Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Gaza Menangkan Keteguhan: ‘Israel’ Bahas ‘Hari Setelah Kekalahan’ Bersama AS

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Oktober 2025 21:48 9:48 pm
Ahmad
Dipublikasikan 10 Oktober 2025 21:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Setelah disahkannya perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan antara ‘Israel’ dan faksi-faksi perlawanan Palestina, termasuk Hamas, perhatian kini beralih ke langkah-langkah “hari setelah perang” — sebuah fase yang oleh banyak pengamat disebut sebagai  pengakuan diam-diam atas kemenangan keteguhan rakyat Gaza.

Media ‘Israel’  Kanal 14 melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Jumat sore menggelar pertemuan penting dengan pejabat tinggi Amerika Serikat di Washington. Diskusi itu dihadiri utusan khusus AS  Steve Witkoff  dan  Jared Kushner, serta Komandan Komando Sentral AS  Laksamana Brad Cooper.

Dari pihak ‘Israel’ hadir Menteri Pertahanan  Y’Israel’ Katz, Menteri Urusan Strategis  Ron Dermer, dan Kepala Staf Angkatan Darat  Eyal Zamir.

Pertemuan ini disebut-sebut membahas masa depan Gaza pasca-penarikan pasukan penjajah ‘Israel’ dan mekanisme implementasi perjanjian yang dimediasi  Qatar, Mesir, dan Turki, dengan dukungan Presiden AS  Donald Trump.

Namun, di tengah perbincangan itu, nada kekhawatiran kuat muncul di media ‘Israel’ tentang bagaimana “hari setelah perang” akan diatur — terutama karena faksi-faksi Palestina  menegaskan bahwa masa depan Gaza adalah urusan rakyat Palestina sendiri, bukan agenda asing.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

‘Israel’ Terpaksa Menerima Gencatan Senjata

Setelah hampir dua tahun genosida dan serangan brutal yang menewaskan  lebih dari 67.000 warga Palestina  dan melukai  hampir 170.000 orang, ‘Israel’ akhirnya menandatangani kesepakatan yang menghentikan agresi militernya.

Perjanjian yang diumumkan Kamis malam oleh Presiden Trump di Washington mencakup  penarikan pasukan ‘Israel’ secara bertahap dari Jalur Gaza,  masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta  pertukaran tahanan secara bertahap.

Menurut laporan   Al Jazeera  dan  Anadolu Agency, kesepakatan ini merupakan hasil dari  empat hari perundingan intensif di Sharm el-Sheikh  antara delegasi Hamas dan ‘Israel’ melalui mediasi tidak langsung.

Tel Aviv memperkirakan masih ada  48 tawanan ‘Israel’  di Gaza, termasuk sekitar 20 orang yang masih hidup. Sementara itu, di penjara-penjara ‘Israel’, terdapat  lebih dari 11.100 tahanan Palestina, banyak di antaranya mengalami penyiksaan, kelaparan, dan kelalaian medis — dengan puluhan di antaranya gugur di balik jeruji, menurut laporan media dan lembaga hak asasi Palestina.

Hari Baru untuk Gaza

Meski Netanyahu mencoba menegaskan bahwa ia “tidak akan mengizinkan Hamas atau Otoritas Palestina memerintah Gaza”, kenyataannya di lapangan menunjukkan hal lain. Ribuan warga Gaza mulai  kembali ke rumah-rumah mereka  di wilayah utara dan Kota Gaza setelah pasukan ‘Israel’ menarik diri.

“Rakyat Gaza tidak menunggu izin dari siapa pun untuk hidup dengan martabat. Mereka telah membayar harga kemerdekaan dengan darah dan keteguhan, ” kata salah satu pemimpin Hamas kepada Anadolu Agency.

Sejumlah pengamat menyebut pertemuan Netanyahu dan pejabat AS sebagai  tanda ‘Israel’ kehilangan kendali atas arah akhir perang. “Diskusi tentang ‘hari setelah’ sesungguhnya adalah pengakuan kekalahan moral dan politik ‘Israel’,” tulis analis  Al Jazeera,  Marwan Bishara.

“‘Israel’ gagal menghancurkan Hamas, gagal menundukkan rakyat Gaza, dan akhirnya terpaksa menerima kesepakatan yang ditentukan oleh lawannya.”

Kemenangan Moral dan Politik

Perjanjian gencatan senjata ini disambut dengan sorak takbir dan tembakan perayaan  di berbagai wilayah Jalur Gaza. Warga membawa bendera Palestina dan poster para syuhada sambil menyalakan obor kemenangan di reruntuhan bangunan.

“Ini bukan sekadar akhir perang, ini awal dari babak kebebasan, ” kata seorang warga Gaza kepada reporter   Al Jazeera.

Sementara itu, pejabat-pejabat Hamas menyebut kesepakatan ini sebagai “buah dari keteguhan, kesabaran, dan pengorbanan luar biasa rakyat Gaza selama 733 hari neraka”. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:faksi Palestinagencatan senjatagenosida GazaHeadlineisrael
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Gaza Mulai Kembali ke Rumah Lewat Jalan Pesisir
Tulisan selanjutnya ‘Israel’ Setujui 10 Nama Baru dari Narapidana Seumur Hidup, Tolak Pembebasan Marwan Barghouti

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Kajian

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution

Kajian
30 Juni 2026 22:36
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Terbaru

  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
  • Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
  • Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
  • Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?