Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Perang Gaza Akibatkan Ekonomi Merosot, Kemiskinan Mengancam ‘Israel’

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 26 September 2024 19:14 7:14 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 26 September 2024 16:00
Bagikan
Kemiskinan Israel
Bagikan

Hidayatullah.com – Serangan Zionis di Gaza yang hampir berusia satu tahun membawa konsekuensi serius bagi ekonomi ‘Israel’ dengan ancaman kemiskinan yang membayangi para pemukim Yahudi.

Daftar isi
  • Perang ‘Israel’ menunjukkan kemiskinan
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Sebelum 7 Oktober, ekonomi Israel telah menunjukkan tanda-tanda melemah. Hal itu kemudian diperparah saat Operasi Taufan Al-Aqsha (Badai Al-Aqsa) dan serangan ‘Israel’ ke Jalur Gaza.

Selama kuartal keempat tahun 2023, PDB Israel berkontraksi sebesar 21%. Meskipun mengalami pemulihan sebesar 14% pada kuartal pertama tahun 2024, pertumbuhan melambat dan berada pada angka 0,7% pada kuartal kedua, yang mendorong para ekonom seperti Jacques Bendelac untuk memperingatkan kemungkinan resesi jika perang tidak segera berakhir.

Sebuah perusahaan pasar modal Fitch Ratings memperkirakan pada bulan Agustus bahwa perang Gaza—yang sekarang merupakan perang terpanjang sejak tahun 1948—berpotensi berlanjut hingga tahun 2025. Ekonomi “Israel” akan semakin terpuruk di bawah ancaman perang multi-front karena agresi di front utara dengan Lebanon meningkat.

Tiga lembaga pemeringkat kredit utama, termasuk Fitch, menurunkan peringkat utang Israel, yang mungkin mengindikasikan bahwa “Israel” tidak dapat menutup kewajibannya, meskipun peringkat kredit masih tetap tinggi.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Sektor pertumbuhan utama “Israel” adalah teknologi dan industri persenjataan, yang keduanya dikecualikan dari risiko perang sampai batas tertentu. Namun, bidang-bidang utama lainnya seperti pariwisata, konstruksi, dan pertanian mengalami dampak berat dan “mati satu demi satu”, kata Bendelec.

Setelah 7 Oktober, “Israel” berhenti mengeluarkan izin kerja untuk warga Palestina, yang merupakan mayoritas angkatan kerja, yang mengakibatkan kekurangan tenaga kerja yang signifikan. Sebelum perang, sekitar 100.000 warga Palestina diberi izin kerja di wilayah pendudukan, dibandingkan dengan 8.000 saat ini, ungkap Kav LaOved, organisasi hak buruh “Israel”.

Di Tel Aviv, yang dianggap sebagai pusat ekonomi “Israel”, pembangunan terhenti, sehingga gedung pencakar langit dan proyek transportasi tidak rampung. Sejak 7 Oktober, pariwisata juga menurun drastis, karena perang yang sedang berlangsung menghalangi wisatawan dan peziarah.

Dari Januari hingga Juli, “Israel” menerima 500.000 wisatawan, hanya seperempat dari jumlah tersebut dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menurut Kementerian Pariwisata.

Perang ‘Israel’ menunjukkan kemiskinan

Menurut Bendelac, selama dua puluh tahun terakhir, “Israel” sangat bergantung pada konsumsi kredit. Namun, keluarga pemukim tidak mampu membayar utang dan pinjaman mereka, terutama di tengah situasi saat ini.

Ia memperingatkan bahwa biaya hidup yang tinggi, dikombinasikan dengan perlambatan ekonomi, “pasti akan menyebabkan peningkatan kemiskinan.” Organisasi kemanusiaan telah menyaksikan meningkatnya permintaan akan layanan mereka, dengan munculnya individu baru dalam jalur distribusi makanan.

Misalnya, di tempat parkir pusat perbelanjaan di Rishon Lezion, LSM Pitchon-Lev, atau “Open Heart,” menyediakan keranjang buah, sayuran, dan daging gratis dua kali seminggu. Pendiri Eli Cohen menyatakan bahwa sejak perang dimulai, organisasi tersebut telah melipatgandakan kegiatannya, dan sekarang mendukung hampir 200.000 keluarga di seluruh wilayah pendudukan.

Penerima manfaat baru termasuk “individu muda, keluarga dengan suami yang bertugas sebagai tentara cadangan, banyak mantan donor, dan semua orang yang dievakuasi dari permukiman utara karena kebakaran di garis depan utara.

Mengenai prospek pemulihan, Bendelac mencatat bahwa “biasanya ada pemulihan ekonomi yang kuat” setelah berakhirnya perang. Namun, ia memperingatkan bahwa “semakin lama perang ini berlanjut, pemulihan akan semakin lambat dan lebih menantang.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekonomigenosida GazaisraelkemiskinanPerang Palestina-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bangladesh Izinkan Anggota Tentara Wanitanya Mengenakan Seragam Jilbab
Tulisan selanjutnya Adopsi Anak Rusia Rusia Larang Adopsi dari Negara yang Bolehkan Ganti Kelamin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?