Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Penyakit Hati: Tidak Sabar dan Merasa Istimewa (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Maret 2016 16:35 4:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Maret 2016 16:35
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

MERASA istimewa di hadapan semua makhluk merupakan salah satu ciri virus penyakit hati. Virus ini sering kali menyerang orang-orang yang berasal dari keluarga berada atau orang yang punya kedudukan. Caranya dengan mempengaruhi si penderita untuk berlaku semena-mena dan membujuk si penderita untuk berlindung pada kebesaran dan kekuasaan yang ada di dalam keluarganya.

Begitulah cara virus penyakit hati merasa istimewa dalam mengalihkan ketaatan kepada Allah, menjadi taat dan bangga dengan kebesaran nafsu duniawi yang bercokol di dalam hati dan pikirannya. Padahal semua makhluk di hadapan Allah itu sama. Yaitu, sama-sama ciptaan Allah, Tuhan Yang Sebenarnya.

Kalau pun ada sesuatu yang membuatnya menjadi berbeda di hadapan Allah adalah soal tingkat ketakwaannya kepada Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman di dalam surat Al-Hujurat ayat 13, yaitu:

… Sesungguhnya, orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa jika kita tidak bisa menggapai derajat takwa, itu berarti kita tidak akan mendapatkan kemuliaan dari Allah. Sedangkan kemuliaan itu sendiri mutlak milik Allah Rabbul Izzati. Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa menjadi seorang hamba yang bertakwa kepada Allah? Apa yang harus kita lakukan? Inilah pertanyaan yang menjadi ‘PR’ bagi kita bersama.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Sesungguhnya, untuk bisa menggapai derajat takwa tersebut bukanlah hal yang mudah untuk kita lakukan. Tanpa adanya kemurahan dari Allah dan pertolongan barakah dari para Kekasih Allah, niscaya kita tidak akan mungkin bisa mencapai derajat takwa.

Yang jelas, menurut salafus shalih, untuk bisa mencapai derajat takwa, kita dituntut dan diperintahkan oleh Allah agar lebih mendahulukan kehendak-Nya di atas kehendak hawa nafsu kita sendiri. Jelas, ini bukanlah perkara mudah. Apalagi untuk orang seperti kita yang hidup di era serba canggih dan serba modern seperti sekarang ini.

Meski tidak mudah, tapi bukan berarti kita tak perlu berbuat sesuatu atau menjadikan ketidakmudahan itu sendiri sebagai alasan pembenar (justifikasi) bagi kita untuk tidak mau berikhtiar atau berjuang guna menjadi seorang insan yang bertakwa. Justru karena tidak mudah itulah, kita diberi kesempatan yang luas oleh Allah untuk beribadah secara sungguh-sungguh. Sebab, di ranah itulah Allah justru meletakkan tempat untuk titik tolak bagi jalan perjuangan kita. Apakah kita akan mengandalkan kemampuan diri kita sendiri, atau kita akan memilih dan bersandar pada sebab kemurahan dan pertolongan Allah Rabbul ‘Izzati? */Ahmad Barozi, S.Ag dan Abu Azka Fathin Mazayasha, dari bukunya Penyakit Hati & Penyembuhannya.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:merasa istimewatidak sabar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penyakit Hati: Tidak Sabar dan Merasa Istimewa (1)
Tulisan selanjutnya Mengapa Bahan-Bahan Ini Diciptakan? (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?