Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Inspirasi Ramadhan

Mengapa Buka Lebih Afdhal Kurma? Inilah Keajaibannya

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 24 April 2020 16:34 4:34 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 24 April 2020 16:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | ADA dua kebahagiaan yang didapat oleh orang berpuasa, yaitu saat dia sedang berbuka puasa dan saat bertemu Allah kelak di akhirat. Tak mengherankan jika buka menjadi salah satu perhatian penting bagi umat Islam sepanjang pensyariatannya.

Pada masing-masing negara berbagai budaya dan tradisinya banyak sekali aneka ragam makanan pendamping berbuka. Lantas, bagaimanakah cara berbuka Rasulullah dan dengan apa beliau berbuka? Anas bin Malik pernah menceritakan bagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berbuka. Tutur beliau:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Nabi ﷺ ﷺselalu berbuka dengan kurma basah sebelum shalat, jika beliau tidak mendapatinya, maka (beliau berbuka) dengan kurma kering dan jika tidak mendapatkan kurma kering, beliau berbuka dengan meneguk air tiga kali.” (HR. Tirmidzi)

Dalam hadits Abu Dawud, Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila salah seorang diantara kalian sedang berpuasa, maka hendaknya ia berbuka dengan kurma, apabila ia tidak mendapatkan kurma hendaknya dengan air, karena sesungguhnya air dapat membersihkan.”

Baca Juga

Jubah 1.000 Dirham: Totalitas Tamim Ad-Dary Menjemput Lailatul Qadar
Bulan Puasa Melatih Pola Hidup Sederhana
Dapur Ramadhan Hammad: 500 Ifthar Harian Plus 50.000 Dirham Lebaran
Kisah Jenaka Bulan Puasa 5 : Cara Unik Membangunkan Warga untuk Sahur
Teladan Keteguhan Imam Ahmad dan Kasman Singodimedjo pada Bulan Ramadhan

Kurma ada beberapa macam. Pertama, balah yaitu kurma yang masih mentah. Kedua, ruthab adalah kurma yang sudah matang atau basah. Ketiga, tamr yaitu kurma kering.

Berdasarkan keterangan Anas, Nabi terbiasa berbuka dengan kurma ruthab. Kalau tidak ada, beru kemudian dengan kurma tamr. Kalau juga tidak menemukannya, maka berbuka dengan air.

Penulis bertanya-tanya dalam hati, apa gerangan yang terkandung dalam kurma sehingga Nabi membiasakan diri berbuka dengan buah itu. Rasa penasaran itu terjawab dalam buku “Pola Makan Rasulullah” karya Prof. Dr. Abdul Basith Muhammad As-Sayyid.

Dalam kurma kering (tamr) rata-rata kandungan gulanya mencapai 75 %.  Kemudian, 20 % adalah protein. Sedangkan 3 % berupa lemak atau minyak. Kurma jenis ini juga kaya akan garam mineral dan garam mineral alkali seperti kalsium, potasium. Selain itu buah ini kaya akan unsur besi dan mengandung vitamin B dan C.

Menurut penelitian Dr. Basith orang bisa hidup hanya dengan kurma tamr dalam waktu cukup lama karena kaya akan unsur gula. Orang Arab gunung yang hidup dengan hanya memakan kurma kering dan susu kambing, kesehatan mereka terbukti lebih baik dan jarang terkena penyakit, terlebih penyakit kronis karena terbiasa memakan buah ini.

Sedangkan kurma masak (ruthab) mengandung unsur kalsium dan zat besi. Tidak mengherankan jika Allah Ta’ala  memerintahkan Maryam yang sedang dalam kondisi nifas untuk memakan kurma ruthab karena kalsium dan zat besi kadar cukup dalam ruthab dan baik untuk dikonsumsi wanita yang sedang nifas.

Tak hanya itu, bagi wanita kurma ruthab juga penting untuk memproduksi susu dan bayi yang menyusu karena dapat mengganti zat-zat yang hilang dalam tubuh ketika melahairkan atau menyusui. Bagi anak pun besi dan kalsium sangat bagus bagi pertumbuhan mereka karena keduanya sanga penting dalam pembentukan darah, sumsum tulang belakan dan tulang.

Setelah mengetahui kandungan kurma ruthab dan tamr, berikutnya penulis menjawab mengapa Nabi berbuka puasa dengan kurma jenis ini? Ada pelajaran penting rupanya dalam kebiasaan ini, di antaranya: Pertama, saat berpuasa lambung orang yang berpuasa dalam keadaan kosong membuat hati tidak menemukan apapun untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Sedangkan makanan manis adalah yang paling cepat sampai ke hati. Maka ruthab akan lebih diterima untuk dimanfaatkan digunakan untuk pembakaran yang kemudian mengirimkan energi yang dihasilkan ke suluruh anggota tubuh.

Dalam dunia kedokteran dinyatakan bahwa gula dan air adalah makanan paling dibutuhkan tubuh yang berpuasa. Karena kekurangan gula bisa menyebabkan dada sesak dan kekacauan saraf. Sementara itu, kekuarangan air bisa mengakibatkan tubuh lemah dan tak mampu menahan serangan penyakit.

Bagi orang yang langsung berbuka dengan makanan berat, maka setidaknya membutuhkan waktu 3 jam agar lambungnya bisa menyerap gula yang ada dalam makanan itu. Lebih cepat dengan kurma bukan?

Adapun manfaat umum kurma bisa dibaca pada poin berikut:

Pertama, dapat membunuh cacing dalam tubuh.

Kedua, orang Mesir menggunakan balah untuk penderita sakit kandung kemih, sakit perut dan usus.

Ketiga, balah bermanfaat untuk menguatkan otot perut dan membantu pencernaan saat buang air besar karena banyak mengandung serat.

Keempat, tamr dapat memberi efek relaksasi pada saraf dan berpengaruh langsung terhadap kelenjar gondok (tiroid).

Kelima, balah dapat memudahkan saluran kencing.

Keenam, tamr kaya akan garam mineral alkalik yang berfungsi sebagai penyeimbang asam lambung, serta dapat mengganti abu alkalis setelah proses pencernaan.

Ketujuh, merupakan sumber vitamin A yang bisa menjaga kelembaban mata dan kebinarannya. Bisa juga menguatkan mata dan membuat saraf rielks.

Itulah beberapa kandungan dan manfaat dari kurma dengan berbagai macamnya.  Mengingat kandungannya yang sedemikian banyak, maka tidak mengherankan jika Nabi berbuka dengan kurma. Inilah barangkali yang membuat berbuka dengan kurma –sebagaimana contoh Nabi—lebih afdhal dibandingkan dengan makanan lainnya.

Lebih penting lagi, sebelum berbuka ada anjuran berdoa terlebih dahulu. Di antara doa Nabi saat berbuka adalah:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Telah hilang rasa dahaga dan basah pula urat-urat, serta telah ditetapkan pahala insya Allah.” (HR. Abu Dawud).

Memulai buka puasa dengan doa itu menurut perenungan penulis mengandung nilai penting bahwa senikmat dan sehebat apapun kandungan makanan jangan lupa dikaitkan dengan Sang Pencipta. Sebab, kalau kita hanya berpaku pada makanan sehat, belum tentu juga Allah memberikan kesehatan. Sebab yang memberi kesehatan adalah Dia semata, bukan makanan yang merupakan bagian dari makhluk-Nya.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kurmaPuasaqurmaRamadhanruthabtamr
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menghidupkan Malam Sepanjang Ramadhan
Tulisan selanjutnya Peneliti AS: Virus Covid Tak Bertahan Lama dengan Suhu Panas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir

Berita
2 Juli 2026 21:51
MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
Euthanasia Mencakup Hampir 6 Persen Kematian di Belanda
DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji
Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang

Terbaru

  • Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei
  • Euthanasia Mencakup Hampir 6 Persen Kematian di Belanda
  • UNESCO Mengakui Dondang Sayang hingga Silat sebagai Warisan Budaya Malaysia
  • Polemik Kajian BEM Psikologi UI Soal LGBT Berlanjut, Kampus Beri Klarifikasi
  • Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Pertahanan Negara
  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran

Mungkin Anda Juga Suka

Inspirasi RamadhanRamadhan

Seribu Dirham Ramadhan dan Ujian Keikhlasan

8 Maret 2026 17:00
5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Inspirasi Ramadhan

5 Tips Mendidik Anak agar Mencintai bulan Ramadhan

25 Maret 2022 06:00
Sejarah perang di bulan ramadhan
Inspirasi Ramadhan

9 Perang Kaum Muslimin di Bulan Ramadhan

16 April 2021 07:00
Takjil Sehat Kacang Hijau Almond
Inspirasi Ramadhan

5 Resep Takjil Sehat Untuk Berbuka Puasa

14 April 2021 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?