Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Anonymous Bakal Gelar OpGTMO, Siapa Ikut?

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Mei 2013 15:36 3:36 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Mei 2013 15:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kelompok peretas Anonymous telah mengumumkan akan menandai 100 hari aksi mogok makan para tahanan Guantanamo dengan melancarkan aksi protes selama 3 hari, dan menyeru publik ikut ambil bagian dalam aksi global mereka baik di dunia maya maupun di dunia nyata.

“Kami menyatakan solidaritas untuk para pelaku mogok makan di Guantanamo. Kami akan menutup Guantanamo,” kata Anonymous dalam pernyataan dikutip Russia Today Selasa (7/5/2013).

Kelompok hacktivist itu tidak menyebutkan secara terperinci bagaimana aksi mereka akan dilakukan. Namun mereka berjanji akan membombardir pesan di Twitter, email dan fax. Protes massal menentang keberadaan penjara Guantanamo itu akan digelar mulai 17 Mei hingga 19 Mei mendatang.

Anonymous menuntut bukti nyata dari Presiden AS Barack Obama yang berjanji akan menutup penjara itu. Guantanamo merupakan kamp konsentrasi, kata Anonymous.

Kelompok itu juga mengecam kebijakan pengelola penjara Guantanamo yang memaksa makan sejumlah tahanan pelaku mogok makan. Sebagaimana diketahui, Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam tindakan pemberian makan paksa itu dan menyebutnya sebagai bentuk penyiksaan atas para tahanan yang melanggar hukum internasional.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“(Penjara) Teluk Guantanamo harus ditutup segera, para tahanan harus dipulangkan ke negara asal mereka atau diadili secara adil di pengadilan federal. Guantanamo adalah kejahatan perang yang terus berlangsung. Anonymous tidak lagi akan membiarkan kekejaman ini,” kata Anonymous.

Kelompok peretas itu juga menyoroti biaya mahal yang dikeluarkan untuk mengelola dan memenjarakan seorang tahanan di Guantanamo, yang mencapai USD900.000 pertahanan pertahunnya.

Untuk menunjang aksi protes menentang eksistensi penjara tersebut, Anonymous dalam situsnya menampilkan nomor-nomor telepon Gedung Putih, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dan juga markas militer US Southern Command. Mereka mengimbau publik untuk membombardir nomor-nomor tersebut dengan panggilan telepon.

Para tahanan Guantanamo melakukan mogok makan sejak awal Februari lalu, menyusul pelecehan yang dilakukan oleh petugas atas al-Qur`an milik para tahanan dengan alasan mencari barang selundupan dari luar yang disembunyikan di dalam kitab suci tersebut. Para tahanan juga memprotes keberadaan mereka di dalam penjara itu, yang tidak pernah disidang dengan tuduhan yang jelas dan tidak kunjung dikeluarkan dari penjara meskipun mereka sudah dinyatakan bersih dari tuduhan terorisme.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kunjungan Syeikh Qaradhawi Dinilai Titik Tolak Kemaslahatan Politik di Palestina
Tulisan selanjutnya Zionis Tahan Mufti Al Quds

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September

Berita
22 Juli 2026 14:00
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Terbaru

  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?