Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Gedung Putih Berikan Lampu Hijau Pencaplokan Tepi Barat

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 24 Juni 2020 11:09 11:09 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 24 Juni 2020 11:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para ajudan senior Presiden Amerika Donald Trump telah memulai diskusi pada Selasa (23/06/2020) untuk memberikan Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu lampu hijau rencana penyelesaian aneksasi Tepi Barat.

Dengan target 1 Juli untuk memulai proses aneksasi yang telah ditetapkan oleh Netanyahu, Gedung Putih mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh menantu Trump sekaligus penasehat senior Jared Kushner, penasehat keamanan nasional Robert O’brein, utusan Timur Tengah Avi Berkowitz dan duta besar Ameika untuk ‘Israel’ David Friedman, sebagaimana yang dikatakan oleh kantor pusat pemerintah Amerika dikutip dari Reuters (24/06/2020).

Ajudan senior Presiden AS Donald Trump memulai diskusi pada hari Selasa (23/06/2020) untuk memberikan Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu lampu hijau untuk rencana rencana perampasan wilayah di Tepi Barat.

Dengan target 1 Juli Netanyahu untuk memulai proses aneksasi yang semakin mendekat, Gedung Putih mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh menantu Trump sekaligus penasehat senior Jared Kushner, penasehat keamanan nasional Robert O’brein, utusan Timur Tengah Avi Berkowitz dan duta besar Ameika untuk ‘Israel’ David Friedman, sebagaimana yang dikatakan oleh kantor pusat pemerintah Amerika dikutip dari Reuters (24/06/2020).

Trump, yang telah dikecam oleh Palestina dan negara-negara Arab atas dukungannya kepada Netanyahu, tidak berpartispasi dalam rapat tersebut. Tapi kantor pemerintahan mengatakan bahwa ia dapat bergabung nanti setelah pembahasan minggu ini berlanjut.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Di bawah proposal perdamaian Timur Tengah yang diluncurkan oleh Trump pada bulan Januari, diperkirakan bahwa Amerika Serikat akan mengakui permukiman ilegal Zionis – yang dibangun di atas wilayah milik Palestina – sebagai bagian dari ‘Israel’.

Proposal Trump menginginkan untuk menciptakan negara Palestina di bawah rencana perdamaian yang lebih luas tetapi memaksakan kondisi yang seperti penjajahan di atasnya. Para pemimpin Palestina telah sepenuhnya menolak inisiatif tersebut.

Dengan dorongan dari Trump, Netanyahu bermaksud untuk meluncurkan proyeknya memperluas kedaulatan atas pemukiman Palestina dan lembah Jordan, dengan mengandalkan persetujuan AS. Sebagian besar negara memandang permukiman ‘Israel’ sebagai ilegal, dan para pemimpin Palestina menyuarakan kemarahan atas prospek aneksasi tersebut.

Di antara opsi-opsi utama yang dipertimbangkan AS adalah proses bertahap di mana ‘Israel’ pada awalnya akan menyatakan kedaulatan atas beberapa pemukiman yang berdekatan dengan Yerusalem, bukannya 30% Tepi Barat yang dibayangkan dalam rencana awal Netanyahu.

Trump belum menutup pintu untuk aneksasi yang lebih besar, tetapi kekhawatiran bahwa membiarkan ‘Israel’ bergerak terlalu cepat dapat membunuh harapan untuk menarik warga Palestina ke dalam pembicaraan mengenai rencana Trump, ujar sebuah sumber dari kementrian AS.

Ada juga kekhawatiran terhadap tentangan dari Yordania, satu dari hanya dua negara yang memiliki perjanjian damai dengan ‘Israel’, dan dari negara-negara Teluk yang diam-diam memperluas keterlibatan dengan ‘Israel’.

Para pejabat pada hari Selasa mengadakan apa yang oleh satu sumber disebut “diskusi internal informal.” Tidak ada keputusan yang diambil pada pertemuan itu, yang dihadiri Kushner sebelum pergi bersama Trump dalam perjalanan ke Arizona, kata pejabat AS tersebut.

Washington juga telah menegaskan bahwa mereka menginginkan agar pemerintah ‘Israel’, yang terbagi atas masalah ini, untuk mencapai konsensus.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaGedung PutihisraelpalestinaTepi Barat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mendudukkan Fikih Islam
Tulisan selanjutnya Wapres: Usaha Syariah Harus Lebih Ketat Memenuhi Ketentuan Syariat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?