Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Visa Kunjungan Muslim ke Amerika Serikat Menurun

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2017 16:07 4:07 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2017 16:07
Bagikan
Larangan pertama disambut oleh demonstrasi di bandara di AS - di Dallas, umat Islam berdoa untuk melakukan demonstrasi
Bagikan

Hidayatullah.com– Penerbitan visa  untuk pengunjung dari enam negara Islam ke Negara Amerika Serikat (AS), turun 44 persen dalam enam bulan pertama tahun ini, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Laporan Politico mengutip data Departemen Luar Negeri AS, penerbitan visa untuk Muslim dari negara-negara yang tidak terdaftar sebagai larangan memasuki AS, juga turun delapan persen.

Analisis politico juga menemukan bahwa  pengurangan penarikan visa sebesar 16 persen selama periode tersebut, yang melibatkan negara-negara Arab.  Jumlah visa pengunjung dari Iran, Sudan, Somalia dan Libya telah menurun secara signifikan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya memberlakukan larangan terhadap tujuh negara, termasuk Iraq, untuk memasuki AS. Namun, ada pengadilan di negara tersebut yang menolak larangan tersebut.

Baca: Amerika Serikat Tolak Permohonan Visa Tim Robotik Pelajar Gambia

Kritik dan kelompok hak asasi manusia menganggapnya sebagai diskriminasi terhadap negara Islam semata-mata.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Setelah dilantik pada 20 Januari 2017, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani 10 perintah eksekutif (executive order).

Trump memutuskan sesuai dengan janjinya  saat kampanye terkait pelarangan visa kepada warga 7 negara, yaitu Iraq, Iran, Suriah, Libya, Yaman, Sudan, dan Somalia.

Menurut draft keputusan, Amerika Serikat akan berhenti memproses visa selama 30 hari bagi negara-negara yang oleh pemerintahan Obama dipandang terlalu berisiko untuk program bebas visa Amerika.

Baca: Isi Perintah Trump yang Melarang Pengungsi dan Warga 7 Negara Muslim Masuk ke Amerika

Sejak Amerika  menutup rapat pintu perbatasan bagi penduduk negara-negara Islam, sepanjang April 2017, visa yang diterbitkan AS untuk tujuh negara Islam yang terkena larangan masuk (ban) susut 50% ketimbang rata-rata di 2016.

Data Pemerintah AS menunjukkan, penerbitan visa bagi tujuh negara Islam sebanyak 2.800 di April 2017, turun drastis dibandingkan rata-rata visa bulanan di 2016 yang sebanyak 5.700.

Angka ini jauh di bawah rata-rata bulanan di 2015 yakni sebanyak 6.000 visa.  Sementara total visa non imigran yang disetujui AS pun turun 15% ketimbang jumlah rata-rata visa bulanan di 2016.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatASDonald Trumpexecutive orderiraqLibyaMuslimnegara Islam Iranperintah eksekutifPresiden Amerika SerikatSomaliaSudanVisa Kunjungan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemantau: 58 Tentara Rezim Suriah Tewas dalam Serangan ISIS
Tulisan selanjutnya ITJ Buka Roadshow Pertama dengan Nobar Film ‘Toedjoeh Kata’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?