Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Adab Diutamakan, Akademik Kemudian

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Januari 2019 09:04 9:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Januari 2019 09:06
Bagikan
[Ilustrasi] Adab murid terhadap guru.
Bagikan

PENDIDIKAN telah menjadi kebutuhan manusia yang menginginkan masa depan cerah. Setiap orangtua mendambakan anak-anaknya mendapatkan pendidikan terbaik dengan mendaftarkannya ke sekolah-sekolah pilihan.

Namun, setiap orangtua memiliki pengertian berbeda mengenai pendidikan terbaik. Ada yang merasa puas ketika nilai akademik tercapai atau saat anak bisa mengaplikasikan pelajaran ataupun juga ketika sudah memilik pemahaman agama dan lain sebagainya.

Tapi, apa sebenarnya pendidikan terbaik itu?

Seorang guru di sekolah pernah berkata bahwa belajar mengantre lebih baik daripada belajar Matematika. Perkataan ini seharusnya dipahami oleh pengajar maupun orangtua. Sesungguhnya pendidikan adab itu lebih dibutuhkan atau lebih diutamakan daripada akademik.

Baca: Anak-anak Kita Butuh Pendidikan Adab

Adab sangat diperlukan di kehidupan sehari-hari dalam bersosialisasi, sedangkan ilmu akademik semuanya diperlukan. Lebih jelasnya seperti ini, jika seorang anak bercita-cita ingin menjadi pemain sepakbola ataupun profesi lainnya, apakah memerlukan ilmu Matematika? Tentu tidak selalu.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Kenyataan pada hari ini pendidikan adab malah jauh ditinggal di belakang.

Jika dahulu lebih lama waktu untuk belajar adab daripada ilmu pengetahuan, sekarang kenyataannya terbalik. Guru yang mengajar di sekolah alih-alih mengajarkan adab, yang ada malah mengajarkan kecurangan seperti yang banyak terjadi pada ujian nasional (UN) yaitu disuruh untuk bekerja sama dalam mengerjakan soal-soal.

Padahal, ketika itu terjadi yang ada malah dapat merusak adab para pelajar. Mengajarkan adab memang tidak hanya menyeru dengan kata-kata, tapi harus lebih menonjolkan aksi keteladan dari pengajar maupun orangtua.

Baca: Hasyim Asy’ari dan Pendidikan Adab (1)

Dari contoh sebelumnya, dapat diketahui bahwa kebanyakan pengajar masih belum mampu memberikan pendidikan adab. Bukan hanya tidak mengajarkan adab, yang ada malah mengarah kepada yang “biadab”. Pengajar di zaman sekarang lebih banyak mengejar prestasi-prestasi akademik dan mengesampingkan adab.

Di sekolah-sekolah pada umumnya, pelajar yang nilai akademiknya baik mendapatkan perlakuan khusus. Seharusnya sekolah dapat memberikan apresiasi khusus kepada pelajar yang memiliki adab atau akhlak yang baik.

Pendidikan di Indonesia masih masuk dalam kategori “berantakan”. Para pelajar dituntut untuk mendapatkan nilai akademik yang baik tapi tidak disertai dengan pendidikan adab yang baik.

Baca: Pendidikan Membentuk Insan Adabi

Di sila kedua Pancasila disebutkan, “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Tapi nyatanya yang banyak terjadi di Indonesia adalah kasus pelajar memukuli gurunya, pelecehan seksual, serta perilaku lain yang jauh dari kata beradab.

Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan yang kuat dari tenaga pengajar atau pendidik untuk membantu mewujudkan masyarakat Indonesia khususnya pelajar yang lebih beradab. Karena tidak setiap orang bisa untuk mencapai nilai akademik yang tinggi. Namun, setiap orang bisa dan mampu untuk memiliki pribadi yang beradab.

Akhirnya, pendidikan adab menjadi hal yang paling pertama ditanamkan dalam diri anak-anak yang ada di negara ini.*

Nabil Fadh | Santri, Anggota PENA Balikpapan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adabakademikakhlakilmuorangtuapelajarpendidikPendidikansekolah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban Bencana Sulsel Perlu Bantuan Bersihkan Lumpur dan Material
Tulisan selanjutnya Fahri Hamzah: Penahanan Ahmad Dhani akan Turunkan Elektabilitas Jokowi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PDRM Buru Sindikat Narkoba Terkait Pilot Malaysia yang Ditangkap di Bandara Soetta

Berita
15 Agustus 2026 10:08
Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe
Dari Kaltim ke Maroko, Dua Hafidz Ini Wakili Indonesia di MTQ Internasional
Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah
Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4 di Hari Pemberian Pengakuan Klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan

Terbaru

  • Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra
  • PDRM Buru Sindikat Narkoba Terkait Pilot Malaysia yang Ditangkap di Bandara Soetta
  • Mahkamah Konstitusi Prancis Tidak Meloloskan Larangan Media Sosial Bagi Anak
  • Kibarkan Bendera Palestina, Ratusan Warga Yunani Hadang Kapal Pesiar Wisatawan ‘Israel’
  • 70 Ribu Warga Palestina Hadiri Shalat Jumat di Masjidil Aqsha, Ribuan Datang Sejak Subuh
  • Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
  • Ratusan Pemukim ‘Israel’ Nodai Masjidil Aqsha, Lakukan Ritual Yahudi
  • ‘Israel’ Kembali Langgar Gencatan Senjata, Bunuh Kepala Polisi Gaza
  • Lima Strategi PBNU untuk Wujudkan Pesantren Aman
  • RMI PBNU: Jangan Tutup-tutupi Kekerasan di Pesantren

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?