Hidayatullah.com—Pasukan keamanan khusus “Rad’a” di Gaza terus melancarkan operasi besar-besaran di berbagai wilayah untuk membersihkan sektor dari geng kriminal bersenjata dan agen pengkhianat yang mendukung penjajah ‘Israel’.
Dalam operasi yang berlangsung akhir pekan lalu, pasukan Rad’a berhasil menangkap 50 anggota geng kriminal yang dikenal sebagai “Popular Forces,” pimpinan Yasser Abu Shabab.
Yasser Abu Shabab adalah kepala geng kriminal yang selama ini melakukan berbagai kejahatan berat termasuk pembunuhan warga sipil, penjarahan bantuan kemanusiaan, serta serangan terhadap pejuang dan petugas keamanan Palestina. Ia dan kelompoknya disewa dan dipersenjatai penjajah ‘Israel’ untuk melemahkan perjuangan Palestina, terutama pejuang Hamas.
Menurut laporan media Palestina dan Arab, seperti laporan Al Jazeera pada 13 Oktober 2025, operasi berlangsung di beberapa daerah, termasuk Kota Gaza, wilayah tengah, dan selatan Gaza, dengan fokus utama di Rafah, markas Yasser Abu Shabab dan kelompoknya.
Di Kota Gaza, pasukan menguasai beberapa lokasi milisi bersenjata dan mengamankan sejumlah tersangka pelaku pembunuhan dan serangan terhadap pengungsi. Di wilayah tengah Gaza, unit keamanan menangkap para pelaku yang menembaki para pejuang dan pasukan keamanan.
Sementara itu, di Gaza selatan, tersangka yang terlibat dalam kerja sama dengan milisi musuh dan perekrutan agen selama perang berhasil ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Media Arab menyebutkan bahwa Yasser Abu Shabab, pemimpin geng ini, adalah tokoh kriminal terkemuka selama ini memecah-belah masyarakat Gaza. Ia dan kelompoknya terlibat dalam kejahatan terorganisir, termasuk penjarahan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan warga sipil serta perekrutan dan penyelundupan narkoba dan senjata.
Pasukan Rad’a menegaskan dalam pernyataan resminya bahwa tidak akan ada tempat berlindung bagi pengkhianat dan mereka yang mengancam stabilitas dan keamanan masyarakat Gaza.
“Kami bertekad menegakkan hukum, memberantas geng kriminal dan milisi yang mengganggu ketertiban, dan akan bertindak tegas dengan tangan besi terhadap siapa saja yang mengancam keamanan rakyat,” kata juru bicara pasukan Rad’a.
50 Anggota Geng Ditangkap
Dalam operasi tersebut, 50 anggota geng telah ditangkap dan sebagian besar di antaranya telah menjalani eksekusi sebagai tindakan tegas melawan para pelaku kriminalitas berat yang selama ini merusak tatanan sosial. Eksekusi ini merupakan bagian dari upaya keras pihak keamanan untuk menunjukkan sikap tanpa kompromi terhadap para pengkhianat yang berkolaborasi dengan musuh dan mengganggu kesejahteraan warga Gaza.
“Popular Forces pimpinan Yasser Abu Shabab telah menjadi ancaman serius yang memperparah penderitaan warga Gaza dengan tindak kejahatan terorganisir dan kolaborasi dengan musuh. Operasi Rad’a adalah langkah penting untuk mengembalikan keamanan dan ketenteraman,” ujar seorang sumber dikutip Palestine Chronicle.
“Tidak ada ruang bagi para pengkhianat dan pelaku kejahatan yang mengancam stabilitas front dalam negeri. Kami akan terus membasmi semua bentuk kriminalitas dan kolaborasi dengan pihak musuh demi menjaga keamanan rakyat,” demikian pernyataan dari pasukan Rad’a juga mengingatkan.
Operasi ini menunjukkan tekad pemerintah dan pasukan keamanan Gaza dalam menghadapi ancaman internal berupa geng kriminal bersenjata yang bersekutu dengan ‘Israel’, serta menjaga keamanan dan kestabilan masyarakat di tengah situasi perang yang sulit. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada kabar kepala geng criminal Yasser Abu Shabab ditangkap.*




