Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Membangun Kecintaan dengan Hadiah (3)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Mei 2016 17:56 5:56 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Mei 2016 17:56
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

NABI Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam dalam hal hadiah, beliau menerimanya bersama-sama dengan para shahabat, dan menyenangkan hati orang-orang miskin di antara mereka dengan turut makan hadiah tersebut bersama-sama mereka.

Adapun berkenaan dengan sedekah, Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam tidak mau menerimanya karena tidak diperbolehkan bagi beliau untuk menerimanya, sebagaimana hal itu pun tidak diperbolehkan atas Bani Hasyim dan Bani Al-Muthallib.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Apabila Rasulullah diberi makanan, maka beliau bertanya, ‘Apakah ini hadiah atau sedekah?’ Jika dikatakan sedekah, maka beliau berkata kepada para sahabatnya, ‘Makanlah oleh kalian.’ Sedangkan beliau tidak makan. Dan jika dikatakan itu adalah hadiah, maka beliau mengambil dengan tangan beliau lalu beliau makan bersama mereka.” (Muttafaqun Alaih).

Hal ini disebabkan karena sedekah itu untuk membersihkan kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa manusia, sedangkan Allah Ta’ala telah mengampuni bagi Rasul-Nya dosa-dosa yang telah lalu maupun yang akan datang. Oleh karena itu, diharamkan sedekah atas beliau dan diperbolehkan bagi beliau menerima hadiah sebagai bagian dari akhlak yang baik dan untuk menyatukan hati-hati manusia.

Sedangkan menerima hadiah bagi Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam dan memakannya adalah termasuk tanda-tanda kenabian dan syiar bagi beliau, sehingga kitab-kitab terdahulu pun menyebutkan bahwa beliau mau memakan hadiah dan tidak mau makan sedekah.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Berkata Al-Khaththabi, “Penerimaan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam akan hadiah termasuk salah satu karamah, bentuk akhlak baik serta untuk menyatukan hati (umat manusia). Mau memakan hadiah menjadi syiar bagi beliau dan salah satu tanda di antara tanda-tanda beliau yang telah disifatkan dalam kitab-kitab suci, bahwa beliau memakan hadiah dan tidak memakan sedekah, karena sedekah untuk manusia yang paling rendah.

Dan apabila beliau menerima hadiah, maka beliau membalasnya agar tidak ada seorang pun yang berkuasa atas beliau. Beliau tidak memerlukan karunia atau anugerah dari seorang pun, maka sedekah itu tidak layak untuk kedudukan seorang nabi, dan tidak pula untuk ahlul bait Nabi. Dan Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam mau menerima hadiah termasuk tanda-tanda kenabian.”*/Syaikh Ahmad bin Ahmad Muhammad Abdullah Ath-Thawil, dalam bukunya Benang Tipis Antara Hadiah & Suap.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hadiahSedekah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Membangun Kecintaan dengan Hadiah (2)
Tulisan selanjutnya Azimah Subagijo: MKGR itu Ormas, yang Dilarang Jika Masuk Parpol

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?