Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Simbol Perlawanan Khaled Nabhan, Syahid Akibat Pengeboman ‘Israel’

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Desember 2024 20:07 8:07 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 Desember 2024 20:05
Bagikan
Kakek Khaled Nabhan yang vidal dengan ungkapan Ruh al Ruh (soul of the soul)
Bagikan

Hidayatullah.com—Khaled Nabhan, kakek Palestina yang berduka yang mengucapkan selamat tinggal kepada cucunya Reem dengan ungkapan “Ruh al Ruh”, telah syahid oleh serangan udara Israel, kutip TRT World.

Nabhan, yang dikenal sebagai “Sheikh Abu Diaa”, sempat viral di seluruh penjuru dunia setelah videonya menggendong sang cucu yang syahid bernama Reem beberapa bulan lalu.

Saat itu Ia memeluk tubuh Reem, sambal mengucapkan kalimat, “Ini adalah ruh dari ruh.”

Itulah kata-kata Khaled Nabhan saat mengucapkan selamat tinggal yang menyayat hati kepada cucunya yang berusia 3 tahun,  yang syahid bersama saudara laki-lakinya yang berusia 5 tahun, Tarek, dalam serangan udara Israel di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza selatan pada 22 November 2023.

Momen yang memilukan itu, yang terekam dalam foto dan video, memperkenalkan dunia kepada seorang pria yang kesedihan dan cintanya menjadi simbol penderitaan yang dialami oleh warga Palestina.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Pada hari Senin, 16 Desember 2024, tembakan artileri penjajah Israel menghantam kamp yang sama tempat Khaled pernah berkabung atas cucu-cucunya.

Kematiannya menandai akhir tragis dari kehidupan yang, selama setahun terakhir, telah menyentuh hati di seluruh dunia dengan ketangguhan dan kemanusiaannya.

Perpisahan seorang kakek

Dunia pertama kali bertemu Khaled melalui gambar-gambar dirinya yang sedang menggendong tubuh Reem yang tak bernyawa, dengan lembut menyeka puing-puing dari wajahnya, membelai rambutnya, dan mencium keningnya.

Suaranya bergetar saat memanggilnya “Ruh al Ruh” (jiwa dari jiwaku).

Momen itu begitu mentah dan tanpa filter, kesedihan seorang kakek yang murni dan tak tertahankan atas seorang anak yang telah membawa cahaya dalam hidupnya.

“Ketika saya mengucapkan kata-kata itu, itu keluar tanpa disadari,” Khaled kemudian berbagi dengan TRT dalam sebuah wawancara.

Ia menceritakan bagaimana ia bahkan tidak menyadari bahwa ia sedang direkam, begitu tenggelam dalam kesedihannya.

Video Khaled dan Reem, yang sedang bermain dengan gembira sesaat sebelum kematiannya, beredar luas, menyentuh jutaan orang.

Di TikTok, Instagram, dan platform sosial lainnya, orang-orang bereaksi dengan air mata dan solidaritas, berbagi cerita kesedihan mereka sendiri dan memposting pesan dukungan.

Namun, respons Khaled terhadap tragedi itu tidak berhenti pada duka cita.

Warisan ketahanan

Apa yang ditinggalkan Nabhan untuk dunia ini adalah simbol ketahanan bangsa Palestina.

Dalam minggu-minggu setelah kematian Reem dan Tarek, Khaled menyalurkan kesedihannya ke dalam tindakan. Ia sering terlihat membantu keluarga yang terluka di rumah sakit dekat rumahnya, menawarkan kenyamanan dan bantuan.

Ia meluncurkan inisiatif kemanusiaan, Reem: Soul of the Soul, yang didedikasikan untuk membawa kebahagiaan bagi anak-anak Gaza dengan mendistribusikan mainan dan hadiah.

Bersama ibu Reem, upaya Khaled meliputi berbagi video tentang pekerjaan mereka, memulangkan anak-anak terlantar, dan mengadvokasi hak-hak mereka.

Melalui akun Instagram-nya, yang diikuti hampir satu juta pengikut, Khaled mendokumentasikan kehidupan di Gaza selama perang yang sedang berlangsung.

Unggahannya mengungkap kekejaman, kehancuran, dan korban jiwa akibat konflik, memberikan dunia pandangan sekilas tentang kehidupan yang terkepung.

Meskipun kehilangan begitu banyak, Khaled tetap menjadi simbol ketahanan. Setelah gencatan senjata singkat pada November 2023, ia kembali ke rumahnya yang hancur, menghidupkan kembali kenangan tentang cucu-cucunya.

Ia menanggung kehilangan mereka dengan bermartabat, bertekad untuk membuat hidup mereka yang singkat menjadi bermakna melalui pekerjaannya.

Sekarang, pada hari ke-437, genosia Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 44.976 warga Palestina dan melukai 106.759 orang.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazagenosida IsraelHeadlineisraelKhaled Nabhanpalestinaperlawananruh al ruhsoul of the soul
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya otoritas palestina Aparat Otoritas Palestina Membunuh Pejuang Senior Brigade Jenin
Tulisan selanjutnya Ramzan Kadyrov Siap Kirim Gandum dari Chechnya ke Suriah Bila Diperlukan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sebut Orang Palestina Bukan Manusia, Menteri ‘Israel’ Serukan Pembunuhan Massal

Berita
17 Agustus 2026 20:07
Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
‘Israel’ Kembali Langgar Gencatan Senjata, Bunuh Kepala Polisi Gaza
DPR Kecam Dugaan Promosi Miras Pakai Ayat Alquran, Belajar dari Kasus Holywings

Terbaru

  • Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
  • Nasib Pengungsi Rohingya, Mau Pulang Harus Minta Izin Pemerintah Myanmar
  • Sebut Orang Palestina Bukan Manusia, Menteri ‘Israel’ Serukan Pembunuhan Massal
  • Takuti Warga ‘Israel’, Netanyahu Pajang Wajah Para Pemimpin Muslim di Baliho Pemilu
  • Raja Yordania akan Melawat ke China
  • Kantor Perdana Menteri Pemerintah Kurdistan Diserang Drone
  • HUT ke-81 RI, MUI: Mari Jaga Moral Bangsa dari Penyimpangan Seksual
  • Haedar Nashir: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Menjadi Agenda Utama
  • Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
  • Turki dan Saudi Perkuat Kerjasama Energi, Usai Sepakati Pakta Pertahanan Makkah

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?