Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pelaku Serangan atas Sebuah Sinagog dan Masjid Dihukum 2 Kali Penjara Seumur Hidup

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Desember 2021 09:59 9:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Desember 2021 09:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang pemuda Amerika Serikat berusia 22 tahun penganut ideologi supremasi kulit putih, hari Selasa (28/12/2021), dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena membunuh seorang wanita dan melukai tiga orang lain di sebuah Sinagog di Southern California pada 2019. Hukuman itu menambah hukuman kurungan seumur hidup yang diterimanya tiga bulan silam di pengadilan negara bagian.

Dilansir Associated Press, John T. Earnest tidak berbicara di ruang persidangan yang dipenuhi oleh korban, keluarga dan jemaat sinagog. Di pengadilan negara bagian, pengacaranya mengatakan kliennya ingin berbicara tetapi ditolak oleh hakim, dengan alasan tidak ingin memberikan ruang dan tempat bagi pemuda itu untuk mengutarakan kebenciannya.

Ellis Johnston III mengatakan kliennya mengakui bahwa apa yang telah dilakukannya “tidak patut”, pernyataan yang disambut dengan skeptisisme oleh jaksa penuntut federal Peter Ko. Menurut jaksa Earnest baru menunjukkan penyesalan setelah melakukan penembakan, ketika dia menelepon seseorang dalam pembicaraan yang direkam.

Hakim distrik AS Anthony Battaglia mengatakan bahwa hukuman penjara seumur hidup yang ditetapkan oleh pengadilan federal dan pengadilan negara bagian dilaksanakan secara bersusulan satu setelah lainnya dan bukan bersamaan. Hakim mengakui bahwa ketetapan itu bersifat simbolik dan tidak lain dimaksudkan untuk mengirimkan pesan yang tegas.

Hakim menolak permintaan pengacara pembela agar Earnest tetap berada di penjara negara bagian.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Jelas [kasus] ini sangat serius,” kata Battaglia, yang menginginkan hukuman dilaksanakan di penjara federal.

Earnest, dengan tangan diborgol, menatap lurus ke depan tanpa ekspresi selama dua jam persidangan, yang menandai berakhirnya proses hukum kasus serangan terhadap sebuah tempat ibadah Yahudi yang dilakukannya.

Pemuda itu mengaku bersalah atas di pengadilan federal pada bulan September atas dakwaan kejahatan kebencian setelah Departemen Kehakiman mengatakan tidak akan menuntunnya hukuman mati. Pihak pengacara pembela dan jaksa penuntut merekomendasikan penjara seumur hidup ditambah 30 tahun.

Pada bulan yang sama, Earnest menerima tuntutan penjara seumur hidup lainnya setelah dia bersedia mengaku bersalah guna menghindari hukuman mati.

Vonis bersalah atas pembunuhan dan percobaan pembunuhan di sinagog dan aksi pembakaran di sebuah masjid di sekitar daerah yang sama sebelumnya menjadikan pemuda itu harus mendekam dalam sel seumur hidup tanpa peluang pembebasan bersyarat, ditambah 137 tahun penjara.

Beberapa menit setelah melakukan aksi penembakan di hari terkahir masa hari raya Pesach (Paskah), Earnest menghubungi petugas 911 untuk mengatakan bahwa dia telah melakukan penembakan di sinagog untuk menyelamatkan orang-orang kulit putih.

“Saya membela bangsa kita melawan orang-orang Yahudi, yang berusaha menghancurkan semua orang kulit putih,” katanya.

Pemuda asal San Diego itu terinspirasi oleh penembakan massal di Tree of Life Congregation di Pittsburgh dan di dua masjid di Christchurch, New Zealand, tidak lama sebelum dia menyerang Chabad of Poway, sebuah sinagog dekat San Diego, pada 27 April 2019. Dia kerap mengakses 8chan, sudut gelap internet tempat orang memposting pandangan ekstremis, rasis, dan kekerasan.

Earnest secara legal membeli membeli senapan semi-otomatis di San Diego sehari sebelum serangan, menurut kejaksaan federal. Dia memasuki sinagog dengan 10 peluru dan 50 peluru lain tersimpan di rompinya. Namun, dia kemudian melarikan diri dengan mobilnya setelah kesulitan untuk mengisi ulang senapan dan jemaat sinagog mengejarnya.

Earnest membunuh Lori Gilbert-Kaye, 60, yang ditembak dua kali di lobi, dan melukai seorang anak perempuan berusia 8 tahun, pamannya serta rabi Yisroel Goldstein, yang memimpin kebaktian pada hari raya besar Yahudi kala itu.

Earnest – mahasiswa berprestasi, atlet dan musisi yang sedang belajar  untuk menjadi perawat di California State University, San Marcos – juga dihukum karena kasus pembakaran sebuah masjid di Escondido sekitar sebulan sebelum dia menyerang sinagog itu.

“Semua orang di negeri ini harus bisa bebas menjalankan agamanya tanpa takut diserang,” kata Jaksa Agung AS Merrick Garland. “Kejahatan mengerikan yang dilakukan oleh terdakwa ini adalah serangan terhadap prinsip-prinsip dasar bangsa kita.”

Orangtua Earnest mengeluarkan pernyataan setelah penembakan yang yang dilakukan putranya mengejutkan dan menyedihkan banyak orang. Mereka menyebut tindakan putranya itu sebagai “misteri yang mengerikan.”

“Yang sangat memalukan bagi kami, dia sekarang menjadi bagian dari sejarah kejahatan yang telah dilakukan pada orang-orang Yahudi selama berabad-abad,” kata orangtua Earnest.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatcaliforniaJohn T Earnestmasjidsinagogsupremasi kulit putihyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemimpin Umum Hidayatullah: Berbahagialah Terlibat di Jalan Dakwah ini
Tulisan selanjutnya pwnu jatim PWNU Jatim Mohon KH Miftachul Akhyar Tak Mundur dari MUI, Usulkan yang Lain Bersikap Serupa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?