Hidayatullah.com– Penerbitan visa untuk pengunjung dari enam negara Islam ke Negara Amerika Serikat (AS), turun 44 persen dalam enam bulan pertama tahun ini, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Laporan Politico mengutip data Departemen Luar Negeri AS, penerbitan visa untuk Muslim dari negara-negara yang tidak terdaftar sebagai larangan memasuki AS, juga turun delapan persen.
Analisis politico juga menemukan bahwa pengurangan penarikan visa sebesar 16 persen selama periode tersebut, yang melibatkan negara-negara Arab. Jumlah visa pengunjung dari Iran, Sudan, Somalia dan Libya telah menurun secara signifikan.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya memberlakukan larangan terhadap tujuh negara, termasuk Iraq, untuk memasuki AS. Namun, ada pengadilan di negara tersebut yang menolak larangan tersebut.
Baca: Amerika Serikat Tolak Permohonan Visa Tim Robotik Pelajar Gambia
Kritik dan kelompok hak asasi manusia menganggapnya sebagai diskriminasi terhadap negara Islam semata-mata.
Setelah dilantik pada 20 Januari 2017, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani 10 perintah eksekutif (executive order).
Trump memutuskan sesuai dengan janjinya saat kampanye terkait pelarangan visa kepada warga 7 negara, yaitu Iraq, Iran, Suriah, Libya, Yaman, Sudan, dan Somalia.
Menurut draft keputusan, Amerika Serikat akan berhenti memproses visa selama 30 hari bagi negara-negara yang oleh pemerintahan Obama dipandang terlalu berisiko untuk program bebas visa Amerika.
Baca: Isi Perintah Trump yang Melarang Pengungsi dan Warga 7 Negara Muslim Masuk ke Amerika
Sejak Amerika menutup rapat pintu perbatasan bagi penduduk negara-negara Islam, sepanjang April 2017, visa yang diterbitkan AS untuk tujuh negara Islam yang terkena larangan masuk (ban) susut 50% ketimbang rata-rata di 2016.
Data Pemerintah AS menunjukkan, penerbitan visa bagi tujuh negara Islam sebanyak 2.800 di April 2017, turun drastis dibandingkan rata-rata visa bulanan di 2016 yang sebanyak 5.700.
Angka ini jauh di bawah rata-rata bulanan di 2015 yakni sebanyak 6.000 visa. Sementara total visa non imigran yang disetujui AS pun turun 15% ketimbang jumlah rata-rata visa bulanan di 2016.*