Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Pidato Pemimpin Hamas Khalil al-Hayya: “Kami Bertahan, Kami Tidak Menyerah”

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 Oktober 2025 06:21 6:21 am
Ahmad
Dipublikasikan 11 Oktober 2025 06:20
Bagikan
Dr. Khalil al-Hayya anggota senior dan Wakil Ketua Biro Politik Hamas
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemimpin delegasi negosiasi Palestina dan tokoh senior Hamas, Khalil al-Hayya, menyampaikan pidato resmi yang mengumumkan telah dicapainya kesepakatan gencatan senjata permanen di Jalur Gaza. Pidato tersebut disiarkan melalui stasiun televisi swasta Al-Ghad TV dan menjadi sorotan media internasional seperti Al Jazeera dan Anadolu Agency.

Dalam pidatonya, al-Hayya menegaskan bahwa pihak Hamas telah menerima ‘jaminan dari para mediator internasional dan Pemerintah Amerika Serikat’ bahwa konflik bersenjata dengan penjajah ‘Israel’ telah berakhir sepenuhnya.

شاهد كلمة رئيس الوفد الفلسطيني المفاوض وقائد حماس في غزة خليل الحية للإعلان عن اتفاق وقف الحرب على قطاع غزة pic.twitter.com/IHamnTrFzY

— بوابة اللاجئين الفلسطينيين (@refugeesps) October 9, 2025

“Kami telah menerima jaminan dari saudara-saudara kami, para mediator, dan pemerintah AS, yang semuanya menegaskan bahwa perang telah berakhir sepenuhnya,” ujarnya sebagaimana dikutip media lokal yang melaporkan isi pidato tersebut.

Ia menjelaskan bahwa kesepakatan itu mencakup beberapa poin utama: penarikan penuh pasukan ‘Israel’ dari Jalur Gaza ke titik-titik yang disetujui pembukaan kembali perlintasan perbatasan Rafah untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan, pertukaran tahanan besar-besaran — mencakup 250 tahanan Palestina dengan hukuman seumur hidup dan sekitar 1.700 tahanan lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak yang masih ditahan di penjara ‘Israel’ serta pembebasan tahanan wanita dan anak-anak dari pihak ‘Israel’ sebagai bagian dari ketentuan pertukaran.

Menurut laporan Al Jazeera, al-Hayya menyebut bahwa kesepakatan itu dicapai melalui langkah diplomatik intens, dengan keterlibatan mediator-mediator regional yang memastikan bahwa perjanjian tersebut akan dipatuhi oleh kedua belah pihak.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Sebelumnya, Anadolu Agency melaporkan bahwa delegasi Hamas yang dipimpin oleh al-Hayya tiba di Sharm el-Sheikh, Mesir, untuk terlibat dalam pembicaraan tidak langsung yang menjadi bagian dari mekanisme gencatan senjata dan pertukaran tahanan.

Pidato al-Hayya juga menjadi sorotan karena latar belakang peristiwa dramatis sebelumnya: pada 9 September 2025, pasukan ‘Israel’ menargetkan lokasi pertemuan pimpinan Hamas di Doha, Qatar, dalam satu serangan udara yang menewaskan beberapa orang, termasuk Humam al-Hayya, putra al-Hayya. Namun, al-Hayya tetap selamat dari serangan tersebut.

Dengan pengumuman ini, al-Hayya menyebut bahwa fase pertama dari gencatan senjata telah resmi dimulai — penandanya adalah kerangka waktu pelaksanaan pertukaran tahanan dalam 72 jam setelah kesepakatan diberlakukan, dan pembebasan tahanan wanita serta anak-anak sebagai prioritas.

Meskipun demikian, beberapa laporan menunjukkan adanya tantangan di lapangan. Beberapa media menyebut bahwa militer ‘Israel’ masih melakukan operasi keamanan atau penembakan sporadis di beberapa daerah Gaza, meskipun dalam skala terbatas, yang menunjukkan bahwa implementasi gencatan senjata akan diuji oleh tindakan di medan nyata.

Gencatan senjata ini dianggap sebagai babak baru aksi genosida yang telah berlangsung selama dua oleh ‘Israel’, dan diharapkan membuka jalan bagi proses rekonstruksi Gaza serta pembicaraan masa depan mengenai pemerintah sipil dan manajemen keamanan di sektor tersebut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gencatan senjatagenosida GazaHAMASisraelJalur GazaKhalil al-Hayya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Siap Aktif Mendukung Proses Rekonstruksi Gaza
Tulisan selanjutnya Ribuan Warga Maroko Beri Dukungan Gaza dan Rayakan Gencatan Senjata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya

Berita
13 Juni 2026 14:36
Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?