Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tunisia Larang Pelajar Mengenakan Jilbab

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Juni 2003 14:25 2:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juni 2003 14:25
Bagikan
Bagikan

Islamopbia nampaknya masih terus melanda dunia. Pakaian penutup aurat atau lebih lebih dikenal jilbab rupanya selalu dijadikan komiditi politik banyak kalangan. Setelah di Turki, Perancis, yang terus bergolak oleh pelarangan jilbab, kini larangan jilbab juga muncul di Tunisia.

Sejumlah pelajar berjilbab mengecam tindakan pemerintah Tunisia terhadap teman-teman mereka yang akhirnya tidak bisa mengikuti ujian akhir tahun karena mengenakan pakaian Muslimah. Menurut Organisasi HAM di Tunis, sikap pemerintah tersebut merupakan pelanggaran hak pelajar berjilbab dan bertentangan dengan dokumen HAM internasional.

Lamiya Tamimi, seorang mahasiswi usia 21 tahun mengatakan kepada Islamonline (2/6/2003), “Serangan terhadap siswi berjilbab sama saja menyerang hukum Islam, yakni dengan menakut-nakuti orang serta memaksa mereka untuk menerapkan undang-undang yang tidak manusiawi.”

Lamiya yang harus keluar dari ruangan ujian di Fakultas Hukum di Universitas Tunis dengan menangis mengatakan, “ Ini adalah serangan pembersihan orang yang tidak melakukan dosa apapun, karena kementerian pendidikan telah melarang kami ikut ujian.”

Menurutnya, pemakaian jilbab yang dikenakannya, tidak ada hubungannya sama sekali dengan politik. Ia menjelaskan dirinya dari keluarga yang sepanjang sejarahnya tidak berafiliasi pada partai manapun. “Saya hanya melakukan apa yang saya yakini sebagai pakaian syari’at Islam. Ini adalah haksaya yang dilindungi oleh undang-undang Tunisia,” ujarnya lagi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perang terhadap kemanusiaan ini, menurutnya akan gagal. Karena pemerintah tidak akan bisa melarang ribuan perempuan Tunis lainnya yang juga mengenakan jilbab. Dan jika peperangan ini akan dilanjutkan, maka peperangan itu akan menjadi peperangan terhadap agama Islam.

Sementara itu, Maniya (22) mahasiswi Fakultas Adab juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya sikap pemerintah terhadap pelajar berjilbab dalam musim ujian akhir tahun ini memang sudah direncanakan dari orang-orang yang dengki terhadap pelajar Muslimah. Maniya menuding kubu sekuler di dalam pemerintah Tunis yang berupaya memerangi kemunculan aktivitas kegamaan di kampus-kampus.

Tentang latar belakang serangan terhadap jilbab ini, ia mengatakan, “Sejak beberapa tahun lalu, pemakai jilbab semakin banyak dan menyebar di kalangan pemuda Tunis. Masjid-masjid juga dipenuhi oleh para pemuda dan pemudi. Fenomena ini menyulut kedengkian dan kebencian mereka yang tidak suka melihatnya. Mereka lalu berupaya menggunakan situasi internasional untuk mengaitkan Islam dengan terorisme. Tapi dengan izin Allah, upaya itu akan gagal.” (na/iol/m3)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perang Saudara Hantui Israel
Tulisan selanjutnya Kebebasan dan Demokratisasi AS Lahirkan Narkoba di Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?