranHeadlinekhatam al-QuranPilihan RedaksiRamadhantaddabur al-Quran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gubernur Bali I Wayan Koster Kembali Tolak Ditempati Tim ‘Israel’ di Anoc World Beach Games 2023
Tulisan selanjutnya Israel Pukuli Jamaah Masjid Al-Aqsha, Presiden Erdogan: Tidak Dapat Diterima!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

13 Juni 2026 04:49
Kajian

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

26 Mei 2026 09:00
Kajian

Rahasia Hari Arafah yang Dibenci Iblis: Inilah 10 Keutamaannya

26 Mei 2026 08:30
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?