Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Myanmar Menolak Penyelidikan PBB terkait Kejahatan pada Etnis Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Maret 2017 08:32 8:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Maret 2017 07:45
Bagikan
Aung San Suu Kyi tidak menanggapi permintaan wawancara dengan BBC
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Yahoon menolak keputusan Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyelidiki tuduhan bahwa pejabat keamanan negara itu telah menyiksa, memperkosa, membunuh etnis Muslim Rohingya.

Kementerian Luar Negeri Myanmar hari Ahad menegaskan, ia menghalangi penyelidikan yang didukung PBB dan menggambarkan penyelidikan akan memperburuk konflik di negara itu.

“Pendirian misi pencarian fakta internasional akan menambah lebih banyak keburukan daripada menyelesaikan masalah itu,” katanya dikutip AFP.

”Myanmar telah memisahkan diri dari resolusi secara keseluruhan,” demikian bunyi pernyataan kementerian Luar Negeri terkait penolakan penyelidikan PBB. ”Keputusan itu tidak sesuai dengan situasi yang kompleks dan menantang di wilayah dan situasi nasional,” dikutip surat kabar yang dikelola pemerintah Myanmar.

Baca: Nasionalis dan Buddha Burma Tolak ‘Rohingya’di Kedutaan AS di Myanmar

Pemerintah Myanmar menegaskan akan menetapkan rencana aksi yang jelas untuk pelaksanaan rekomendasi interim yang dibuat oleh komisi terkait yang dipimpin Kofi Annan mantan Sekjen PBB.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara itu, Wakil Direktur Human Rights Watch (HRW) Asia, Phil Robertson, mengatakan ada pelanggaran HAM berat yang telah terjadi di negara bagian Rakhine, terutama tentang perilaku militer. Dia juga menyayangkan sikap Aung San Suu Kyi yang hanya diam dan terkesan membiarkan pelanggaran HAM terhadap komunitas Rohingya terjadi.

Menurutnya, pemerintah sipil harus membiarkan penyelidik internasional melakukan pekerjaan mereka untuk mengungkapkan apakah pasukan keamanan Myanmar telah melakukan kejahatan.

”Namun, jika Aung San Suu Kyi dan pemerintahnya berusaha untuk memblokir penyelidikan, maka mereka harus mengakui bahwa di mata masyarakat internasional, mereka akan menjadi bagian dari masalah,” ujarnya.

Sebelumnya, Myanmar pernah melakukan penyelidikan sendiri atas kejahatan di Rakhine, namun kelompok hak asasi dan PBB menolak komite itu.

Baca: Militer Myanmar Lakukan Pemerkosaan terhadap Wanita Rohingya

Tindakan keras militer yang diluncurkan Oktober lalu setelah pemberontak menyerang pos pemeriksaan perbatasan dan membunuh sembilan tentara telah menyebabkan puluhan ribu etnis Rohingya terpaksa melarikan diri di perbatasan Bangladesh.

PB sebelumnya menyatakan akan menyelidiki kasus pembunuhan dan pemerkosaan yang terjadi terhadap etnis Rohingya.

Mengutip laporan BBC, dari 101 wanita yang di wawancara, 52 diantaranya menyatakan telah diperkosa atau mengalami kekerasan seksual dari pasukan keamanan Myanmar.

Suu Kyi melalui beberapa pernyataan sebelumnya sempat membantah kejadian seperti itu dan menegaskan pasukan keamanan Myanmar tidak akan berbuat seperti yang dilaporkan dan selalu mengikut lunas hukum negara itu.

Namun, juru bicara Suu Kyi mengatakan kepada BBC, pernyataan terakhir adalah sangat serius dan petugas akan pemerintah negara itu akan bertindak.

Baca:  Militer Myanmar Bunuh 30 Etnis Rohingya dalam Aksi Kekerasan Terbaru

Investigasi PBB ini sebagai hak asasi manusia bagi mendapatkan hak sewajarnya terhadap etnis Rohingya ini khususnya dakwaan pelanggaran oleh militer Myanmar terhadap minoritas Rohingya Muslim di Myanmar.

Sekitar 70.000 etnis Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh untuk enam bulan lalu, dan kini PBB sedang mengumpulkan deklarasi pemerkosaan serta pembunuhan yang dilakukan secara besar-besaran.

Bulan lalu, PBB menerbitkan laporan khusus setelah mengadakan wawancara dengan lebih dari 200 pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh.

Hampir setengah dari mereka yang diwawancarai mengakui ada antara anggota keluarga mereka telah dibunuh oleh pihak keamanan Mynamar.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung San Suu Kyiburmaetnis Rohingyaetsnis Muslim RohingyaHak Asasi ManusiaHAMkekerasan di Rohingyamyanmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 16 Orang Tewas, 50 Cedera dalam Serangan Udara Terbaru di Suriah
Tulisan selanjutnya Yang Didengar Tidak Semua Bisa Disampaikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?