Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Menerima Kebenaran Wahyu dengan Keyakinan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Mei 2017 10:56 10:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Mei 2017 10:56
Bagikan
Bagikan

SALAH satu pernyataan yang paling sering dikemukakan orang-orang kafir adalah, seandainya Tuhan benar-benar ingin menyampaikan risalah kepada mereka, tentu Dia akan mengutus malaikat. Untuk hal ini, Al-Qur’an menjawab: “Kalau seandainya ada malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi, niscaya Kami turunkan dari langit kepada mereka seorang malaikat menjadi rasul.” (QS. 17: 95)

Turunnya Jibril dari waktu ke waktu tidak membuatnya menjadi seorang rasul dalam pengertian Al-Qur’an. Untuk menjadi rasul, perlu menetap di bumi, di tengah orang-orang yang menjadi dasar risalah itu. Wahyu juga berkata:

“Berkatalah orang-orang yang mengharapkan pertemuan dengan Kami: “Mengapa tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita tidak melihat Tuhan kita?” Sesungguhnya, mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman. Pada hari mereka melihat malaikat, di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata: “hijran mahjura” (QS. 25: 21-22)

Demikianlah yang mereka minta, namun sebuah hijab menghalangi antara langit dan bumi. Hal itu akan berakhir ketika terjadi benturan langsung dengan langit, yang menyebabkan kondisi duniawi ruang dan waktu lenyap, bahkan bumi itu sendiri akan hancur berkeping-keping.

“Pada hari itu manusia akan seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.” (QS. 105:4-5)

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Hari akhir ini dinyatakan berulang-ulang dalam Al-Qur’an. Itulah kiamat, yang telah dekat –“Amat berat (huru hara bagi makhluk) yang di langit dan di bumi.” (QS. 7: 187)

Saat itu belumlah tiba. Ketika kitab suci mengatakan bahwa waktunya dekat haruslah diingat bahwa, “Sesungguhnya satu hari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. 22: 47). Namun, masa kerasulan tidak lain hanyalah persiapan menghadapi kiamat.

Ini sesuai hakekat segala sesuatu. Bukan sesuatu yang duniawi saja, melainkan dalam konteks yang lebih luas. Sebab, jika ada campur tangan Tuhan untuk memantapkan sebuah agama baru, maka perlu ada perantara yang melintasi antara langit dan bumi. Tidak perlu ada sesuatu yang hebat untuk mentransformasi kondisi duniawi, namun cukup menjadikan masa kerasulan Nabi itu istimewa, seperti pada masa Isa, Musa, Ibrahim, dan Nuh.

Al-Qur’an berkata mengenai laylat al-qadr (Malam Kemuliaan), ketika Jibril datang kepada Muhammad di gua Hira suatu malam:

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan malaikat Jibril.” (QS. 97:3-4). Sesuatu yang tidak ada taranya itu meliputi seluruh periode hubungan antara Nabi dan malaikat yang utama.

Mengantisipasi kiamat adalah mengantisipasi pengadilan: Al-Qur’an menyatakan dirinya sebagai al-Furqan, pembedaan antara yang benar dan yang batil. Demikian pula setiap kitab suci yang diturunkan sebelumnya. Sebab, wahyu merupakan perwujudan keabadian dalam kehidupan yang sementara, atau dengan kata lain, perwujudan dari pengadilan terakhir.

Hal ini berarti pada banyak kasus –baik Nabi sendiri telah memprediksikannya atau tidak– tujuan akhir surga dan neraka tampak jelas. Kebaikan dan kejahatan yang tersembunyi dalam-dalam akan diungkap ke permukaan. Kehadiran rasul juga membawa dampak yang sama, karena dengan daya tarik dakwah Nabi akan mengeluarkan semua orang yang mengingkarinya dan menarik orang-orang yang menerimanya ke dalam orbit kesempurnaan.

Segera dapat dipahami bahwa wahyu itu akan menyebabkan kebaikan guna mengatasi diri mereka. Namun, hal itu bukan hanya menyusahkan, melainkan juga mengejutkan banyak kaum mukmin: beberapa orang yang selama ini dikenal orang baik, tiba-tiba menjadi sangat jahat.

Al-Qur’an mengatakan bahwa mereka harus menerima hal ini, karena ayat-ayat Al-Qur’an dapat meningkatkan perlawanan dari musuh terburuk mereka.

“Sesungguhnya dalam Al-Qur’an ini Kami telah mengulang-ulang peringatan-peringatan, agar mereka selalu ingat. Dan, ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari dari kebenaran.” (QS. 17: 41)

Sebelumnya, tak ada seorang pun yang tahu tabiat Abu Lahab yang sebenarnya. Sebagai contoh lain, ‘Abd al-Rahman ibn ‘Auf bahkan berteman dengan pemimpin Jumah, Umayyah ibn Khalaf.

Al-Qur’an mengajukan cerita yang sama, bagaimana Nuh mengeluh kepada Tuhan bahwa dakwahnya hanyalah semakin memperlebar jurang antara dirinya dengan mayoritas kaumnya. “Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran).”*/Sudirman STAIL (sumber buku: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik, penulis Abu Bakr Siraj al-Din)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Furqanal-Qurankebenaran wahyu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Datangkan Para Syeikh, “Ramadhan Peduli Afrika” Digelar One Care di 54 Kota
Tulisan selanjutnya Sekolah di Amerika Beri Penghargaan “Murid Calon Teroris”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?