Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Trump Ungkap Rahasia Intelijen ke Pejabat Rusia Terkait ISIS di Kantornya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Mei 2017 08:36 8:36 am
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Mei 2017 08:32
Bagikan
Donald Trump berbicara dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov di Gedung Putih, Mei 2017.
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap informasi intelijen yang sangat rahasia kepada Menteri Luar Negeri Rusia tentang rencana serangan terhadap kelompok bersenjata ISIS/ISIL alias Daesh dalam pertemuan pekan lalu, kata dua pejabat AS yang mengetahui situasi itu hari Senin (15/5/2017).

Informasi intelijen itu, kata kedua pejabat tersebut, diberikan oleh salah satu negara sekutu Amerika Serikat yang ikut serta memerangi kelompok militan itu, lapor Reuters.

Namun, Gedung Putih mengatakan tuduhan itu salah. “Presiden hanya mendiskusikan ancaman sama yang dihadapi kedua negara,” kata wakil penasihat keamanan nasional Dina Powell.

Menanggapi berita itu, yang pertama kali dikabarkan oleh Washington Post, anggota senat nomor 2 Partai Demokrat Dick Durbin menyebut perilaku Trump itu “berbahaya” dan “sembrono.” Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS Bob Corker (Rep) menyebutnya “sangat-sangat bermasalah” jika kabar itu benar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Salah satu dari dua pejabat yang mengungkap hal itu mengatakan intelijen yang diberikan Trump adalah rahasia tingkat tinggi yang disimpan dalam “peti” yang hanya segelintir pejabat intelijen dapat mengaksesnya.

Setelah Trump mengungkap rahasia itu, yang menurut salah satu pejabat dilakukan secara spontan, pejabat-pejabat Gedung Putih segera mengontak CIA dan National Security Agency (NSA), yang memiliki perjanjian kerja sama intelijen dengan negara-negara sekutu, dan menginformasikan kepada mereka apa yang terjadi.

Sementara presiden memiliki hak untuk mengungkap informasi yang paling rahasia sekalipun sesuai keinginannya, dalam kasus ini apa yang dilakukan Trump merupakan bentuk penghinaan terhadap negara sekutu AS yang memberikannya. Hal ini tentu mengancam apa yang mereka sebut sebagai kesepakatan pembagian informasi intelijen jangka panjang, kata pejabat-pejabat AS itu.

Menurut laporan Washington Post Trump membagikan informasi itu kepada Menlu Rusia Sergei Lavrov dan Dubes Rusia Sergei Kislyak.

“Presiden dan menlu itu mengkaji ancaman sama sari organisasi-organisasi teroris termasuk ancaman terhadap penerbangan,” kata HR McMaster, seorang penasihat keamanan yang berpartisipasi dalam pertemuan itu. Menurutnya informasi yang diberikan adalah apa yang sudah diketahui publik, tidak ada sumber informasi, metode maupun operasi militer yang diungkapkan.

Menlu AS Rex Tillerson mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Trump dan Lavrov mendiskusikan banyak hal, “termasuk di antaranya adalah upaya dan ancaman bersama terkait kontraterorisme.”

Dalam pertemuan di Gedung Oval dengan Lavrov dan Kislyak, Presiden Trump keluar dari naskah dan mulai memaparkan perihal ancaman dari ISIS terkait penggunaan laptop di pesawat, kata pejabat-pejabat AS kepada Washington Post.

Dalam pembicaraan dengan pejabat-pejabat Rusia itu, Trump menggembar-gemborkan pengetahuannya soal bahaya-bahaya yang mengancam, mengatakan kepada mereka bahwa setiap hari dia diberikan “informasi intelijen,” tulis laporan Washington Post mengutiip seorang pejabat AS yang mengetahui situasi pertemuan itu.

⇒Amerika dan Uni Eropa akan bahas pelarangan laptop dan tablet di pesawat

Sejumlah pejabat AS telah mengatakan kepada Reuters bahwa lembaga-lembaga pemerintah AS sedang menggodok rencana perluasan larangan membawa laptop dalam penerbangan dari sejumlah negara ke AS, serta tentang bagaimana kelompok-kelompok militan memperbarui teknik mereka dalam memasang bom di laptop.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ada Mafia di Balik Organisasi Amal Katolik Pengelola Penampungan Pengungsi Terbesar di Italia
Tulisan selanjutnya 1500 Orang Keluar dari Kabun Timur Damaskus Menuju Idlib

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?