Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Banyak Utang Raksasa Properti China Evergrande Minta Perlindungan Kebangkrutan di Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Agustus 2023 10:49 10:49 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Agustus 2023 10:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Perusahaan properti raksasa asal China Evergrande meminta perlindungan kebangkrutan di Amerika Serikat sementara krisis real estate di Tiongkok semakin parah.

Perlindungan tersebut akan memungkinkan perusahaan yang terlilit utang selangit itu melindungi aset-asetnya di Amerika Serikat sementara mereka mengupayakan kesepakatan miliaran dolar dengan para krediturnya.

Evergrande gagal membayar utangnya yang sangat besar pada tahun 2021, yang menimbulkan efek kejut di pasar keuangan global.

China Evergrande Group membuat pengajuan perlindungan kebangkrutan Chapter 15 di pengadilan New York pada hari Kamis (17/8/2023), lansir BBC.

Chapter 15 melindungi aset perusahaan asing yang berada di Amerika Serikat di saat mereka berusaha untuk merestrukturisasi utangnya.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Dengan utang yang diperkirakan berjumlah lebih dari $300 miliar (£235 miliar), Evergrande merupakan pengembang properti yang paling banyak berutang di dunia.

Perdagangan sahamnya telah ditangguhkan sejak Maret 2022.

Pekan lalu, raksasa properti China lainnya, Country Garden, memperingatkan bahwa mereka kemungkinan akan mengalami kerugian hingga $7,6 miliar untuk enam bulan pertama tahun ini.

Beberapa perusahaan terbesar di pasar real estat China sedang berjuang mencari uang untuk menyelesaikan pembangunan proyek-proyek mereka.

“Kunci dari masalah ini adalah menuntaskan proyek-proyek yang belum selesai karena ini setidaknya akan menjaga roda keuangan berputar,” kata Steven Cochrane dari firma riset ekonomi Moody’s Analytics.

Dia menambahkan bahwa banyak rumah di China dijual sebelum dibangun, tetapi apabila pekerjaan konstruksi berhenti, pembeli tidak lagi mau melakukan pembayaran angsuran, sehingga akan menambah beban pada keuangan pihak pengembang.

Awal bulan ini, Beijing mengatakan perekonomian China telah tergelincir ke dalam deflasi karena harga-harga konsumen turun pada Juli untuk pertama kalinya dalam kurun lebih dari dua tahun.

Data resmi menunjukkan ekspor turun 14,5% pada Juli dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sementara impor turun 12,4%.

Awal pekan ini, bank sentral China secara tak terduga memangkas suku bunga utama untuk kedua kalinya dalam tiga bulan, dalam upaya untuk mendongkrak perekonomian.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaEvergrandeHeadlinekebangkrutanPropertiutang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Separuh Pegawai Negeri DKI Jakarta akan Bekerja di Rumah Mulai 21 Agustus
Tulisan selanjutnya FIDE Larang Transgender Ikut Pertandingan Catur Wanita

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?