Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Hamas-Fatah Sepakat Rujuk, Perbatasan Rafah Siap Dibuka

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Oktober 2017 08:10 8:10 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Oktober 2017 08:01
Bagikan
Hamas-Fatah sepakat rujuk
Bagikan

Hidayatullah.com—Dua faksi Palestina berpengaruh, Hamas dan Fatah, menandatangani sebuah kesepakatan damai di Ibu Kta Mesir, Kairo, hari Kamis, sebagai bagian dari upaya rujuk setelah perbedaan yang telah berlangsung selama satu dekade terakhir lapor Aljazeera.

Pengumuman itu muncul setelah perwakilan dari Hamas dan Otoritas Palestina (PA) yang dipimpin Fatah berkumpul di Kairo hari Selasa untuk melaksanakan sebuah rekonsiliasi yang disetujui pada 2011 tetapi belum ditindaklanjuti.

Pihak penengah Mesir mengatakan Otorita Palestina yang didominasi Fatah akan mengambil alih tanggung jawab administrasi sepenuhnya Jalur Gaza dari Hamas terhitung mulai 1 Desember mendatang.

Sementara pintu perlintasan Rafah dari Gaza ke Mesir akan segera diserahkan kepada pemerintah bersatu Palestina.

“Berdasarkan langkah-langkah keamanan yang akan diterapkan dan diadopsi oleh Otoritas Palestina di mana para pengawal kepresidenan akan disebar di seluruh perbatasan,” kata al-Ahmad.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Baca: Babak Pertama Dialog Hamas-Fatah Positif

Dia menambahkan bahwa di bawah instruksi Abbas, kedua kelompok tidak akan kembali ke wilayah Palestina kecuali mereka memiliki sebuah “keputusan final yang akan mengakhiri keretakan selamanya … untuk mewujudkan impian Palestina, mengakhiri penjajahan, dan untuk memiliki sebuah negara berdaulat, independen, Palestina dengan Jerusalem Timur sebagai ibu kotanya.”

Saleh al-Arouri, Wakil Kepala Kantor Politik Hamas juga angkat suara, berterimakasih pada Mesir atas “peran seimbang” nya.

“Masalah Palestina merupakan masalah Mesir,” kata al-Arouri.

Kesepakatan itu menetapkan bahwa pemilihan legislatif, presiden dan dewan nasional harus dilakukan dalam jangka satu tahun setelah penandatanganannya, meskipun rincian mengenai kesepakatan damai itu belum diumumkan.

Kesepakatan itu juga akan menyaksikan Hamas dan Fatah membentuk sebuah pemerintahan sementara sebelum pemilihan umum.

Kesepakatan ditandatangani oleh pemimpin delegasi Fatah, Azzam al-Ahmad, dan pemimpin tim perunding Hamas, Saleh Arouri, dengan disaksikan oleh Kepala Dinas Intelijen Mesir, Khaled Fawzi.

Baca: Turki Memperingatkan Adanya Konspirasi terhadap Palestina

Hamas yang berbasis di Gaza pada bulan lalu memutuskan akan membubarkan komite administratifnya yang menjalankan wilayah Gaza. Kelompok itu juga mengungkapkan keinginannya berdamai dengan PA, badan semi-otonomi yang memerintah di Tepi Barat.

Sesudah itu, Perdana Menteri PA Rami Hamdallah mengunjungi Gaza dan mengumumkan bahwa pemerintahan persatuan nasional akan mulai memikul tanggungjawab administratif atas Gaza.

Hamas telah menjadi pemimpin de-facto Jalur Gaza sejak kemenangan Pemilihan Umum Legislatif yang diselenggarakan pada Rabu, 25 Januari 2006.  Hamas meraih 76 dari 132 kursi di parlemen, sedangkan perolehan Fatah hanya 43 kursi.  Dengan suara mayoritas ini Hamas berhak membentuk kabinet Pemerintahan Palestina yang sah.

Namun kemenangan Hamas ini disambut getir oleh Negara Barat dan Penjajah Israel.  PM Italia Silvio Berlusconi bahkan menyebut kemenangan Hamas sebagai hasil yang sangat, sangat, buruk, sebagai bentuk dukungan agar Fatah yang sekuler terus mengendalikan Palestina.

Fatah yang didukung AS dan Israel menolak mengakui hasil dari pemungutan suara itu yang dimenangkan Hamas, membuat gerakan ini mengusir Fatah keluar dari Gaza.

Baca: Hamas: Siapapun Berhak Persenjatai Diri

Senada dengan Israel, beberapa pemerintahan Barat seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa tiba-tiba menetapkan Hamas –yang selama ini berjuang membebaskan tanahnya dari penjajahan Israel–  justru ditetapkan sebagai kelompok teroris.

Dalam waktu tak lama, Penjajah Israel juga merespon kemenangan Pemilu Hamas yang didukung mayoritas rakyat itu dengan menjatuhkan blokade, hingga hari ini, yang sudah berlangsung 11 tahun.

Blokade yang menyebabkan kekurangan listrik dan bahan bakar di wilayah tersebut.

Hamas akhirnya mengendalikan Gaza, sementara Fatah  mengendalikan Tepi Barat. Sejak itu beberapa upaya perdamaian gagal dicapai karena berbagai kepentingan Negara-Negara Barat masuk.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:blokade GazaFatahGerakan Perlawanan IslamHAMASHamas-FatahHarakah Al-Muqawwamah Al-lslamiyahisraelMesirPalestina Mahmoud Abbaspenjajahan PalestinapositifRafah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya lbu Negara Turki Resmikan Asrama Anak-Anak dan Rumah Sakit Bantuan Turki di Serbia
Tulisan selanjutnya BMI: Penambahan Modal Bank Muamalat untuk Pertumbuhan yang Lebih Baik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?