Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

Perjuangan membela Baitul Maqdis bukan hanya tugas pejuang di Palestina, melainkan amanah setiap muslim di seluruh dunia ada banyak cara bisa kila lakukan

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Agustus 2025 18:29 6:29 pm
Ahmad
Dipublikasikan 17 Agustus 2025 18:29
Bagikan
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Bagikan

Hidayatullah.com | AKTIVIS KITA (Komite Indonesia untuk Palestina), Ustaz Dzikrullah W. Pramudya, mengingatkan umat Islam agar terus menjadikan Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsha sebagai perhatian utama dalam doa, kepedulian, dan perjuangan. Hal itu ia sampaikan dalam kuliah tamu di Ma’had Aly Darus Syahadah, Jawa Tengah, baru-baru ini.

Daftar isi
  • Masjidil Aqsha dalam Sejarah
  • Pentingnya Kesadaran Umat
  • Relevansi untuk Umat Islam Kini
  • Teladan dari Gaza
  • Enam Hal untuk Baitul Maqdis
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Menurut Dzikrullah, keterikatan umat Islam dengan Baitul Maqdis bukan semata karena isu politik atau viralnya pemberitaan di media sosial, tetapi merupakan ikatan iman yang langsung diajarkan Al-Qur’an. “Lebih dari dua pertiga isi Al-Qur’an berhubungan dengan Baitul Maqdis. Surah-surah besar, mulai Al-Baqarah, Ali Imran, hingga peristiwa Isra Mikraj, semuanya menunjuk ke sana,” ujarnya.

Ia menegaskan, seorang muslim yang setiap hari berinteraksi dengan Al-Qur’an, baik membaca maupun menghafal, pasti secara alami hatinya akan terpaut pada Baitul Maqdis. “Ahlul Qur’an tidak perlu menunggu Palestina trending di media sosial untuk peduli. Mereka setiap hari merindukan bebasnya Masjidil Aqsha,” kata Dzikrullah.

Masjidil Aqsha dalam Sejarah

Dalam pemaparannya, Dzikrullah menjelaskan bahwa Masjidil Aqsha telah beberapa kali mengalami penjajahan sepanjang sejarah. Pertama, pada masa Bani Israil di bawah kepemimpinan Nabi Musa AS, saat Allah memerintahkan mereka berjihad membebaskan tanah suci. Kedua, ketika kawasan Syam jatuh ke tangan Romawi Kristen hingga akhirnya dibebaskan pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

Penjajahan ketiga terjadi pada masa Perang Salib, ketika Yerusalem dikuasai pasukan salib selama 88 tahun hingga dibebaskan oleh Shalahuddin al-Ayyubi pada 1187 M. Adapun penjajahan keempat berlangsung sejak 1917 ketika Inggris memasuki Yerusalem, yang kemudian berlanjut pada pendudukan Zionis Israel.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

“Sejarah itu jelas sekali memberikan pelajaran. Masjidil Aqsha tidak pernah bisa dibebaskan kecuali dengan jihad fisabilillah. Diplomasi atau konferensi tidak pernah menyelesaikan masalah. Ini blueprint yang ditunjukkan Al-Qur’an,” tegas Dzikrullah.

Pentingnya Kesadaran Umat

Dzikrullah menilai, perhatian umat Islam terhadap Palestina sering kali bersifat reaktif. Ramai ketika terjadi pembantaian, namun meredup kembali setelah berita mereda. Padahal, kata dia, ikatan dengan Masjidil Aqsha harus terus dipelihara.

“Ketika Allah bersumpah dalam Surah At-Tin dengan buah tin dan zaitun, itu bukan sumpah biasa. Para mufasir sepakat, itu adalah cara Allah menarik perhatian Rasulullah dan umatnya agar selalu mengingat Baitul Maqdis,” jelasnya.

Ia juga menyinggung bahwa surah-surah Makkiyah yang turun pada masa awal dakwah justru sudah menyiapkan umat untuk peduli pada Aqsha, meski saat itu kaum muslim masih tertindas di Makkah. “Jadi, sejak tahun kelima kenabian, tarbiyah tentang Masjidil Aqsha sudah ditanamkan. Ini yang disebut tarbiyah maqdisiyah,” katanya.

Relevansi untuk Umat Islam Kini

Dzikrullah, yang juga dikenal sebagai wartawan senior, mengaku semakin mendalami isu Palestina ia semakin yakin bahwa sumber informasi paling valid adalah Al-Qur’an. “Tidak ada berita yang lebih penting daripada berita dari Allah. Semakin membaca media tentang Palestina kita semakin bingung, tapi kalau membaca Al-Qur’an, peta sejarah dan masa depan Aqsha jelas sekali,” ujarnya.

Ia menekankan, generasi muda muslim harus dididik agar memiliki wawasan Qur’ani tentang Baitul Maqdis. Hal ini, menurutnya, penting agar kepedulian tidak berhenti hanya di level emosional, melainkan berlanjut pada kontribusi nyata, baik berupa doa, edukasi, maupun perjuangan di berbagai bidang.

“Umat Islam yang menjaga shalatnya lima waktu sudah terikat dengan Masjidil Aqsha, karena shalat adalah hadiah dari Isra Mikraj. Jadi, siapa pun yang sadar dengan shalatnya, otomatis dia sadar dengan Aqsha,” tegasnya.

Teladan dari Gaza

Dalam ceramahnya, Dzikrullah juga menyinggung kisah-kisah ulama Palestina yang gugur syahid. Ia menceritakan tentang Syekh Nizar Rayyan, seorang ahli hadis di Gaza, yang berdoa agar disyahidkan bersama keluarganya. Doa itu terkabul ketika rumahnya dibom Israel pada 2009.

“Kisah seperti ini seharusnya menggugah kita. Mereka yang punya ilmu tinggi saja rela maju berperang. Maka umat di luar Palestina minimal jangan pernah berhenti mendoakan, mendukung, dan terus menyuarakan pembebasan Baitul Maqdis,” kata Dzikrullah.

Enam Hal untuk Baitul Maqdis

Di akhir kuliah, Dzikrullah merangkum bahwa ada enam hal utama yang bisa dilakukan umat Islam untuk Baitul Maqdis:

  1. Menjaga keterikatan iman dengan Aqsha melalui interaksi intens dengan Al-Qur’an.
  2. Memahami sejarah dan petunjuk Qur’an tentang kedudukan Aqsha.
  3. Menyadari jalan pembebasan hakiki adalah jihad fisabilillah, sebagaimana tuntunan Al-Qur’an.
  4. Terus berdoa dengan istiqamah agar Allah memberi jalan kemerdekaan bagi Aqsha.
  5. Berkontribusi sesuai kapasitas, baik dengan menulis, mendidik generasi, mendukung secara moral maupun materi.
  6. Menjadikan shalat sebagai ikatan spiritual dengan Aqsha, karena shalat adalah hadiah Isra Mikraj yang berawal dari Masjidil Aqsha.*
Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineMasjid Al-AqsaMasjidil AqshapalestinaPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fatwa atau Hukum MMA menurut Islam Hukum Pertandingan Tinju Bebas dan MMA Menurut Ulama
Tulisan selanjutnya Pemilihan Israel perdamaian Menerima Tawaran ‘Israel’ Menampung Warga Gaza Bentuk “Kebodohan”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban

Berita
13 Juni 2026 15:11
Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

Terbaru

  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Ragam

Siapakah Etnis Druze yang Berpihak pada “Israel” Memusuhi Suriah?

22 Juli 2025 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?