Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Idul Fitri dengan Bleketek Sunda

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juli 2016 13:06 1:06 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juli 2016 13:06
Bagikan
Bagikan

Anda tahu bleketek? Tadinya saya juga tidak tahu. Namun, di hari ketiga lebaran, tiba-tiba ia muncul. Memang ia selalu muncul pada lebaran ketiga, tidak kedua, apalagi pertama. Penasaran?

Bleketek adalah sejenis makanan yang dikenal oleh sebagian besar orang Sunda. Bila ditilik dari namanya, ia memang khas Sunda. Tapi bila dilihat dari bahan dan cara pengolahannya, ia bukan makanan khas Sunda. Ia bisa berasal dari mana saja.

Adalah kebiasaan masyarakat Sunda pedesaan —juga sebagian masyarakat lain di Indonesia— untuk saling berbagi makanan di hari Raya Idul Fitri. Makanan yang lazim dibagi adalah rendang, bihun goreng, sambal kentang, dan lain-lain.

Pada hari kedua lebaran, makanan-makanan tersebut tentu masih tersisa. Maklum, budaya saling berbagi menyebabkan setiap rumah “kebanjiran” berbagai jenis makanan tersebut. Jika makanan itu dihangatkan, pasti masih enak disantap.

Pada hari ketiga, makanan itu masih ada meskipun jumlahnya berkurang. Nah, saat inilah, semua jenis makanan tersebut dicampur aduk jadi satu, lalu dihangatkan kembali. Jadilah ia jenis makanan baru dengan rasa yang juga baru dan bentuk yang juga tak sama dengan bahan aslinya. Maklumlah, sejak hari pertama hingga hari ketiga lebaran, mungkin sudah lima atau tujuh kali makanan tersebut dihangatkan.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Itulah bleketek, jenis makanan yang sudah bertahun-tahun menemani hari-hari lebaran masyarakat perkampungan Sunda, khususnya setelah lebaran ketiga. Makanan ini biasanya disantap bersama uli (ketan yang dikukus dan dipotong-potong persegi empat) dan dinikmati bersama-sama keluarga.

Inilah kearifan lokal masyarakat Sunda yang tak mau membuang percuma makanan karena kebetulan sedang berlimpah. Bukankah Allah Subhanahu Wata’ala membenci perbuatan membuang-buang makanan?

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, pernah berkata, “Sesungguhnya Allah membenci kalian karena tiga kal: ‘katanya-katanya’ (berita dusta), menyia-nyiakan harta, dan banyak meminta.”

Para ulama sepakat bahwa menyia-nyiakan harta yang disebut dalam Hadist di atas termasuk juga menyia-nyiakan makanan. Bahkan, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dalam sejumlah Hadits meminta kaum Muslim untuk memuliakan makanan, hatta makanan jin sekalipun.Wallahu ‘alam.*/kiriman Mahladi (Jawa Barat)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dari Peradaban Yahudi dan Barat menuju Islam [1]
Tulisan selanjutnya Dari Peradaban Yahudi dan Barat menuju Islam [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?