Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Universitas Tertua di Dunia Ini Tetap Buka dengan Pengajaran Masih Tradisional

Al-Qarawiyyin, universitas tertua yang memberikan gelar sarjana pertama di dunia yang didirikan seorang wanita Muslim, masih buka dengan pengajaran yang tradisonal

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 September 2024 05:56 5:56 am
Ahmad
Dipublikasikan 4 September 2024 06:30
Bagikan
Universitas pertama di dunia memberikan gelar sarjana, Universitas al-Qarawiyyin, Madrasah Al-Attarine, Fez, Maroko, 12 November 2019. (Foto iStock)
Bagikan

Hidayatullah.com | TAHUKAH ANDA, universitas tertua di dunia tidak berada di Eropa, seperti yang diasumsikan kebanyakan orang. Universitas ini berada di Maroko dan didirikan oleh seorang wanita Muslim dua abad sebelum pendahulunya yang lebih dikenal luas.

Ketika berbicara tentang universitas tertua di dunia, mungkin yang pertama kali terlintas di pikiran kebanyakan orang adalah Oxford dan Bologna. Namun, menurut UNESCO dan Guinness World Record, Universitas Al-Qarawiyyin (ditulis juga Al-Karaouine) adalah “lembaga pendidikan tertua yang masih ada dan terus beroperasi di dunia.”

Didirikan pada tahun 859 M oleh Fatima al-Fihri kelahiran Tunisia di Fez, Maroko, universitas ini bukan hanya lembaga pendidikan tinggi tertua di Bumi, tetapi juga yang pertama kali didirikan oleh seorang wanita, dan seorang Muslim.

Fatima menggunakan warisannya dari kekayaan ayahnya yang pedagang untuk mendirikan universitas yang dimulai sebagai sekolah terkait – yang dikenal sebagai madrasah – dan masjid yang akhirnya berkembang menjadi tempat pendidikan tinggi.

Universitas ini juga memperkenalkan sistem pemberian gelar menurut berbagai tingkat studi dalam berbagai bidang, seperti studi agama, tata bahasa, dan retorika. Meskipun universitas ini awalnya berfokus pada pengajaran agama, bidang studinya dengan cepat berkembang hingga mencakup logika, kedokteran, matematika, dan astronomi, di antara banyak lainnya.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Berkat beragamnya topik dan mutu pendidikan yang ditawarkan, para cendekiawan dan mahasiswa dari seluruh dunia Muslim mengunjungi dan mendaftar di lembaga tersebut.

Popularitasnya menjadi begitu luar biasa sehingga universitas tersebut memperkenalkan sistem seleksi yang ketat, yang mengharuskan mahasiswa untuk hafal Al-Quran dan memiliki pengetahuan yang baik tentang bahasa Arab serta ilmu-ilmu umum.

Para sultan pada masa itu mendukung universitas tersebut dengan subsidi, hadiah, dan terutama buku-buku dan manuskrip. Hal ini menyebabkan Universitas al-Qarawiyyin memiliki beberapa perpustakaan di gedung-gedung utamanya dan sampingnya, yang menampung banyak sekali karya-karya yang berpengaruh pada masanya.

Perpustakaan bersejarah tersebut terbuka untuk umum hingga hari ini dan memamerkan ijazah asli al-Fihri, yang pada masa itu dipahat pada papan kayu. Perpustakaan tersebut saat ini menyimpan lebih dari 4.000 manuskrip berharga dalam berbagai bidang, termasuk salinan bersejarah kitab suci Islam, Al-Quran.

Beberapa teks berharga ini termasuk karya abad ke-14 “Al-Muqaddimah” dan salinan asli “Al-‘Ibar” karya sejarawan Muslim terkenal Ibnu Khaldun, seorang pelopor sosiologi. Karya lainnya seperti “Al-Muwatta” yang terkenal – koleksi teks hadis Nabi Muhammad ﷺ paling awal yang dikumpulkan oleh Imam Malik, dianggap sebagai salah satu teks hukum pertama yang menggabungkan hadis dan fiqih, yurisprudensi Islam.

Seperti yang lazim di universitas-universitas modern, al-Qarawiyyin menyelenggarakan debat dan simposium secara berkala, yang mempromosikan pertukaran pengetahuan dan pengembangan sains.

Universitas itu sendiri didirikan berdasarkan konsep pendidikan tinggi seperti yang kita kenal sekarang. Gagasan Al-Fihri adalah menciptakan ruang sosial yang memungkinkan pertukaran intelektual untuk pembelajaran dan pengajaran yang progresif.

Tidak salah jika dikatakan bahwa gagasan dan visi Fatima memengaruhi banyak universitas di seluruh Eropa. Dengan struktur pembelajaran profesional dan kelembagaannya – yang sebelumnya tidak terlihat dan tidak pernah terdengar – bergema di seluruh benua Eropa pada abad-abad berikutnya.

Negara-negara Eropa dengan cepat melihat potensi besar di balik konsep pembelajaran ini dan segera mendirikan dan mengadopsi lembaga mereka sendiri. Di antara yang paling terkenal adalah Universitas Bologna, yang didirikan pada tahun 1088 di Italia, dan Universitas Oxford yang didirikan pada tahun 1096 di Inggris.

Foto menunjukkan detail masjid di Universitas al-Qarawiyyin, Fez, Maroko. (Foto iStock)

Sepanjang sejarahnya, universitas ini telah menjadi tempat tinggal bagi para cendekiawan yang terkenal hingga saat ini, seperti kartografer abad ke-12 Mohammed al-Idrisi, yang petanya membantu penjelajahan Eropa selama Renaisans.

Meskipun universitas ini merupakan tempat berkumpulnya para mahasiswa studi Islam, universitas ini juga menarik orang-orang dari agama lain. Salah satu cendekiawan Kristen yang mengunjungi al-Qarawiyyin adalah Paus Sylvester II (946-1003), yang dikenal memiliki minat besar pada matematika dan astronomi.

Namun, universitas tersebut baru ditambahkan ke dalam sistem universitas Maroko pada tahun 1963. Bertentangan dengan kesalahpahaman umum, baik wanita maupun pria dapat kuliah di universitas tersebut.

Pada tahun 1965, lembaga tersebut secara resmi diberi nama Universitas al-Qarawiyyin, bukan al-Qarawiyyin. Pada awal tahun 1990-an, jumlah mahasiswanya menyusut secara signifikan karena minat terhadap universitas-universitas baru bergaya Barat.

Hingga hari ini, universitas tersebut masih mempertahankan cara tradisional dalam mengajar mahasiswa dengan duduk membentuk setengah lingkaran, disebut halaqah, di sekitar syekih atau guru.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-QarawiyyinFatima Al-Fihrigelar sarjana pertamaHeadlinejuga Al-KaraouinePilihan RedaksiUniversitas Tertua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya CM Punk Pegulat WWE Dukung Palestina Unggah Dukungan untuk Palestina, Pegulat WWE CM Punk Banjir Pujian
Tulisan selanjutnya Amerika Serikat Sita Pesawat Presiden Venezuela Nicolás Maduro

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza

Berita
2 Juli 2026 19:40
Pemerintah, DPR, dan MUI Sambut Positif Wacana RUU Pidana LGBT
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir

Terbaru

  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran
  • Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas
  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?