Hidayatullah.com— Kalangan pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) berang dengan terjadinya serangan terhadap minoritas Muslim oleh komunitas Budhis di Myanmar Senin (30/09/2013).
Heri Aryanto, SH., Direktur Pusat Informasi dan Advokasi Rohingya Arakan (PIARA), menilai, dengan kerusuhan yang baru ini target kaum Budhis bukan hanya kaum Muslim di wilayah Rakhine tapi di seluruh wilyah Myanmar.
“Pembanatain kaum Budhis terhadap kaum Muslim bukan hanya dituju kepada etnis Rohingya, tapi sudah melebar menjadi pembantain terhadap seluruh kaum Muslim di seluruh etnis yang ada di Myanmar. Dan secara otomatis daerah konflik akan mencakup seluruh wilayah yang ada di Myanmar,” ujar Heri kepada hidayatullah.com, Rabu (02/10/2013).
Menurutnya yang bisa dilakukan publik untuk menekan adalah memboikot SEA Games 2013 di Myanmar, yang akan dimulai pada 11 Desember mendatang.
Menurut PIARA, kerusuhan yang telah berlangsung menahun ini akan menambah korban yang lebih banyak lagi jika tidak segera dihentikan.
Heri yang telah berkunjung ke Myanmar beberapa bulan lalu telah melihat langsung betapa dahsyat kerusakan dan penghancuran kampung-kampung Muslim dan pembantain terhadap kaum Muslim.
Untuk itu Ia berharap pemerintah harus segera turun tangan sebagai negara anggota asean menghentikan pembantaian Muslim di Myanmar.
Membakar rumah
Seperti diketahui, hari Senin (30/09/2013) kaum Muslim Myanmar kembali mendapat serangan dari komunitas Budhis. Kaum Muslim berlindung di rumah mereka, saat polisi bersenjata membubarkan massa Buddhis yang membakar rumah-rumah dan mengepung masjid.
Bentrokan antara mayoritas umat Buddha di negara itu dengan penduduk Muslim telah menewaskan sedikitnya 237 orang dan menyebabkan lebih dari 150.000 orang kehilangan rumah sejak Juni 2012.
Kekerasan sektarian ini, seperti dilaporkan The Express Tribun, dianggap dapat mengancam dan merusak reformasi politik dan ekonomi yang diluncurkan dua tahun lalu, sejak pemerintah semi-sipil menggantikan junta militer.*