Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Penjajahan ‘Israel’ dan Kekayaan Gas dan Minyak di Laut Mediterania Timur

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 20 Oktober 2020 10:55 10:55 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 20 Oktober 2020 10:55
Bagikan
Kapal penelitian seismik Turki Oruc Reis (tengah) dikawal oleh kapal Angkatan Laut Turki di Laut Mediterania di lepas pantai Antalya pada 10 Agustus 2020. (AFP)
Bagikan

Hidayatullah.com | KESEPAKATAN Presiden AS Donald Trump dengan ‘Israel’, UEA dan Bahrain telah memfasilitasi tumbuhnya minat pada peluang minyak di Laut Mediterania timur. Pekan ini, Turki telah melanjutkan eksplorasi ladang minyak di sekitar Siprus, menuai kritik dari Yunani dan Persatuan Eropa lapor Al Bawaba.

Sementara itu, sebuah perusahaan AS, Chevron, membeli perusahaan kecil dengan kepentingan untuk ladang minyak di perairan Palestina yang dijajah Zionis.  Hingga baru-baru ini, perusahaan-perusahaan minyak besar menghindari Mediterania timur karena anggapan terbatasnya potensi cadangan minyak dan situasi geopolitik yang kompleks.

Namun, janji hubungan yang lebih kuat antara AS dan Arab Saudi, jika Riyadh berkomitmen untuk melakukan perjanjian seperti Bahrain dan UEA yang menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’, telah memberanikan beberapa pihak untuk mengeksploitasi ladang minyak dengan bebas, tanpa takut terhadap negara-negara Teluk yang marah.

Dalam beberapa minggu terakhir Chevron telah melampaui Exxon Mobil dalam menjadi perusahaan minyak Amerika terbesar berdasarkan nilai pasar. Persetujuan Abraham atau Abraham Accord, yang telah membeli normalisasi hubungan antara ‘Israel’ dan dua negara Teluk, Bahrain dan UEA, menandai awal baru dalam hubungan AS dan GCC, dan ini telah memungkinkan perusahaan AS untuk maju ke Mediterania timur.

Total, Delek dan Royal Duth Shell telah terlibat dalam eksplorasi ladang minyak dan gas di perairan lepas Libanon dan Mesir.  Namun, kekhawatiran meningkat bahwa kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan AS mendatang dapat mengganggu eksploitasi minyak di daerah tersebut.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Sebuah laporan baru-baru ini oleh S&P Global Platts menunjukkan bahwa kemenangan Biden akan mengasingkan hubungan dengan Arab Saudi dan memaksa kerajaan untuk menegaskan kembali pangsa pasarnya dari rantai pasokan minyak. Biden mengatakan bahwa dia ingin membangun kredensial hijau dari Demokrat dan menantang Arab Saudi atas keterlibatan mereka dalam perang di Yaman, yang terus membunuh warga sipil dengan senjata yang dijual oleh AS dan Inggris.

Eksplorasi ladang minyak potensial di Mediterania timur menunjukkan efek lebih lanjut dari Persetujuan Abraham. Sejak awal, ini dipandang sebagai peluang bagi perusahaan AS dan ‘Israel’ untuk menjual senjata dan teknologi ke UEA dan Bahrain, tetapi sekarang tampaknya raksasa minyak, seperti Chevron, mendapat untung dari kesepakatan yang berdampak buruk pada perjuangan Palestina.

Minggu ini, rencana baru terungkap untuk pembangunan 1.313 unit di tanah Palestina yang diduduki di Tepi Barat, bukti lebih lanjut bahwa Netanyahu akan melanjutkan aneksasi sebagian besar wilayah Palestina.* Artikel dimuat di laman Albawaba

 

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abbaraham AccordbahrainisraelLaut Mediterania TimurUEAZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gerombolan Radikal Hindu Pukuli Warga Kristen karena Menolak Kembali ke Agama Lamanya
Tulisan selanjutnya Metode Pengobatan Rasulullah: Herbal untuk Ruqyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?