Hidayatullah.com– Beberapa waktu lalu, kegiatan Silaturahim Nasional (Silatnas) #IndonesiaTanpaJIL resmi dibuka oleh Akmal selaku koordinator pusat. Acara yang berlangsung selama 3 hari ini, diawali dengan sambutan dari Iqbal, Ketua Pelaksana Silatnas terpilih.
Saat ditanya bagaimana reaksi pengurus ITJ Jogja ketika ditunjuk sebagai tuan rumah Silatnas, Iqbal yang juga merupakan Koordinator Chapter Jogja berseloroh, “kaget dan awalnya merasa tidak siap. Pada saat ditunjuk, secara resmi chapter Jogja sedang dalam proses reorganisasi. Bahkan kepengurusan yang baru belum 100% lengkap. Namun Alhamdulillah setelah kepengurusan lengkap satu per satu kendala bisa diatasi. Pada akhirnya kami siap menyelenggarakan silatnas ITJ 4,” katanya (14/02/2020).
Sebelumnya, ITJ telah sukses melaksanakan kegiatan yang sama yaitu pada tahun 2012, 2013 dan 2017. Tahun ini, tema yang diusung adalah ITJ 4.0.
“Ini merupakan Silatnas yang ke-empat, selain itu 4.0 itu identik dengan era baru, jadi mau tidak mau ITJ harus membuat formula dakwah yang sesuai dengan perubahan agar mampu menghadapi tantangan di era baru ini,” terang Ade Candra selaku Tim Acara Silatnas 2020.
Sejalan dengan tema tersebut, terlihat acara di setiap sesi selalu identik dengan angka 4.
“Ya, kami mencoba menyelaraskan setiap sesi acara dengan tema. Mulai dari diskusi yang membahas empat isu, FGD yang membahas empat kategori hingga sesi games yang dipersiapkan sampai 4 jenis,” ungkap Azizah yang merupakan panitia dari Solo.
Tentang tema yang diusung ini, peserta dari Bandung yaitu Lewinda Jotari mengungkapkan bahwa tema yang diangkat ini sangat ‘fresh’, cocok juga untuk ITJ yang awal kiprahnya di cyberspace dimana sekarang hal tersebut sudah menjadi bidang industri tersendiri. Ditambah lagi ini memang silatnas ITJ yg ke-4.
Sementara itu, Ibnu Pradipta, salah seorang peserta yang berasal dari Malang berpendapat, “temanya kekinian banget, qadarullah pas dengan tren saat ini kan, yang lagi ramai dan digadang-gadang biasa disebut sebagai era Revolusi Industri 4.0, untuk itu ITJ harus lebih keren, gaul, hebat dan luas lagi geraknya.”* (An)