Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Din: Sistem Dunia Terlalu Berwajah Antroposentris, Kurang Teosentris

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 14 November 2017 06:32 6:32 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 14 November 2017 06:32
Bagikan
Din Syamsuddin (kanan) pada acara penunjukan dirinya sebagai Utusan Khusus Presiden dalam bidang dialog dan kerja sama antaragama serta peradaban oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/10/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban, Prof Din Syamsuddin, menjadi pembicara pada The 9th World Chinese Economic Summit (Pertemuan Puncak Ekonomi China) di Hongkong, Senin (13/11/2017). Pertemuan puncak tersebut merupakan agenda tahunan para Tionghoa diaspora dari seluruh dunia.

Pertemuan ke-9 di Hongkong, 13-14 November 2017, dihadiri sekitar 350-an Tionghoa diaspora, yang mayoritas terdiri dari pengusaha.

Pertemuan kali ini mengangkat tema “Managing Global Uncertainty, Exploring Opportunities” atau “Mengelola Ketakpastian Dunia, Mengungkap Peluang-peluang”.

Din Syamsuddin, yang diundang dalam kapasitas sebagai Utusan Khusus Presiden, mendapat giliran menjadi salah seorang panelis pada Sesi Pertama tentang Amerika Serikat, China, dan Optimisme Menghadapi Ketakpastian Dunia.

Dalam presentasinya Din mengatakan, memang dunia tengah menghadapi bukan hanya ketakpastian, tapi juga kekacauan dan kerusakan akumulatif.

Baca Juga

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Baca juga: Din: China hanya Melanjutkan Perilaku Hegemonik AS

Menurutnya, hal ini sebenarnya berpangkal pada Sistem Dunia (World System) yang rancu. Kerancuan itu, tandas Din, menurunkan sub-sub sistem dalam bidang ekonomi, politik, dan budaya yang juga mengandung kerancuan.

Solusi terhadap kerusakan peradaban dunia tersebut, menurut Din, adalah dengan mengubah Sistem Dunia itu sendiri.

“Selama ini Sistem Dunia terlalu berwajah antroposentris (menjadikan manusia sebagai pusat kesadaran), dan kurang berwajah teosentris (Tuhan sebagai pusat kesadaran),” sebutnya sebagaimana siaran pers diterima hidayatullah.com, Senin.

Akibatnya, lanjut Din, peradaban dunia kering-kerontang dari nilai-nilai etika dan moral.

Sedangkan dalam bidang ekonomi, terjadi yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Lalu kemudian menciptakan kesenjangan serta ketakadilan.

Dalam bidang politik, masih kata Din, terjadi proses zero sum game, yakni kecenderungan saling menafikan dan mendominasi yang sering menimbulkan konflik.

“Begitu pula dalam bidang budaya merajalela budaya liberal dan hedonis,” imbuhnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AntroposentrisChina diasporaDin SyamsuddinHongkongkrisis globalmanusiaPertemuan Puncak Ekonomi Chinapusat kesadarantantangan globalTeosentrisThe 9th World Chinese Economic SummitTionghoa diasporatuhanutusan khusus presidenUtusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 40 Tahun Shalat Berjama’ah di Shaf Terdepan
Tulisan selanjutnya PGI: Dengan Putusan MK, Yahudi dan Bahai Dapat Menuliskan Agamanya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun

Berita
27 Agustus 2026 15:03
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Terbaru

  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

31 Agustus 2026 21:38
Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

31 Agustus 2026 21:23
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?