Hidayatullah.com—Sebuah kelompok militan Kurdi mengatakan sebagai pelaku bom mobil di pusat kota Istanbul hari Selasa lalu (7/6/2016) yang menewaskan tujuh polisi dan empat warga sipil.
Kurdistan Freedom Falcons (TAK) mengatakan serangan itu sebagai aksi balas dendam atas operasi militer yang dilakukan pemerintah Ankara di Nusaybin, Sirnak dan daerah lain di Turki yang banyak dihuni orang Kurdi.
TAK dipandang sebagai kelompok pecahan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang dinyatakan sebagai kelompok teroris oleh Ankara.
“Kami mengingatkan kembali para turis asing yang ada di Turki dan ingin mengunjungi Turki. Orang asing bukanlah target kami, tetapi Turki bukan lagi negara yang aman untuk mereka. Kami baru saja memulai perang,” kata TAK seperti dikutip BBC Jumat (10/6/2016).
Militan Kurdi itu menyebut serangan hari Selasa lalu sebagai sebuah “aksi pengorbanan”, istilah yang menurut para responden berarti serangan bom bunuh diri.
Serangan bom hari Selasa itu jelas sekali menarget kendaraan bus milik polisi Turki.
TAK juga mengaku sebagai pelaku dua serangan lain yang menewaskan puluhan orang di ibukota Ankara pada Februari dan Maret tahun ini.
Kelompok bersenjata Kurdi itu juga mengaku bertanggung jawab atas serangan bulan April di Bursa, bekas ibukota Kekhalifahan Utsmani. Dalam serangan itu seorang pelaku bom bunuh diri yang diduga wanita berhasil melukai 13 orang.
Dalam pernyataannya, TAK mengecam keras partai pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), yang ditudingnya mengobarkan perang dengan orang-orang Kurdi.
Kekerasan di tenggara Turki semakin mamanas dan berubah menjadi pertempuran terbuka tahun lalu, menyusul gagalnya perundingan damai yang dimulai 2012 antara Ankara dan kelompok pemberontak Kurdi.
Orang-orang Kurdi adalah suku penghuni daerah yang dikenal dengan Kurdistan. Kebanyakan dari mereka adalah Muslim (Sunni), ada pula yang menganut Syiah, serta agama lain meskipun minoritas. Wilayah Kurdistan mencakup wilayah timur dan tenggara Turki (menjadi bagian utara dan barat Kurdistan, paling luas dibanding bagian lain), sebagian utara Suriah, sebagian utara Iraq (menjadi bagian selatan Kurdistan) dan sebagian barat laut Iran. Sebagian kelompok Kurdistan menuntut kemerdekaan bagi wilayah tersebut, sementara sebagian lain memperjuangkan daerah otonomi penuh. Wilayah Kurdistan dikenal memiliki banyak sumber minyak dan mineral, termasuk di daerah pegunungan di timur Turki yang diketahui mengandung banyak emas.*