Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Ratusan Pendukung Muqtada Sadr Serbu Green Zone dan Gedung Parlemen Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Mei 2016 11:56 11:56 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Mei 2016 12:00
Bagikan
Pengikut pemimpin Syiah Iraq Muqtada al Sadr menyerbu parlemen
Bagikan

Hidayatullah.com–Para pendukung dari pemimpin Syiah terkemuka Muqtada al-Sadr menyerbu Green Zone Baghdad pada hari Sabtu sebelum mereka memaksa memasuki gedung partemen dimana mereka merusak jendela-jendela dan menghancurkan perabotan.

Demonstran pro-Sadr menyerbu pembatas yang didirikan di sekitar Green Zone, yang merupakan tempat sejumlah institusi negara penting dan kedutaan luar negeri berada.

Namun setelah beberapa jam, para pendemo, mulai meninggalkan bangunan parlemen yang mereka serbu, demikian lapor fotografer AFP dikutip Daily Sabah, Sabtu (01/05/2016).

Anggota dari kelompok milisi Sadr, Saraya al-Salam terlihat memerintahkan para pendemo untuk keluar dari kompleks parlemen, sekitar enam jam setelah mereka memaksa masuk ke wilayah Green Zone dimana pemerintah bermarkas.

Green Zone adalah Zona khusus ini sering jadi sasaran pengeboman dan tembakan roket bertahun-tahun dan penguatan ini dilakukan dengan tujuan keamanan. Green Zone adalah area seluas 10 km persegi yang terdiri dari perumahan dan gedung pemerintahan itu tidak boleh dimasuki publik karena alasan keamanan, sejak invasi Amerika ke Iraq tahun 2003.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Berbicara pada konferensi pers di kota Najaf (berlokasi sekitar 160 kilometer selatan Baghdad), Muqtada al al-Sadr menyuarakan penolakannya pada apa yang dia gambarkan sebagai “sebuah sistem politik yang gagal untuk menghimpun keinginan populer ke dalam penghitungan”.

Dia juga mengumumkan penundaan aktivitas dari blok politik miliknya “Ahrar”, yang memegang 34 kursi di parlemen, menyatakan bahwa Anggota Parlemen Ahrar akan menahan diri/tidak berpartisipasi pada sesi parlemen yang akan datang.

Dia menuduh, para pejabat korup “masih mencegah reformasi pemerintahan Iraq. Menteri-menteri kabinet… tidak mewakili kita; mereka mewakili pemerintah.”

“Terdapat tekanan besar pada [Perdana Menteri Haidar] al-abadi oleh pasukan sekte tertentu. Kami ingin menyingkirkan mereka dan menyerahkan kata terakhir pada rakyat,” ujar al Sadr.

Para demonstran, yang telah berkumpul di luar distrik fasilitas pemerintah dan banyak kedutaan asing yang dijaga ketat, menyebrang jembatan Sungai Tigris dengan meneriakkan, “Pengecut lari!” merujuk dengan jelas pada para pejabat yang meninggalkan parlemen, salah seorang saksi mata mengatakan pada Reuters.

Seorang penjaga di pos pemeriksaan mengatakan para demonstran tidak digeledah sesaat sebelum masul. Sekitar 10 anggota dari kelompok bersenjata yang loyal pada Sadr hanya memeriksa sepintas sementara pasukan keamanan pemerintah yang biasanya melakukan pemeriksaan seksama dengan anjing berdiri di sampingnya, saksi mata mengatakan.

Para demonstran mengibarkan bendera Iraq dan meneriakkan yel-yel “Damai, damai!”.

Beberapa dari mereka berdiri di atas pagar beton yang membentuk pembatas terluar dari Green Zone. Sedangkan ribuan lainnya tetap di luar pintu distrik tersebut.

Pendukung Sadr, yang pasukannya menguasai beberapa bagian di Baghdad dan membantu mempertahankan ibu kota dari ISIS, telah berdemonstrasi selama beberapa pekan di pintu gerbang Green Zone, merespon seruan dari pemimpin mereka untuk menekan pemerintah agar melakukan reformasi.

Abadi ingin mengganti beberapa menteri – dipilih untuk menyeimbangkan divisi-divisi di sepanjang Iraq berdasarkan garis partai, etnis dan sekte – dengan teknokrat yang bertujuan untuk melawan korupsi; tetapi partai-partai politik telah menolak untuk melakukan pergantian. Abadi telah memperingatkan bahwa penundaan apapun dalam voting dapat memanaskan perang terhadap ISIS, yang mengontrol sebagian wilayah utara dan barat Iraq.

Rodaw TV memperlihatkan para demonstran beryel-yel dan berselfie ria di dalam ruang parlemen dimana beberapa saat sebelumnya para pejabat melakukan rapat.

Tidak lama setelah itu Perdana Menteri Iraq memerintahkan penangkapan para demonstran yang menyerbu masuk ke dalam gedung parlemen.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BaghdadGreen ZoneMuqtada al-Sadrsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Adian: Beradablah, Jangan Hanya Kenal Ki Hadjar Dewantara!
Tulisan selanjutnya Komunitas Penulis Islam UIKA Gelar Workshop Menulis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?