Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Prof Din: Wafatnya Almarhum Yunahar Kehilangan bagi Dunia Islam

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 4 Januari 2020 16:57 4:57 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 4 Januari 2020 16:56
Bagikan
Muhammad Muqoddas (kanan) bersama Yunahar Ilyas dan Din Syamsuddin (kiri) pada Muktamar Muhammadiyah di Makassar tahun 2015.
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015 yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Prof M Din Syamsuddin, mengatakan, kepergian Almarhum Prof Yunahar Ilyas ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala adalah duka bagi segenap keluarga besar Muhammadiyah dan MUI.

“Kewafatannya bukan saja merupakan kehilangan bagi keluarga besar kedua organisasi itu, tapi juga bagi umat Islam Indonesia dan Dunia Islam. Almarhum adalah salah seorang ulama Indonesia yang ikut berkiprah di dunia, khususnya di forum Liga Muslim Sedunia (Rabithat al-‘Alam al-Islamy) yang berpusat di Makkah,” ujar Din dalam pernyataan tertulisnya diterima hidayatullah.com Jakarta, Sabtu (04/01/2020).

Din menuturkan, di Muhammadiyah, almarhum Yunahar merupakan kader sejak aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan kemudian di PP Muhammadiyah sejak tahun 2000.

“Beliau merupakan figur ulama yang memiliki wawasan pengetahuan keislaman yang luas. Kemampuan Bahasa Arab yang dimilikinya memungkinkan Almarhum mampu memdalami sumber-sumber Islam, Al-Qur’an dan Al-Hadits, serta literatur-literatur keislaman klasik maupun modern,” tuturnya.

Baca: Wamenag: Buya Yunahar Ulama yang Teguh Memegang Kebenaran

Fokus perhatian Yunahar pada tafsir, lanjut Din, menjadikannya seorang pakar tafsir yang mumpuni. Hal ini ikut mewarnai penulisan Tafsir Al-Tanwir yang merupakan salah satu produk monumental Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Selain seorang ulama, Almarhum Yunahar Ilyas adalah seorang muballigh handal yang piawai berceramah dalam bahasa sederhana dan mengena,” imbuhnya.

Tak pelak lagi, sambung Din, Yunahar merupakan aset Muhammadiyah yang unik dan langka.

Baca: UBN Ajak Warga Muhammadiyah Meneruskan Perjuangan Prof Yunahar

Di MUI, di mana Almarhum menjabat sebagai salah seorang Ketua kemudian Wakil Ketua Umum hingga akhir hayatnya, juga tak terlepas dari sentuhan pikiran Almarhum.

“Almarhum ikut mewarnai keputusan-keputusan MUI. Sebagai seorang ulama, Almarhum mampu memposisi diri pada Wasathiyat Islam sejati, yang tidak sekadar menekankan moderasi dan toleransi, tapi memadukannya dengan watak i’tidal dan tawazun.

Yang pertama menekankan penegakan keadilan dan adanya keadilan dalam masyarakat, maka pengamal Wasathiyat Islam sejati akan gusar dan prihatin jika merajalela berbagai bentuk ketidakadilan. Yang kedua, tawazun, juga mengejawantah dalam sikap kecenderungan menegakkan keseimbangan dan prihatin terhadap berbagai bentuk kesenjangan dan ketimpangan. Dua kriteria Wasathiyat Islam ini, i’tidal dan tawazun, sering dilupakan karena hanya terfokus pada moderasi dan toleransi. Akibatnya, kita menjadi lembek (bukan lembut) terhadap kemungkaran-kemungkaran terutama yang bersifat struktural yang melekat dalam sistem kehidupan kolektif/kebangsaan.

Baca: Fahmi Salim Ungkap Peran Prof Yunahar Menyelesaikan Masalah Umat

Dari jarak dekat, saya menilai Almarhum Yunahar Ilyas, sebagai ulama sejati, memiliki kuat komitmen kepada Wasathiyat Islam demikian. Hanya saja, Almarhum banyak memilih diam (tidak berbicara di ruang publik yang luas), dan hanya memilih berbicara pada audiens terbatas, yakni jamaah kajian tafsir yang diasuhnya. Sikap demikian sebenarnya cukup berarti dari pada banyak ulama lain yang bisu karenanya lidahnya kelu, atau cenderung menggebu-gebu membela pihak tertentu. Maka kewafatan ulama dari umat ini perlu menjadi peristiwa yang disikapi secara ijabi (responsif untuk mengajukan solusi),” paparnya panjang lebar.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Din SyamsuddinMuhammadiyahMUIulamaWaketum MUIWantim MUIYunahar Ilyas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wamenag: Buya Yunahar Ulama yang Teguh Memegang Kebenaran
Tulisan selanjutnya Hujan Bukan Biang Keladi Banjir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?