Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Rencana Pencaplokan Tepi Barat: Ribuan Warga Palestina Unjuk Rasa, Hamas Siapkan Rudalnya

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 2 Juli 2020 16:39 4:39 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 2 Juli 2020 16:39
Bagikan
Perang darat memungkinkan serdadu Zionis untuk diculik pejuang
Bagikan

Hidayatullah.com–Dengan tidak adanya pengumuman pada tanggal yang dijadwalkan Zionis ‘Israel’ sendiri, para penentang rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat – terutama warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza – telah berkumpul. Beberapa ribu orang pada hari Rabu (1/7/2020)  mengibarkan bendera Palestina dan plakat mengecam Trump pada aksi protes di kota Gaza, sementara itu demonstrasi juga sedang dibangun di kota Ramallah dan Jericho.

Warga Palestina mengatakan akan bertekad melakukan perlawanan terhadap setiap usaha perampokan tanah yang dilakukan penjajah ‘Israel’. “Perlawanan harus dihidupkan kembali,” pengunjuk rasa Rafeeq Inaiah mengatakan. “‘Israel’ takut akan kekuatan,” katanya dikutip TrtWorld.

“Pencaplokan adalah ancaman terhadap rakyat Palestina dan melanggar resolusi legitimasi internasional,” Saadi Abed dari Uni Demokratik Palestina (FIDA), berpidato pada aksi di Gaza. “Perebutan tanah akan membangkitkan intifada baru Palestina,” katanya, yang meminta rakyat Palestina untuk merapatkan barisan dan “mengakhiri perpecahan untuk menghadapi rencana pencaplokan,” tambahnya.

Abed menyerukan Otoritas Palestina untuk melakukan upaya agar “‘Israel’ dapat diminta pertanggungjawaban di depan Mahkamah Pidana Internasional atas kejahatannya terhadap rakyat Palestina.”

Sementara itu, Hamas telah menguji rudalnya untuk memperingatkan Zionis ‘Israel’ mengenai rencana pencaplokan. Pejuang Hamas yang mengelola Gaza menembakkan rentetan rudal ke laut pada Rabu sebagai peringatan kepada Zionis ‘Israel’ untuk tidak mencaplok Tepi Barat, sumber di organisasi itu mengatakan.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Unjuk kekuatan itu melibatkan 20 rudal yang diluncurkan dari wilayah pantai Palestina tersebut sementara protes berlanjut di Gaza. Minggu lalu Hamas mengatakan bahwa jika Zionis ‘Israel’ melanjutkan rencana pencaplokan, sebagaimana diatur dalam rencana ‘perdamaian’ AS, itu akan berarti deklarasi perang terhadap Palestina.

Rencana Timur Tengah Trump

Rencana Trump, diungkapkan pada Januari, menawarkan jalan bagi Zionis ‘Israel’ untuk mencaplok wilayah dan memperluas pemukiman ilegal Yahudi Tepi Barat. Tindakan ini jelas kejahatan dan dianggap ilegal di bawah hukum internasional.

Netanyahu telah menyuarakan dukungan antusias terhadap rencana Trump itu – yang telah ditolak mentah-mentah oleh rakyat Palestin – tetapi perdana menteri sayap kiri itu belum mengungkapkan niatnya untuk memberlakukan proposal AS.

Tumbuhnya penentangan global

Sementara AS telah menawarkan dukungan diam-diam untuk pencaplokan, meskipun rencana itu direncanakan oleh Netanyahu, hampir semua masyarakat internasional secara vokal menentang proyek itu.  Menulis di surat kabar Yedioth Ahronoth pada Rabu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa meskipun ia adalah “pembela ‘Israel’ yang bergairah,” ia memandang pencaplokan “bertentangan dengan kepentingan jangka panjang ‘Israel’ sendiri.”

“Pencaplokan akan mewakili sebuah pelanggaran hukum internasional,” katanya.

Dalam kritik langka kepada ‘Israel’ oleh Australia, Kementrian Luar Negeri Australia mengeluarkan pernyataan pada Rabu memperingatkan menentang “pencaplokan sepihak atau perubahan status wilayah Tepi Barat.”

Prancis, Jerman bersama dengan beberapa negara Eropa lain dan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menentang pencaplokan, selain negara-negara Arab Teluk, yang semakin mencari hubungan hangat dengan ‘Israel’. Jordania, salah satu dari dua negara Arab yang memiliki hubungan diplomatik dengan ‘Israel’, telah memperingatkan bahwa pencaplokan dapat memicu “konflik besar” dan tidak mengesampingkan peninjauan kembali perjanjian damai 1994 dengan negara Zionis Yahudi.

Penentangan domestik

Menteri pertahanan dan perdana menteri pengganti ‘Israel’ Benny Gants telah mengatakan pencaplokan harus menunggu sampai krisis virus corona terkendali, di tengah lonjakan tajam dalam kasus-kasus baru di Palestina.  Gantz akan mengambil alih jabatan perdana menteri Zionis ‘Israel’ pada November 2021 berdasarkan ketentuan kesepakatan koalisi.

‘Israel’ mencaplok Yerusalem Timur setelah Perang Enam Hari 1967 dan kemudian Dataran Tinggi Golan di perbatasan Suriah pada 1981, dalam langkah-langkah yang tidak pernah diakui oleh sebagian besar komunitas internasional. Sementara beberapa pemukim mendesak Netanyahu untuk mengambil tindakan serupa di Tepi Barat yang diduduki, pemukim lain menentang rencana Trump, karena membayangkan pembentukan negara Palestina di sekitar 70 persen dari Tepi Barat yang diduduki.

“Rencana Trump adalah untuk mendirikan negara Palestina di tanah ‘Israel’ sementara meninggalkan orang-orang Yahudi dengan remah-remah kecil,” kata Daniela Weiss, seorang pemimpin gerakan pemukim.

“Hal ini tidak akan terjadi. Kami tidak akan memakan umpan ini. Kami tidak akan jatuh ke dalam perangkap ini.”

Meskipun menghadapi banyak tantangan untuk mengimplementasikan rencana Trump, para ahli telah menekankan bahwa Netanyahu masih akan bergerak maju dalam beberapa hari mendatang. Netanyahu mungkin memperhatikan pemilihan presiden AS dan jika terlalu bersemangat untuk bertindak ia takut Trump tidak akan memenangkan masa jabatan kedua.

Sementara itu, calon-calon Partai Demokrat AS Joe Biden menentang pencaplokan sepihak oleh ‘Israel’.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AneksasiHAMASisraelpalestinapencaplokan Tepi Barat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 15 Negara yang Tak Ramah Muslim [1]
Tulisan selanjutnya PBB: Masih ada 300 Pengungsi Rohingya Terombang-ambing di Lautan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?