Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Saat Salaf Menuntut Ilmu Syar’i (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 November 2015 20:03 8:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 November 2015 19:55
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

SALAFUS Shalih telah memberikan contoh terbaik dalam hal bagaimana memanfaatkan waktu untuk mencari dan mendapatkan ilmu syar’i. Marilah kita bersama-sama menelusuri kisah-kisah perjalanan mereka dan memetik berita-berita mereka.

Ibrahim bin Isa Al-Muradi berkata: “Saya belum pernah melihat seseorang yang lebih bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu daripada Al-Hafizh Abdul Azhim Al-Mundziri r.a. Saya menjadi tetangganya di Madrasah di Kairo selama 12 tahun. Rumahku di atas rumahnya. Saya tidak bangun di sebagian waktu di malam hari kecuali saya mendapati lampu rumahnya menyala sementara dia sibuk dengan ilmu atau menulis. Sampai pada waktu makan dan minum dia tetap sibuk dengan buku di sisinya.”

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi rahmat kepada orang yang mengatakan,
“Kemuliaan diperoleh berdasarkan kesungguhan
Dan barangsiapa menginginkan tempat terhormat niscaya dia bangun malam.”

Dengarkanlah Ibnul Jauzi yang menceritakan kepada kita tentang pemanfaatan waktunya untuk mencari ilmu. Dia berkata: “Saya menceritakan keadaan saya. Saya tidak pernah merasa kenyang ketika menelaah buku-buku. Apabila saya mendapatkan satu buku baru, maka seolah-olah saya mendapatkan harta karun. Dan saya telah melihat daftar buku-buku yang diwakafkan di madrasah An-Nizhamiyah. Ternyata ia terdiri dari enam ribu jilid . Seandainya saya berkata: “Saya telah menelaah dua puluh ribu jilid dan itu lebih banyak, sementara saya masih terus dan terus mencari buku-buku baru untuk saya ambil faedahnya dengan membacanya, sambil memperhatikan jalan hidup orang-orang shalih.”

Dari Ishaq bin Ibrahim r.a berkata: “Al-Hafizh Al-Mundziri tidak meninggalkan madrasah tempat ia tinggal dan mengajar, baik untuk takziyah atau mengucapkan selamat (untuk kesempatan yang membahagiakan, seperti nikah dan aqiqah), tidak pula untuk bersantai (di antara pohon-pohon) atau untuk hal-hal lain. Tetapi dia memakai seluruh waktunya untuk ilmu.”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Kesungguhan Imam Al-Mundziri dalam memanfaatkan waktu untuk mencari dan menuntut ilmu sampai pada tingkat seperti yang dijelaskan oleh Tajuddin As-Subki dalam perkataannya: “Dia memiliki seorang putra yang cerdas, ahli hadist, dan mulia. Allah mewafatkannya semasa hidupnya untuk melipatgandakan kebaikan-kebaikannya. Maka Syaikh Al-Mundziri menshalatkannya di dalam madrasah dan mengantarkannya hanya sampai Madrasah. Kemudian dia menangis dan berkata; “Hai anakku aku menitipkan dirimu kepada Allah Ta’ala.” Kemudian meninggalkannya (dia tidak mengantarkan jenazahnya ke kuburnya).

Renungkanlah –semoga Allah memberimu rahmat– semangat yang kuat dalam mencari ilmu yang dimiliki imam Al-Mundziri, sampai-sampai dia tidak mengantarkan jenazah anaknya ke kuburnya dan tidak menghadiri pemakamannya. Semua itu karena kesibukannya mengarang, menulis dan mengajarkan ilmu. Semoga Allah memberi rahmat-Nya kepada Salaf shalih. Ilmu syar’i bagi mereka lebih mahal dan mulia daripada harta, anak, dan istri.

Adz-Dzahabi menyebutkan biografi seorang hamba shalih Imam An-Nawawi: “Muridnya Abul Hasan bin Al-Atthar menyebutkan bahwa Syaikh Muhyiddin An-Nawawi menceritakan kepadanya bahwa dirinya membaca dalam satu hari dua belas pelajaran di depan syaikh-syaikhnya dengan penjelasan dan koreksi dari mereka.

Imam An-Nawawi berkata: “Dan saya mencatat dan menulis semua yang berkait dengannya: penjelasan tentang yang sulit, keterangan tentang kalimat, dan bacaan yang benar menurut bahasa, dan Allah memberi berkah kepada waktu saya.” Kemudian Imam Adz-Dzahabi berkata: “Abul Hasan Al-Atthar berkata: “Syaikh kami (An-Nawawi) menyebutkan kepada kami bahwa dia tidak menggunakan waktu di malam dan siang, kecuali untuk ilmu. Di jalan pun dia mengulang-ulang hafalannya atau membaca buku. Hal itu dilakukannya selama enam tahun.

Dia tidak makan sehari semalam, kecuali satu kali setelah Isya’ (ba’da shalat Isya’) dan minum satu kali pada waktu sahur (karena kesibukan dan perhatian yang besar terhadap ilmu, menulis dan mengarang), dia tidak memakan buah-buahan dan sayuran.

Dia berkata: “Aku takut badanku menjadi segar dan mengundang tidur.” (Imam An-Nawawi menjauhi makanan yang menyebabkan banyak tidur, agar bisa lebih optimal dalam memanfaatkan waktu untuk mencari ilmu).

Dari Abul Abbas Al-Mubarrid berkata: “Saya tidak melihat orang yang bersungguh-sungguh dalam urusan ilmu melebihi tiga orang: Al-Jahidz, Al-Fath bin Khaqan, dan Qadli bin Ishaq.

Al-Jahidz apabila dia memperoleh kitab, dia pasti membacanya sampai selesai. Bahkan dia menyewa toko buku (perpustakaan), menginap di sana untuk membaca buku.

Al-Fath bin Khaqan selalu membawa buku di saku bajunya. Apabila dia meninggalkan majelis khalifah untuk shalat atau kencing, dia mengeluarkan buku dan membacanya sambil berjalan sampai dia sampai di tempat yang dia inginkan. Kemudian dia melakukan hal yang sama pada saat kembali ke majelisnya.

Qadli Ismail bin Ishaq selalu memegang buku dan membacanya setiap aku menemuinya, atau sedang memilih buku yang akan dibaca atau membersihkan buku dari debu.”*/Abu Qa’qa Muhammad bin Shalih, dalam bukunya Produktif 24 Jam. [Tulisan berikutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ilmu syar'isalafus shalih
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inggris Berencana Ikut Serta Serang ISIS/IS
Tulisan selanjutnya Media Rusia Publikasikan Pilot yang Tewas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?