Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

800 Tahanan Palestina Hentikan Mogok Makan di Awal Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Mei 2017 08:41 8:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Mei 2017 08:41
Bagikan
Wanita Palestina membawa potret keluarga yang dipenjarakan di penjara Israel saat demonstrasi di depan kantor Palang Merah di Yerusalem, 25 Mei 2017
Bagikan

Hidayatullah.com–Ratusan tahanan Palestina hari Sabtu mengakhiri mogok makan yang telah berlangsung selama 40 hari untuk memprotes kondisi mereka di penjara-penjara Israel, Pelayanan Penjara Israel dan seorang pejabat Palestina mengatakan.

Sekitar 1.100 tahanan telah ikut serta dalam salah satu mogok makan terbesar, yang dimulai pada 17 April 2017 dan telah meningkatkan ketegangan antara Israel dan warga Palestina, melalui demonstrasi dukungan pada pemogok makan yang meluas menjadi bentrokan di wilayah penjajahan Tepi Barat dan perbatasan-perbatasan Gaza.

Lebih dari 800 tahanan yang melakukan mogok makan hingga Sabtu, telah mengakhiri aksi mereka setelah perundingan antara Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dan Otoritas Palestina yang menyimpulkan dalam sebuah kesepakatan untuk merubah beberapa syarat para pemogok makan, sebuah Pernyataan dari Pelayanan Penjara mengatakan.

Juru bicara pelayanan penjara Israel Nicole Englander mengatakan secara keseluruhan 1.578 tahanan berpartisipasi dalam mogok makan dan 834 tahanan mengakhiri aksi mereka pada Sabtu. Dia mengatakan 18 tahanan sedang berada dalam perawatan rumah sakit.

Issa Karaka, Kepala Hubungan Tahanan di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengonfirmasi bahwa para tahanan itu setuju untuk menghentikan aksi mereka.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Baca:  Mogok Makan Massal Tahanan Palestina Masuki Hari ke 21

Pada Rabu, Komisioner Tinggi HAM PBB Zeid Ra’ad al-Hussein memperingatkan Israel untuk meningkatkan kondisi para tahanan Palestina di tempat penahanan mereka.

ICRC juga pada Kamis memperingatkan bahwa dokter-dokter mereka yang telah mengunjungi para tahanan khawatir mengenai “potensi konsekuensi kesehatan ireversibel”. Jurubicara ICRC Jesus Serrano menyambut berakhirnya aksi itu dan mengatakan Palang Merah akan melakukan apapun yang mereka bisa untuk memfasilitasi kunjungan tambahan.

Keputusan berakhirnya aksi tersebut bertepatan dengan awal bulan puasa umat Islam, dikutip Daily Sabah.

Presiden Palestina Mahmoud Abbad telah mendesak rekan ASnya Donald Trump untuk mengungkit masalah itu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama kunjungannya di wilayah itu awal minggu ini. Dia mengungkapkan masalah itu kembali dalam pertemuan dengan utusan Trump, Jason Greenblatt di markasnya di Ramallah pada Kamis.

Baik Karaka dan Pelayanan Penjara Israel pada awalnya tidak membocorkan detail dari kesepakatan tersebut. Meskipun begitu, Pelayanan Penjara mengatakan kunjungan keluarga bulanan kedua akan dibuka setelah sebelumnya diputus.

Qadoura Fares, yang menjalankan kelompok advokasi tahanan, mengatakan negosiasi terjadi antara pejabat berkepentingan Israel dan komite dari para tahanan, termasuk Marwan Barghouti. Dia mengatakan negosiasi dimulai pada Jumat dan merupakan yang pertama kalinya sejak mogok makan dimulai. Dia mengatakan dia tidak mengetahui secara rinci hasil dari negosiasi tersebut.

Aksi mogok makan itu disuarakan oleh Barghouti, warga Palestina paling terkemuka yang dipenjara di Israel, untuk memprotes ruang isolasi dan tindakan Israel yang melakukan penahanan tanpa pengadilan yang telah diterapkan pada ribuan tahanan sejak 1980an. Israel mengatakan bahwa tindakan itu diperlukan untuk mencegah serangan dan melindungin sumber keamanan.

Barghouti, salah seorang pemimpin di gerakan Fatah Palestina milik Presiden Palestina Mahmoud Abbas, terbukti membunuh penjajah Israel pada intifada kedua Palestina, dan dijatuhi lima hukuman mati pada 2004. Semenjak di penjara pada 2002, dia tidak pernah  melakukan pembelaan, dia mengungkapkan bahwa pengadilan tidak mempunyai yuridiksi atau kuasa terhadapnya. Beberapa survey menunjukkan banyak warga Palestina yang menginginkan dia menjadi presiden mereka selanjutnya.

Pada awal bulan ini, Israel telah merilisi rekaman yang disebutkan menunjukkan Barghouti berbuka puasa. Sumber di Palestina mengatakan video tersebut palsu.

Kenteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan menuduh Barghouti memulai aksi mogok makan agar mendapat dukungan politik di jalanan Palestina daripada meningkatkan kondisi rekan tahanannya.

Baca:  11 Pelanggaran Israel terhadap Tahanan Palestina

Pelayanan Penjara mengatakan kebanyakan dari tahanan yang ikut serta dalam aksi mogok makan mempunyai hubungan dengan Fatah.

Meskipun mogok makan bukanlah hal yang biasa bagi 6.500 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel, banyak dari mereka yang terbukti melakukan atau merencanakan serangan pada Israel, aksi mogok makan ini merupakan salah satu yang terbesar.

Banyak warga Israel yang memandang para tahanan Palestina sebagai teroris dan hanya memiliki sedikit rasa simpati pada permintaan mereka. Tahanan Palestina yang berada di belakang para pemogok makan dianggap sebagai pahlawan nasional, sekilas menutup perpecahan yang dalam antara dua kelompok rival politik, Hamas yang memimpin di Gaza dan Fatah, gerakan dukungan Barat Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang mengelola ekonomi di Tepi Barat. Warga Palestina berharap aksi protes tersebut akan menarik perhatian yang di mana penjajahan Israel akan memasuki tahun ke 50 nya pada awal Juni ini.

Dukungan pada tahanan merupakan sebuah masalah konsesus emosional; ratusan ribu warga Palestina telah dipenjara oleh Israel selama sekali atau lebih sejak 1967.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ICRCisraelKomite Palang Merah Internasionalmogok makanpalestinaTahanan Palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Malaysia Larang Pedagang Jual Makanan Sebelum Sore Selama Ramadhan
Tulisan selanjutnya Usai Diperiksa sebagai Saksi, Alfian Tanjung Dijadikan Tersangka dan Langsung Ditangkap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?