Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kursus Wajib Bagi Pasangan Denmark yang Ingin Bercerai

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 April 2019 21:42 9:42 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 April 2019 06:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Denamark memang memiliki reputasi sebagai negara yang penduduknya paling berbahagia di dunia. Namun, mereka juga yang paling tinggi angka perceraiannya di Eropa Barat.

Pada tahun 2017, hampir 50% pernikahan di negara itu berakhir dengan perceraian.

Dan untuk mengatasinya, sekarang pemerintah mewajibkan pasangan yang ingin bercerai mengikuti kursus sebelum pernikahan mereka secara hukum dapat diakhiri, lapor Euronews Senin (1/4/2019).

Profesor Gert Martin Hald, dari Universitas Kopenhagen yang ikut mengembangkan kursus tersebut, berkata kepada Euronews, “Kursus ini, yang dapat diakses melalui aplikasi, memberikan masukan perihal komunikasi dengan mantan pasangan dan bagaimana membantu anak-anak mereka.”

“Sebagian kasus perceraian di negara ini prematur, sekarang mereka memiliki waktu tiga bulan untuk merenungkannya,” kata Hald.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Tujuan utamanya adalah menyampaikan dampak-dampak buruk perceraian, tidak mesti menghalangi orang dari bercerai, tetapi memberikan posisi yang lebih baik kepada orang-orang dalam menghadapinya,” imbuh profesor itu.

“Kursus dapat dilakukan selama satu jam atau 15 jam tergantung seberapa banyak bantuan yang mereka rasa dibutuhkan.”

“Apa yang telah kami lakukan adalah membidik pada bagian proses perceraian yang sulit, seperti bagaimana berkomunikasi dengan bekas pasangan dan juga memahami reaksi dirinya sendiri serta reaksi dari anak-anak perihal perceraian itu,” papar Hald.

“Kami telah melakukan studi terhadap dua ribu lima ratus orang yang bercerai untuk melihat apakah kursus ini bermanfaat mengurangi depresi dan memperbaiki kondisi kesehatan fisik dari orang yang bercerai. Hasil studi selama periode 12 bulan menunjukkan efeknya positif,” imbuhnya.

Orang Denmark dapat mengajukan permohonan cerai secara online dan akan mendapatkan sertifikat cerai dalam waktu yang relatif cepat.

Kursus baru ini, yang diperuntukkan hanya bagi pasangan yang memiliki anak, dirancang untuk membantu kedua belah pihak merefleksikan seperti apa nantinya keadaan mereka apabila bercerai.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Brazil Jair Bolsonaro: “Saya Mencintai Israel”
Tulisan selanjutnya Menteri Kehakiman Gambia: Eks Presiden Yahya Jammeh Mencuri Sedikitnya $362 Juta Uang Negara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?