Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Kali Pertama Wanita-Wanita Palestina Ini Kembali ke Desa Mereka Setelah 80 Tahun

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 April 2018 00:38 12:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 April 2018 00:28
Bagikan
Amena Sanqar mengunjungi Beit Nabala untuk kali pertama sejak 1948
Bagikan

Hidayatullah.com–Terburu-buru, Hawwa al-Khawaja dan putrinya Khawla turun dari bus ketika bus berhenti di pintu masuk desa yang pernah menjadi rumah mereka.

Khawaja tua berdiri menyambut mereka yang tiba dengan bus-bus berikutnya, sama seperti ia dulu menyambut para tamu yang datang ke desanya saat masih belia – sebelum tahun 1948.

“Selamat datang, selamat datang ke al-Thahiryeh,” kata wanita berusia 90 tahun itu. “Kami minta maaf karena tidak punya rumah untuk mengundang Anda berkunjung,” kutip Aljazeera.

Sejak 1948, tidak ada rumah ataupun penduduk di desa al-Thahiryeh yang telah hancur itu. Desa ini terletak di tenggara Kota al-Lydd.

Tahun lalu, serdadu Zionis mengusir keluarga-keluarga Palestina yang tinggal di desa tersebut, kemudian menghancurkan setiap incinya.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Al-Thahiryeh merupakan salah satu dari 500 desa yang mengalami nasib sama dalam apa yang dikenal dengan pembersihan etnis terhadap sedikitnya 800.000 warga Palestina.

Rabu (28/03/2018) lalu, Hawwa al-Khawaja kembali ke al-Thahiryeh untuk kali pertama, tapi hanya selama beberapa jam.

Sebagai bagian dari insiatif yang diluncurkan Filastiniyat –sebuah organisasi non-pemerintah Palestina– sekelompok pengungsi lansia dari Tepi Barat terjajah dan dari dalam wilayah-wilayah Palestina terjajah 1948 diberi kesempatan untuk memenuhi impian mereka kembali ke desa-desa mereka yang telah binasa di sekitar al-Lydd. Mereka berusia sekitar 70 dan 95 tahun.

Perjalanan ini direncanakan bertepatan dengan Hari Tanah – yang menandai hari ketika penjajah Zionis memerintahkan perampasan besar-besaran terhadap tanah milik warga Palestina di wilayah yang diklaim sebagai ‘Israel’, pada 30 Maret 1976.

Dalam demonstrasi yang menentang aksi penjajah Zionis itu, pasukan ‘Israel’ menembak dan menewaskan enam warga Palestina.

Peristiwa ini dipandang sebagai lanjutan operasi militer pembersihan etnis yang ‘Israel’ telah lakukan terhadap warga Palestina sejak 1948 hingga hari ini.

Ketika Hawwa dan sekelompok pengungsi Palestina itu mencoba melintasi pos pemeriksaan ‘Israel’ pertama untuk bisa masuk ke al-Thahiryeh, para serdadu Zionis menolak untuk mengizinkan mereka lewat.

Kemudian mereka pergi ke pos pemeriksaan lainnya di sebelah utara Ramallah dimana mereka ditanyai dan diperiksa selama berjam-jam sebelum akhirnya mereka diizinkan lewat.

Mengenakan pakaian tradisional Palestina baru yang diberikan anaknya pada Hari Ibu (dunia Arab merayakannya pada 21 Maret), ia mengatakan ia hampir kehilangan asa untuk bisa sampai ke desanya.

Namun, mereka berhasil lewat dan pergi ke desa-desa dimana mereka tumbuh dewasa.

Satu-satunya bukti yang Hawwa temukan tentang rumahnya yang pernah ada di al-Thahiryeh adalah satu pohon besar.

Pembantaian di Al-Lydd  

Mereka tidak bisa menahan air mata mereka ketika mendengar Hawwa mengucapkan selamat datang pada mereka ke tanah yang kosong. Mereka berkumpul di dekat Hawwa dan putrinya Khawla, penasaran ingin mendengarkan lebih banyak tentang sejarah desa tersebut.

Hawwa adalah ibu dari tiga anak, dan nenek dari 17 cucu. Selama beberapa saat, ia mengingat kembali bagaimana ia saat muda, wanita bertubuh langsing yang tinggal di al-Thahiryeh.

Ia berjalan tergopoh-gopoh dari satu tempat ke tempat berikutnya, berbicara mengenai bagaimana al-Thahiryeh pernah menjadi tempat pemberhentian truk-truk komersial yang menuju al-Lydd. Itulah yang membuat desa tersebut bereputasi baik –dikenal karena kesejahteraan ekonominya dan kaya akan tanah pertanian.* >> klik (Bersambung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:Hawwa al-KhawajaisraelpalestinaPalestina 1948Palestina terjajahpembersihan etnisRamallahTepi BaratZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dogan Media Group Dipaksa Dijual ke Kroni Pemerintah Turki
Tulisan selanjutnya Bocah Yatim-Piatu Ini Akhirnya Dipulangkan dari Arab Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?