Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Belajar Sabar di Bulan Menahan Lapar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Mei 2019 17:42 5:42 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Mei 2019 17:42
Bagikan
Jamaah shalat tarawih di Masjid Baitul Karim, Jakarta Timur, 1 Ramadhan 1440H, Ahad (05/05/2019) malam.
Bagikan

Hidayatullah.com– “Puasa adalah separuh kesabaran”. Demikian sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, riwayat Tirmidzi, yang ditukil oleh Said Hawwa, dalam buku beliau; Tazkiyatu al-Nafs.

Pertanyaannya; bagaimana puasa bisa melatih kesabaran seseorang?

Oke. Perhatikanlah tuntunan dalam melaksanakan puasa. Ibadah puasa mengharuskan seseorang untuk menanggalkan segala jenis makanan. Tak terkecuali yang halal. Apalagi haram. Dalam kurun waktu tertentu; yaitu mulai dari terbitnya fajar, hingga tenggelamnya matahari. Untuk yang sudah menikah, ada tambahan. Yaitu, tidak bersenggama di siang hari. Kalau malam boleh.

Sungguh meninggalkan sesuatu yang pada asalnya halal, bahkan ada bernilai ibadah (berhubungan suami-istri), bukan perkara ringan. Hanya orang yang bersabarlah yang bisa lulus ujian. Bagaimana ia tidak menjamah segala jenis makan di hadapnnya, karena belum tiba waktu berbuka. Ini butuh kesabaran.

Adakah mereka yang kandas. Oh, banyak. Bukan rahasia umum, khususnya di negeri ini, yang notabene berpenduduk mayoritas Muslim, masih banyak yang tidak berpuasa. Bahkan, beberapa tahun silam, berkembang isu agar; “Orang berpuasa menghormati hak mereka yang tidak berpuasa.”

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Kenapa bisa terjadi demikian? Alasannya karena tidak sabar menahan diri dari lapar dan dahaga.

Dalam sejarah umat terdahulu, ada kaum yang diuji oleh Allah untuk tidak meminum air sungai yang mereka lewati, kecuali seteguk. Nyatanya kebanyakan dari mereka juga gagal. Karena memilih memilih meminum air itu, bahkan ada yang mengambil untuk bekal. Itulah keadaan yang menimpa pasukan Tholut.

Pun demikian, bagaimana bisa menahan diri untuk tidak menggauli istri pada siang hari, ini juga butuh kesabaran. Kalau tidak, maka akan gagal. Seperti kisah salah seorang Sahabat yang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan melaporkan bahwa ia telah berkumpul dengan sang istri pada siang hari pada bulan Ramadhan.

Baca: Jangan Biarkan Medsos ‘Men-Download’ Pahala Ramadhan

Mencangkup Mental

Luar biasanya, ternyata pelatihan sabar melalui Ramadhan ini, ternyata tidak hanya mencakup ujian perut dengan di bawah perut semata. Sebagaimana diulas di atas. Namun juga mencangkup mental. Atau sikap dari kaum Muslimin.

Misal, bagaimana tuntunan Allah agar berperilaku jujur. Bicara yang baik-baik saja. Jangan pernah mengucapkan yang buruk. Diam itu lebih baik. Mereka yang tidak mengindahkan tuntunan ini, puasanya dianggap batal. Meskipun secara lahiriah masih puasa.

Upaya menahan lidah untuk tidak mudah berucap, ini adalah ujian kesabaran yang luar biasa. Tidak mudah. ‘Naluri-nya selalu ingin mengomentari apa saja yang disaksikan oleh mata. Persis dengan yang dialami oleh Nabi Musa, ketika belajar dengan Khidir. Syaratnya satu;

“Jangan engkau tanyakan sesuatu yang engkau lihat, sampai aku sendiri nanti akan menjelaskannya.”

Tapi nyatanya, beliau gagal. Tiga kali menyaksikan peristiwa, sebanyak itu pula beliau mengajukan pertanyaan. Tidak mudah, bukan!

Selanjutnya, dalam ibadah puasa ini, Allah menuntun kaum Muslimin jangan menjadi pribadi pemarah. Mudah terpancing emosinya. Tapi harus ditahan. Hatta sampai kalau ada yang berusaha mencari gara-gara, cukup beri respons dengan mengatakan;

“Aku tengah berpuasa.”

Sungguh, bila ajaran kesabaran yang ada di bulan puasa ini benar-benar kita hayati, kemudian kita praktikkan. Rasa-rasanya bukan mustahil seusai Ramadhan, jiwa ini akan menduduki singgasana termulia; sabar. Seperti kata Sa’id Hawa dalam bukunya tersebut di atas;

“Apabila kesabaran termasuk kedudukan jiwa yang tertinggi, maka puasa merupakan pembiasaan jiwa untuk bersabar.”

Baca: Ramadhan Momentum Menguatkan Kehati-hatian

Mulia dan Solutif

Buah dari kesabaran itu banyak. Dua di antaranya adalah kemuliaan dan solusi dari permasalahan. Untuk perkara yang pertama. Semua orang tentu mengharapkan kemulian hidup. Maka sabar menjadi satu di antara kuncinya. Mari kita berkaca kepada Nabi Allah Ismail. Berkat kesabarannya menerima ujian dari Allah lah, yang menjadikannya mulia. Baik itu di hadapan makhluk, maupun Khalik.

Ketika datang kepadanya kabar dari Allah, melalui mimpi sang ayah, Nabi Ibrahim, bahwa ia akan disembelih. Jawabnya; “Lakukanlah wahai ayahanda. Insya Allah, kelak engkau akan mendapati nanda sebagai orang yang sabar.”

Allah pun memuliakan dua hamba shaleh ini. Jejak mereka dijadikan teladan segenap manusia setelahnya. Khususnya di Idul Adha, kisah mereka selalu dikenang.

Kemudian, sabar sebagai solusi dari pemasalahan. Mari dalam kasus ini kita belajar kepada Nabi Ya’qub, tatkala kehilangan keduan anak kesayangannya; Yusuf dan Bunyamin. Kata-kata yang keluar; “Fash-shabrun jamiil” (Maka kesabaran yang baik itulah -kesabaranku).

Dengan modal sabar ini, Nabi Ya’qub kemudian mampu memberikan solusi-solusi cerdas, sebagai ikhtiar untuk mengembalikan kedua anaknya yang telah hilang. Bagaimana hasilnya? Sukses. Keduanya kembali di pangkuan beliau.

Selagi ini masih awal-awal Ramadhan, mari kita maknai lebih dari praktik ibadah puasa yang tengah kita jalani. Jadikan ajang pengasah diri untuk menjadi pribadi penyabar. Wallahu ‘alam.* Khairul Hibri/Ketua komunitas PENA Jatim

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ibadah RamadhanPuasaRamadhanRamadhan 1440H/2019Msabar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Massa Mendemo Bawaslu: Tolak Kecurangan Pemilu 2019
Tulisan selanjutnya Menyimpan Bahan Bom Rakitan Pria Inggris Dibui di Kenya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?