Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Perempuan Berompi Kuning ‘Penjaga Masjid al Aqsha’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Mei 2019 16:16 4:16 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Mei 2019 16:18
Bagikan
‘Relawan Perempuan Penjaga Masjidil Aqsha’, mengenakan rompi kuning, menjaga kegiatan ibadah selama bulan puasa suci Ramadhan di kompleks Masjid Al-Aqsha di Baitul Maqdis (Jerusalem) pada 26 Mei 2019.
Bagikan

Hidayatullah.com— ‘Perempuan Penjaga Masjid Al-Aqsha’, yang dikenal sebagai “murabit,” bertekad untuk melindungi tempat suci terlepas dari serangan ‘Israel’ di tengah kesibukan pekerjaan rumah sehari-hari.

Meski memiliki kesulitan ekonomi, sebanyak 53 perempuan Palestina ini dengan anak-anak kecil datang ke masjid setiap hari untuk menyampaikan pesan, “Muslim tidak akan pernah meninggalkan Haram al-Sharif.”

Mereka bahkan tidak menyerah untuk melindungi situs wakaf umat Islam sedunia ini, meski dihalangi ke masjid oleh ‘Israel’.

Mereka ditolak masuk ke Gerbang Masjid al-Silsila. Mereka bahkan digambarkan sebagai organisasi ilegal dan dimasukkan dalam daftar hitam penjajah ‘Israel’.

Salah satunya, Cihad er-Razem, 30, adalah seorang ibu dengan empat anak. Razem telah ditangkap oleh tentara ‘Israel’ tiga kali. Kepada wartawan Anadolu Agency, Razem mengatakan: “Ketika saya dibebaskan dan pulang ke rumah setelah saya ditangkap pertama kali, saya menemukan putri saya yang berusia delapan tahun, Afran, menangis. Dia menangis sepanjang hari. Muaz, empat anak berusia setahun, tidak berbicara kepada saya selama sehari. Dia sangat terpengaruh. ”

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Dalam penangkapan pertamanya, Razem dilarang memasuki Masjid Al-Aqsha selama dua minggu dan didenda 500 Shekel (Rp. 1.700.000). Ketika dia ditangkap untuk kedua kalinya, dia didenda dua kali lipatnya, 1.000 Shekel dan tidak diizinkan memasuki masjid selama sebulan. Dalam penangkapan terakhirnya, dia kembali membayar 1.000 Shekel dan tidak diizinkan memasuki masjid selama 50 hari.

Dia mengatakan bahwa kejahatannya di mata ‘Israel’ hanya meneriakkan “Allahu Akbar” di Masjid Al Aqsha.
Pada awalnya, dia merasa sulit untuk pergi ke masjid setelah dia membawa anak-anaknya ke sekolah, tetapi kemudian dia sangat menikmati pergi ke sana.

Tinggal di rumah dua kamar di lingkungan Silwan di Baitul Maqdis (Jerusalem) Timur, Razem mengatakan: “Kecintaan pada tempat suci (Al Aqsha) tumbuh baik di hati saya dan anak-anak saya. Kami mengikuti kursus hadits dan tafsir di masjid. Saya merasa ada sesuatu yang hilang jika saya tidak pergi ke sana meski hanya sehari. Saya merasa seseorang akan merusaknya.”

Razem mengerjakan semua pekerjaan rumahnya di malam hari sehingga dia bisa leluasa pergi ke masjid. Dia membawa anak-anaknya ke sekolah setiap hari dan kemudian pergi ke masjid.

“Saya membawa putra bungsu saya Muaz. Saya mengambil kursus Qur’an di sana. Jika saya melihat seorang pemukim Yahudi ketika saya pergi ke sana, saya mengatakan” Allahu Akbar” untuk menunjukkan perlawanan saya. Saya juga mengambil kursus Islam di sana,” katanya dikutip Daily Sabah.

“Dalam minggu-minggu sebelumnya, 53 perempuan Palestina, termasuk saya, dilarang dari masjid. Kita tidak akan pernah bisa masuk dari Gerbang al-Silsila,” tambahnya. Razem tidak pernah menyerah dan memprotes hingga pukul 02:30 malam di pintu dan kemudian pergi ke masjid. Di malam hari, dia membawa anak-anaknya dari sekolah dan kembali ke rumah. “Suamiku mendukungku dan ingin aku melindunginya. Anak-anakku juga mengerti situasinya,” tambahnya.

Razem mengatakan serangan oleh tentara ‘Israel’ telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya.

“Masjid memiliki arti penting dalam Islam, dan kami harus melindunginya,” katanya, seraya menambahkan: “Saya prihatin dengan masa depan tempat suci itu, kiblat pertama umat Islam. Apa yang terjadi di Masjid Ibrahimi sekarang kembali terjadi di sini. Jika dunia Islam tidak melawan, kita akan kehilangan tempat ini,” ujarnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baitul MaqdisisraelMasjid Al Aqshamurabitpalestinaperempuan PalestinaPerempuan Penjaga Masjid Al-Aqsha
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag: Qari Bima Juara MTQ Internasional Harumkan Indonesia
Tulisan selanjutnya Parlemen Desak Presiden Ukraina Akui Baitul Maqdis Ibukota ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?