Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Erdogan Ancam Beri Sanksi Ekonomi Menyeluruh pada Kurdi Iraq

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 September 2017 07:35 7:35 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 September 2017 06:11
Bagikan
Pendukung referendum mengibarkan bendera bendera Israel dan Kurdi Iraq untuk menunjukkan dukungan mereka di Erbil, Iraq, 22 September 2017
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memperingatkan bahwa wilayah Kurdi di Iraq akan menghadapi bahaya kelaparan jika terus memaksakan diri melakukan referendum yang didukung Israel, yang mulai berlangsung hari Senin ini.

Menurut Erdogan, orang Kurdi Iraq “tidak dapat menemukan makanan” jika Ankara memutuskan sanksi ekonomi menyeluruh, termasuk  menghentikan aliran truk dan pipa minyak ke wilayah tersebut, menambahkan bahwa semua sanksi militer dan ekonomi telah ada di meja.

“Mereka akan ditinggalkan dalam kesulitan ketika kita mulai menjatuhkan sanksi kita,” kata Erdogan dalam sebuah pidato yang disiarkan langsung di televisi pada hari Selasa, seperti dikutip Reuters.

Erdogan menuduh kepala Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) sebagai pengkhianat karena terus mendesak pemungutan suara meski mendapat tentangan internasional. Karena itu, ia mendesak Massoud Barzani menyerah pada petualangan tersebut.

Dia menggambarkan pemimpin  KRG, Masoud Barzani sebagai pengkhianat setelah mamaksakan referendum kemerdekaan hari Senin, meski mendapat tentangan internasional.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Masoud perlu mengakhiri pertarungan mereka atau daerah akan menghadapi kelaparan saat semua pintu masuk yang menghubungkan Kurdistan ke Turki akan ditutup,” katanya.

Erdogan juga membidik Israel, satu-satunya negara yang secara terbuka mendukung referendum Iraq Kurdi.

“Kita harus menerapkan sanksi, apa dan dari mana Israel akan mengirim sesuatu?” katanya, dan memperingatkan pemerintah Massoud Barzani tentang negara-negara yang bertindak provokatif sekarang tapi tidak akan berkeliaran nantinya.

Baca: Israel Dukung Negara Kurdi Merdeka di Iraq

“Saat sanksi diterapkan, apa dan dari mana Israel akan mengirim bantuannya? kata Erdogan dikutip Middle East Eye (MEE).

Menurutnya, dukungan Israel tidaklah cukup untuk mempertahankan dorongan Kurdi Iraq untuk merdeka dan tidak akan menyelamatkan mereka dari isolasi internasional.

“Siapa yang akan mengenali kemerdekaanmu? Israel. Dunia bukan tentang Israel. “Ketahuilah bahwa mengibarkan bendera Israel tidak akan menyelamatkanmu,” kata Erdogan seperti dikutip dari Hurriyet.

“Jika satu-satunya dukungan untuk referendum KRG diberikan oleh Israel dan jika Partiya Karkerên Kurdistanê (Partai Buruh Kurdistan) memulai merayakan [hasilnya] bahkan sebelum pemilihan ditutup maka tidak ada kepolosan atau legitimasi,” kata Erdogan. Sebagaimana diketahui, Turki menetapkan PKK berideologi Marxisme-Leninis sebagai ‘organisasi teroris’.

Erdogan juga memperingatkan bahwa referendum ini bisa memiliki konsekuensi yang jauh lebih buruk daripada pertumpahan darah yang disebabkan oleh kelompok Negara Islam.

Baca:  Turki Minta Kurdi untuk Membatalkan Referendum

Masyarakat Kurdi Iraq, yang memerintah wilayah otonomi di Iraq sejak invasi pimpinan Amerika Serikat (AS) tahn 2003 menggulingkan Saddam Hussein, mempertimbangkan referendum pada Senin, (25/09/2017). Wilayah kaya minyak tersebut ingin membentuk negara sendiri dan memisahkan diri dari Iraq dengan dukungan Israel.

Sebagaimana diketahui, Turki adalah pintu utama pasar internasional untuk KRG yang terkurung daratan. Ekspor minyak dari Kurdi ke pasar internasional harus melalui jalur pipa Turki yang mengangkut lebih dari 500.000 barel setiap hari.

Di sisi lain, Turki juga menjadi pemasok utama bahan makanan olahan dan mentah untuk wilayah Kurdistan. Bagaimanapun, Iraq menempati urutan ketiga sebagai pasar ekspor terbesar Turki dengan Iraq utara mengambil bagian utama dari produk Turki, tulis Middle East Eye.

Hari Selasa, Iran telah menutup perbatasannya dengan wilayah Kurdi di Irak atas permintaan pemerintah Iraq.

Karena itu Erdogan menilai, referendum ini bisa memiliki konsekwensi lebih buruk dari pertumpahan darah yang disebabkan oleh ISIS.

Sementara itu, Perdana Menteri Iraq Haider al-Abadi memberikan KRG tiga hari untuk melepaskan kendali di bandara provinsi atau mereka akan dikenai pembatasan udara.

Haider juga memerintahkan semua pintu perbatasan dengan Turki, Suriah dan Iran berada di bawah pengawasan Baghdad.

Di televisi hari ini, Masoud meminta Haider untuk tidak menutup ruang untuk mengadakan sesi dialog karena bisa membantu memecahkan masalah.

Baca: Wakil Presiden Iraq: Kami Tak Izinkan Terbentuknya ‘Israel Kedua’ di Iraq Utara

Namun, Haider menegaskan bahwa garis kepemimpinan Iraq tidak akan memaksakan kesatuan dan kedaulatan negara, serta bersikeras untuk tidak membahas referendum sebagai tidak sah.

Hasil referendum belum diumumkan namun pemimpin KRG telah menginformasikan bahwa pemilih memilih untuk kemerdekaan Kurdistan.

Sementara itu, referendum tersebut dikatakan telah mempengaruhi usaha AS sejauh ini untuk memulihkan Iraq dari dampak perang dan pemberontakan militan.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan bahwa bila itu terjadi, secara tidak langsung Iraq akan menghadapi kehancuran.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa tindakan terburu-buru Kurdistan dapat mempengaruhi semua negara di Asia Barat.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ErdoganGeopolitikIsrael. Yair GolanKRGKurdistanMarxisme-LeninismeMassoud BarzaniPartai Buruh KurdistanPartiya Karkerên KurdistanêPemerintah Daerah KurdistanPKIPKKPresiden TurkiRecep Tayyip Erdoganreferendumsanksi ekonomiTurki IraqZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kembangkan Potensi Wakaf Produktif, BWI Bangun Rumah Sakit Mata
Tulisan selanjutnya Ormas Islam Didorong Bersatu, Besarkan Hati dan Bangkitkan Kepercayaan Diri Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?