Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Israel Larang Hidangan Ayam Masuk Penjara

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 6 Oktober 2011 22:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang pejabat Palestina hari Rabu (05/10/2011) mengungkapkan bahwa otoritas penjara Israel, IPS, menambahkan larangan baru bagi para tahanan Palestina yang dikurung dalam penjara-penjara Zionis.

Kepala Nadi Al Asir dan mantan menteri urusan tahanan Palestina, Qouddoura Faris, mengatakan kepada Radio Suara Palestina bahwa IPS memutuskan untuk melarang masuk hidangan ayam utuh ke penjara, sebagai bagian dari hukuman terhadap sekitar 7.000 tahanan Arab dan Palestina.

Menurut Faris, seorang pejabat IPS (Israeli Prison Service) berkata, “Ayam utuh disajikan untuk perayaan hari-hari suci dan pesta. Dan kami tidak akan membiarkan mereka untuk bersenang-senang bahkan saat makan.”

Sebagaimana dilaporkan Arab News, pada bulan Juni lalu seorang tahanan Palestina bernama Sa’ed Omar memajang sejumlah foto hidangan lezat yang dinikmati bersama teman-temannya di laman Facebook-nya. Omar dihukum penjara 19 tahun oleh Zionis Israel.

Foto tersebut menuai kritik terhadap IPS dan pemerintah Zionis dari para pendukung pembebasan Gilad Shalit, prajurit Israel  yang ditahan Hamas.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Keputusan Israel mengeluarkan larangan hidangan ayam ini bertepatan dengan hari ke-9 aksi mogok makan yang dilakukan para tahanan Arab dan Israel, yang menuntut perbaikan fasilitas untuk para tahanan dan penghapusan sejumlah larangan.

Sebagaimana diketahui, pada bulan Juni lalu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, memberlakukan sejumlah batasan dan larangan bagi tahanan Arab dan Palestina, sebagai bagian dari upaya menekan Hamas agar membebaskan Gilad Shalit.

Larangan dan batasan yang diberlakukan Zionis antara lain, pembatasan kunjungan keluarga, pembatasan akses untuk mendaftarkan diri ke perguruan tinggi atau universitas, larangan memasukkan buku-buku bacaan ke dalam penjara, larangan memasukkan telepon dan saluran televisi Arab.

Dalam aksi mogok yang masih berlangsung ini, tahanan Arab dan Palestina juga menuntut diakhirinya pemeriksaan menyeluruh dengan cara menelanjangi tahanan. Mereka menuntut agar sel isolasi ditiadakan dan penghapusan hukuman denda atas para tahanan.

Hingga kini kesepakata pertukaran tahanan antara Hamas dan Zionis Israel belum dicapai.

Hamas menginginkan agar Shalit ditukar dengan 1.000 tahanan Palestina, termasuk di antaranya tokoh-tokoh perlawanan Palestina. Sedangkan Israel tidak mau membebaskan sejumlah tahanan Arab dan Hamas.

Sementara itu, terkait kabar kedatangan utusan Jerman Gerhard Konrad yang menjadi mediator perundingan masalah tahanan di Kairo, dibantah oleh Riad Al Ashqar.

Menurut menteri Hamas untuk urusan tahanan dan bekas tahanan Palestina itu, peran “mediator Jerman itu sudah benar-benar berakhir dan ia tidak akan datang lagi.”

Al Ashqar menegaskan hingga kini tidak ada kesepakatan tentang pertukaran tahanan dengan Zionis.

Al Ashqar juga menyebut kedatangan Konrad hanya bertujuan untuk mengacaukan dan mengalihkan perhatian atas aksi mogok makan yang dilakukan oleh para tahanan Arab dan Palestina yang dikurung di 23 kamp tahanan dan penjara Zionis.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratepalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rusia: NATO Tambah Korban di Libya
Tulisan selanjutnya Rusia Kecam Pangkalan AS di Spanyol

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Artikel
21 Juli 2026 07:00
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?