Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Muslim Rohingya: Muhajirin Masa Kini [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Mei 2015 07:04 7:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Mei 2015 07:04
Bagikan
Muslim Rohingya menangis di depan Kedutaan Malaysia saat melakukan aksi tahun 2012
Bagikan

Oleh: Mahmud Budi Setiawan

SUNGGUH ironis! Di zaman ketika umat Islam berjumlah lebih dari satu milyar; di saat kebanyakan negara dunia memegang ideologi demokrasi, yang menghargai dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Tapi di bumi Rohingnya, masih ada pembantaian manusia.

Hanya karena motif agama yang berbeda, mereka dibantai sedimikian rupa, bahkan dicampakkan, diusir dari tanah kelahirannya.

Baru-baru ini mereka sampai mengungsi di Aceh. Warga Aceh pun gotong royong membantu mereka(baca: bbc.indonesia 20/05/2015 “Gotong Royong Warga Aceh bantu Rohingnya”). Anehnya, Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia -melalui Panglima TNI Jendral Moeldoko sempat menolak kehadirannya. (baca: kompas.com, Panglima TNI Tolak Kapal Pengungsi Rohingnya Masuk RI, tapi bersedia Beri Bantuan), dan enggan mengijinkan pengungsi Rohingnnya masuk wilayah Indonesia dengan alasan “Urus masyarakat Indonesia sendiri saja tidak mudah, jangan lagi dibebani persoalan ini”. Lain halnya dengan negara Turki. (baca: Turki Kirim Angkatan Lautnya Bantu Cari Muslim Rohingnya).

Meskipun ia bukan negara yang berpenduduk Muslim terbesar melalui Ahmet Davutoglu dan istri Recep Tayyip Erdogan beserta beberapa pejabatdan tentaranya dengan sigap dan cepat pergi ke Aceh untuk membantu mereka. Baik bantuan materil maupun moril.

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Apa yang dialami oleh Muslim Rohingnya yang dibantai oleh yang ditopang agamawan mereka, mengingatkan kita kembali pada sejarah Islam yang terjadi lebih dari empat belas abad yang lalu.

Peristiwa itu seakan terulang kembali hari ini. Ketika Nabi Muhammad kehilangan dua orang tercintanya, sebagai pendukung dan pembelanya (Khadijah, Abu Thalib), kaum kafir Qurays semakin berani menyakiti, mencela, bahkan menyiksa sebagian kaum Muslimin. Pergerakan dakwah semakin sempit. Peluang untuk menyemai dakwah semakin dihimpit.

Dalam kondisi seperti itu, ada inisiatif nabi untuk mencari tempat yang layak untuk dijadikan lahan dakwah baru yang lebih akomodatif terhadap dakwah Islam. Harapan pun sirna, ketika di Thaif nya diusir bahkan dilempari batu. Rasul pun yang ketika itu ditemani Zaid bin Haritsa kembali ke Makkah dengan tangan kosong.

Pada puncaknya, Rasulullah dihibur Allah dengan peristiwa isra` dan mi`raj yang merubah secara drastis merubah cara pandang Rasulullah terhadap segala peristiwa yang ia alami di Makkah.

Nabi pun bertambah optimis. Tahun keduabelas dan ketigabelas, dengan sangat intens berdakwah akhirnya mereka menemukan mitra dakwah yang loyal dan militan.

Ada peristiwa yang diabadikan sejarah dengan istilah, ‘bai`ah al-`Aqabah al-`ūla(janji setia yang pertama di bukit `Aqabah)’ dan ‘bai`ah al-`aqabah al-tsāniyah(janji setia yang kedua di bukit `Aqabah)’. Kedua baiat ini seakan menjadi oase di tengah padang sahara yang meliputi dakwah Islam di bumi Makkah. Pada akhir tahun ketigabelas, datanglah perintah hijrah ke Madinah.

Umat Islam pun berbondong-bondong melaksanakan perintah ini. Sejenak anda bisa membayangkan! Bagaimana perasaan mereka meninggalkan tempat kelahiran mereka. Mereka harus meninggalkan tempat tinggal, sanak famili, perniagaan, kenangan manis yang telah diukir selama hidup di Makkah. Mereka berada dalam bayang-bayang rasa cemas terhadap negeri baru yang akan mereka singgahi, Madinah.

Meski demikian, dengan hati mantap dan yakin mereka pegang betul firman Allah: “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”(Qs. Al-Ahzab: 36).* (bersambung)

Penulis alumni PKU UNIDA Gontor, peminat masalah Shirah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Malaysia Temukan Kuburan Massal Migran Dekat Perbatasan Thailand
Tulisan selanjutnya Setelah 3 Bulan Ditutup, Mesir Kembali Buka Perbatasan Rafah 2 Hari

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?