Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Masjid Cheraman Juma: Berkah Raja Hindu Masuk Islam

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Agustus 2023 07:05 7:05 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Agustus 2023 11:00
Bagikan
Masjid tertua di India ini dibangun hampir 500 tahun sebelum periode paling awal kesultanan di India Utara (Foto:onmanorama.com)
Bagikan

Mirip kuil Hindu, masjid tertua di India ini dibangun hampir 500 tahun sebelum periode paling awal kesultanan di India Utara

Hidayatullah.com | BANGUNAN ini tampak menyerupai kuil Hindu. Dibangun pada 629 M, ini adalah Cheraman Juma, masjid pertama di India dan tempat shalat Jumat pertama dimulai.

Orang-orang dari jauh dan dekat terlepas dari apa kasta dan keyakinan banyak mengunjungi tempat suci ini dan berdoa, kutip IndiaTVNews.  

Terletak di desa Methala di Kodungalloor Taluk, sekitar 20 km dari stasiun kereta api Irinjalakuda, masjid  dirancang dan dibangun sesuai dengan seni dan arsitektur Hindu.

Hingga saat ini, bangunan ini sebagian besar terbuat dari kayu. Sempat terjadi erosi karena kondisi iklim yang buruk dan harus dibangun kembali sebagian, namun interior kayunya masih utuh.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup
Warga muslim shalat di masjid Cheraman Juma (newlinesmag.com)

Masjid ini dibangun hampir 500 tahun sebelum periode paling awal kesultanan di India Utara. Hal ini menunjukkan seberapa tua pengaruh Islam di pesisir Kerala. Namun, seorang ahli sejarah asal Kerala bernama Rajan Gurukkal menuturkan, ada kemungkinan masjid dibangun mendekati abad ke-11 atau abad ke-12.

Masjid tersebut dihancurkan seluruhnya oleh Portugis pada tahun 1504 ketika Lopo Soares de Albergaria menyerang pelabuhan Kodungallur. Akibat serangan, koridor dan aula modern dibangun ulang pada tahun 1984. 

Raja Cheraman Perumal Masuk Islam

Sejak zaman kuno, hubungan perdagangan antara Arab dan anak benua India sudah terjalin sangat baik.  Bahkan sebelum Islam datang, para pedagang Arab mengunjungi wilayah Malabar, yang merupakan penghubung utama antara pelabuhan-pelabuhan di Asia Selatan dan Tenggara.

Dengan masuknya Islam, para pedagang Arab menjadi pembawa agama Islam dan menyebarkannya kemanapun mereka pergi. Banyak orang India yang tinggal di daerah pesisir Kerala menerima prinsip-prinsip agama baru dan masuk Islam.

Menurut banyak kisah yang dipercaya, Raja Hindu Cheraman Perumal adalah orang India pertama yang masuk Islam.  Peristiwa itu terjadi saat rombongan sahabat Nabi Muhammad ﷺ mengunjungi Kodungallur.

Suatu ketika, Cheraman Perumala menyaksikan kejadian ajaib dan mimpi. Di antara mimpinya ia tiba-tiba meliat bulan terbelah.

Ia kemudian menceritakan tentang mimpinya para ahli astrologi kerajaannya.

Sayangnya, penjelasan mereka tidak memuaskan dan kekhawatiran tetap tidak bisa terpecahkan sampai sekelompok pedagang Arab tiba di Kerala. Mereka menuturkan, mimpi Cheraman kemungkinan besar merujuk pada salah satu mukjizat yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ﷺ, kutip Al Jazeera.

Segera setelah itu, Perumal pergi ke Makkah di mana dia memeluk Islam dan menerima nama barunya, Tajuddin. Dalam buku Balakrishnapillai berjudul History of Kerala: An introduction menulis bahwa Sang Raja pernah bertemu langsung dengan Rasulullah, Muhammad ﷺ.

Dalam perjalanan kembali ke India, dia sakit dan meninggal di Salalah di Kesultanan Oman (Usmani). Di ranjang kematiannya, dia mengatakan telah memberi wewenang kepada beberapa teman Muslim asal Arab untuk terus melanjutkan ke kerajaannya dan menyebarkan Islam.

Bertepatan dengan itu, pendakwah Islam pertama datang ke Kerala atas nama raja dan membawa surat yang ditulis oleh Cheraman Perumal yang meminta izin dari penguasa lokal Kerala untuk membangun masjid pertama di daerah itu.

20 orang pendakwah membangun 10 masjid, dan memulai shalat Jumat pertamanya. Karena pembangunan masjid ini disponsori oleh Raja Cheraman, maka dinamai Masjid Cheraman Juma. 

Masjid tersebut memiliki lampu minyak kuno yang selalu menyala dan diyakini berusia lebih dari seribu tahun.  Sejak awal masjid berdiri, banyak penganut berbagai agama membawa minyak untuk memberi pelita sebagai persembahan. Masjid ini bahkan sampai hari ini banyak dikunjungi orang non-Muslim.

Masjid kuno ini diyakini adalah bukti ikatan kuat yang ada antara Hindu dan Muslim di negara bagian Kerala yang sebagian besar sekuler. Meski begitu, presiden komite pengelola Masjid Cheraman Juma pada 2017, Mohamed Sayeed, menuturkan, tradisi mempertahankan bahwa bangunan tersebut adalah masjid pertama di India.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineHinduMasjid Cheraman Jumamasjid tertua Indiamuslim IndiaRaja Cheraman Perumal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiga Negara Arab Tempat Wagner Group Beroperasi
Tulisan selanjutnya Kanada Selidiki Walmart, Hugo Boss Terkait Penggunaan Tenaga Kerja Paksa Muslim Uyghur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran
Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?