Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uskup Koptik Pencela Qur`an Dilarang Ikut Pemilihan Paus

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Oktober 2012 11:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sejumlah tokoh senior yang berpengaruh secara mengejutkan dilarang ikut serta dalam pemilihan paus pemimpin umat Kristen Koptik dunia, dan menyisakan hanya 5 kandidat yang merupakan rohaniwan senior, lansir Egypt Independent (13/10/2012).

Pejabat sementara patriarkh Uskup Pachomius dalam konferensi pers yang disiarkan Al Jazeera Mubaher Misr mengatakan, hanya 5 kandidat yang mengikuti pemilihan untuk menjadi pengganti Paus Shenouda III dan disumpah menjadi Paus ke-118 serta Patriarkh Alexendria dan seluruh Afrika di Tahta Suci St Mark Sang Evangelis.

Di antara kelima calon itu adalah Uskup Tawadros dan Uskup Raphael. Tawadros memiliki gelar uskup pembantu untuk Tahta Suci Beheira, sementara Raphael memiliki gelar asisten uskup untuk Kairo Tengah. Ketiga calon lainnya merupakan biarawan, yatu Raphael Ava Mina, Pachomius Al Soriany dan Saravim Al Soriany.

Para rohaniwan senior yang dilarang ikut pemilihan paus di antaranya adalah Uskup Bishoy yang merupakan sekretaris Sinoda Suci. Bishoy bergelar resmi sebagai uskup metropolitan untuk wilayah Damietta dan memegang jabatan tertinggi sebagai sekretaris Sinoda Suci dan Gereja Koptik Orthodoks. Dia merupakan anggota paling senior di sinoda dan pemelihara tradisi di Gereja Koptik.

Namun sejak tahun 2010, Bishoy dihujani berbagai kecaman setelah menantang dan mempertanyakan otentisitas sejumlah ayat-ayat dalam kitab suci al-Qur`an.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Uskup Youannes, yang memegang gelar sebagai uskup pembantu dan sekretaris patriarkh di Kairo dan memiliki hubungan dekat dengan mendiang Paus Shenouda III, juga dilarang ikut pemilihan.

Paus Shenouda III meninggal dalam usia 88 tahun pada 7 Maret 202. Dia terpilih sebagai paus Gereja Koptik Orthodoks ke-117 pada tahun 1971.

Setelah kematian Shenouda III, Uskup Pachomius dari Beheira ditunjuk sebagai pejabat patriarkh sampai paus baru terpilih.

Awalnya ada 17 nama kandidat paus yang diajukan, termasuk Bishoy, Youannes, Jeremiah dan Botros. Namun dalam jumpa pers tersebut Pachomius tidak menjelaskan mengapa hanya lima nama yang dijadikan calon.

Dalam tradisi Gereja Koptik dan menurut keputusan tahun 1957 nama-nama calon pejabat paus akan diletakkan dalam wadah undian, lalu seorang anak yang ditutup matanya akan mengambil salah satu nama yang ada. Nama yang terambil akan menjadi paus pemimpin tertinggi Gereja Koptik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kristenMesirold migratepaus
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Minyak Iraq Saingi Saudi dalam 20 Tahun
Tulisan selanjutnya Kepala Keuangan Hizbullah Melarikan Diri ke Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Berita
19 Oktober 2026 12:57
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Terbaru

  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?