Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

KH Hasyim Muzadi: HAM di Indonesia Belum Dipancasilakan

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Maret 2016 23:51 11:51 pm
Ahmad
Dipublikasikan 26 Maret 2016 11:00
Bagikan
KH Hasyim Muzadi (tengah) menerima rombongan GIB di kantornya, Kamis (24/03/2016).
Bagikan

Hidayatullah.com– Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), KH Hasyim Muzadi menilai, serangan terhadap nilai-nilai Pancasila tidak saja melalui bingkai LGBT. Tetapi juga bingkai hak asasi manusia (HAM).

“HAM yang ada di Indonesia saat ini adalah HAM tahun 1948, dimana sama sekali sekuler. Dan tidak mengenal tata nilai agama dan sebagainya,” ujarnya saat menerima kunjungan rombongan Gerakan Indonesia Beradab (GIB) di kantornya, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/03/2016).

Konsepsi tersebut, menurut Kiai Hasyim, masih mentah. Namun Indonesia sudah terlanjur terkontaminasi dengan opini yang membuat seakan-akan HAM itu adalah kitab suci.

Ia menjelaskan, HAM terbagi menjadi empat. Yakni freedom of speech, freedom of expression, freedom of religion, dan freedom of humanity. Keempatnya adalah kebebasan terkait berbicara, berekspresi, beragama, dan kemanusiaan.

“Pertanyaannya adalah, kalau freedom of speech ini menghantam freedom of religion, bagaimana?” tukasnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sehingga, terangnya, konsepsi HAM saat ini berpangkalan untuk tujuan tertentu, bukan semata-mata humanitas.

Lebih lanjut ia memaparkan, secara politik, HAM di Indonesia saat ini pangkalannya adalah HAM PBB di Jenewa. Sedangkan pangkal gerakannya di Belanda, dan pangkalan proteksinya di Amerika dan Eropa.

“HAM yang masuk ke Indonesia ini belum dipancasilakan, belum di-Indonesiakan. Sehingga dia kerjanya liar. Nah, kalau liar, tergantung siapa yang meluncurkan,” ungkapnya.

“Kalau terhadap sesuatu yang tidak suka maka disebut pelanggaran. Tetapi kalau kepada sesuatu yang dia suka, maka dia bilang tidak akan melanggar HAM,” tambah Pimpinan Pesantren Al-Hikam Malang ini.

Hasyim mencontohkan. Di Papua, jika ada TNI atau polisi yang tertembak, pegiat HAM diam saja. Tapi ketika pemberontak Papua yang tewas, ramai disebut melanggar HAM.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:darurat LGBTHak Asasi ManusiaHAMintervensi asingkebebasanKH. Hasyim Muzadi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tafakur dan Kemanfaatan Hidup
Tulisan selanjutnya Di Madinah Salim A Fillah Ingatkan Pentingnya Fiqih Dakwah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?