Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Melawan Asap dengan Beriqra’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Oktober 2015 12:10 12:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Oktober 2015 12:10
Bagikan
Musibah demi musibah yang menimpa negeri hendaknya menyadarkan masyarakat utamanya para pemimpin bangsa
Bagikan

oleh: Mustabsyirah

PEMBAKARAN hutan yang mengakibatkan polusi asap yang melanda bangsa Indonesia (2015) disebut sebagai terparah sepanjang sejarah asap di Indonesia.

Ribuan warga di sejumlah propinsi menjadi korban pencemaran udara dan asap tersebut. Mulai dari Riau, Jambi, Sumatra Selatan, hingga ke sebagian Pulau Kalimantan.

Seorang Ilmuwan Columbia University yang bekerja untuk National Aeronautics and Space Administration (NASA), memprediksi situasi demikian (jika terus berlanjut) bisa mengantar kepada bencana asap paling parah dalam sejarah manusia.

Data yang dirangkum GoRiau.com (per 29 Juni-6 Oktober 2015) menyebutkan, untuk daerah Riau dan sekitarnya, penderita ISPA sebanyak 50.741 jiwa, pneumonia sebanyak 893 jiwa, asma sebanyak 2.409 jiwa, penderita sakit mata sebanyak 3.040 jiwa, disusul penderita penyakit kulit sebanyak 3.934 jiwa. Hal ini disebabkan oleh buruknya kualitas udara di daerah tersebut.

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Menurut Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, kualitas udara di daerah Sumatera, Kalimantan dan daerah lainnya di sekitar kawasan tersebut akibat kabut asap dalam kondisi berbahaya.

Pada tanggal 14 September 2015, Indeks Standar Pencemaran Udara di Kota Pekanbaru, Riau mencapai 984 psi yang jauh berada diatas batas kualitas udara sehat yang seharusnya lebih kecil dari 50 psi.

“Kualitas udara di Pekanbaru sangat tidak sehat, Palembang berbahaya. Sedangkan untuk Kalimantan khususnya Pontianak berbahaya, dan Banjarbaru tidak sehat,” ujar Sutopo, seperti dikutip di laman internet lalu.

Ibarat nasi telah menjadi bubur. Dampak dari keserakahan manusia tersebut tak mempan dengan berbagai cara yang telah ditempuh pemerintah Indonesia. Justru asap tersebut kian melebar dan menyeberang ke berbagai daerah lainnya.

Kini pemerintah terlihat pasrah dengan keadaan tersebut. Seolah harapan yang tersisa itu hanya bernama datangnya musim hujan sesegera mungkin.

Rahmat yang Tak Kunjung Datang

Musibah demi musibah yang menimpa negeri hendaknya menyadarkan masyarakat utamanya para pemimpin bangsa. Ada jenak yang harus disinggahi untuk ber-iqra’ dan mengevaluasi diri.

Menepi terlebih dahulu dari berbagai rutinitas dan kesibukan hidup. Merenung dan mengajak nurani berdialog, serta memikirkan dosa-dosa yang pernah manusia perbuat hingga rahmat itu enggan datang menemui.

Hujan adalah rahmat sekaligus rezeki dari Allah kepada seluruh hamba-Nya. Sedang rezeki akan terhalang jika dosa-dosa itu tak henti dihindari dan dikerjakan.

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma (Ra), ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (Saw) pernah berdiri di hadapan kami lalu bersabda: “Wahai sekalian Muhajirin, lima perkara apabila menimpa kalian, dan aku berlindung kepada Allah dari kalian menjumpainya:

Pertama, tidaklah merebak perbuatan keji (seperti zina, homo seksual, pembunuhan, perampokan, judi, mabuk, konsumsi obat-obatan terlarang dan lainnya) di suatu kaum sehingga mereka melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan merebak di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un (semacam kolera) dan kelaparan yang tidak pernah ada di generasi sebelumnya.

Kedua, tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali akan disiksa dengan paceklik panjang, susahnya penghidupan, dan kezaliman penguasa atas mereka.

Ketiga, tidaklah mereka menahan membayar zakat kecuali hujan dari langit akan ditahan dari mereka. Dan sekiranya bukan karena hewan-hewan, manusia tidak akan diberi hujan.

Keempat, tidaklah mereka melanggar janji Allah dan janji Rasul-Nya, kecuali akan Allah jadikan musuh mereka (dari kalangan kuffar) menguasai mereka, lalu ia merampas sebagian kekayaan yang mereka miliki.

Kelima, dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka (kaum muslimin) berhukum dengan selain Kitabullah dan menyeleksi apa-apa yang Allah turunkan (syariat Islam), kecuali Allah timpakan permusuhan di antara mereka.” (HR. Ibnu Majah dan al-Hakim).

Jika nurani ini masih jujur, lima perkara tersebut adalah realita pahit bahkan sudah tumbuh menjamur ke seluruh lapisan masyarakat.

Sebut saja kasus perampokan, pembunuhan, pemerkosaan menjadi konsumsi harian yang menghiasi media massa. LGBT kian berkembang dan mendapat simpati, ribu tumbuh subur di kalangan pedagang.

Gerakan anti zakat dan syariah terus terdengar dan diperjuangkan oleh orang-orang sekular dan liberal. Dakwah dan orang yang menegakkan syariat jsutru dituduh sebagai “teroris”.

Singkat kata, negeri yang dikenal kaya dengan sumber daya alam menjadi tak berarti apa-apa dengan diangkatnya keberkahan dari bumi dan langit.

Ia hanya bisa diatasi dengan bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Semoga Allah masih berkenan menurunkan rahmat-Nya kepada seluruh hamba-Nya yang beriman.*

Penulis mahasiswi Unmul

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:asapdosahujanmaksiatpembakaran hutanrakhmat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Uni Afrika Temukan Bukti Kanibalisme Paksa di Sudan Selatan
Tulisan selanjutnya Di Amerika, Hidung Arab dan Seragam Tentara Zionis Dijual sebagai Kostum Halloween

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?