Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Gereja Katolik Swiss Ternyata Sembunyikan Kasus Pelecehan Seksual Anak

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 13 September 2023 15:23 3:23 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 13 September 2023 15:00
Bagikan
Sebuah plakat menampakkan gambar mantan Uskup Agung Munich dan Freising Joseph Ratzinger (kiri), Uskup Agung Munich saat ini dan kardinal Freising Reinhard Marx (tengah) dan uskup agung Cologne, kardinal Rainer Maria Woelki (kanan), selama demonstrasi di depan konferensi pers tentang laporan pelecehan seks anak di Keuskupan Agung Munich-Freising, pada 20 Januari 2022 di Munich, Jerman selatan. (Foto AFP)
Bagikan

Studi yang dilakukan selama setahun oleh para sejarawan ini mengidentifikasi 921 korban sejak tahun 1950, dengan sebagian besar kasus tidak dilaporkan atau dokumen-dokumen terkait sengaja dihancurkan.

Daftar isi
  • Korban anak-anak
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hidayatullah.com – Sebuah studi tentang pelecehan seksual di Gereja Katolik Swiss telah mengidentifikasi hampir seribu korban dan upaya-upaya luas untuk menutupi pelecehan tersebut. Para peneliti di Universitas Zurich bahkan memperingatkan bahwa ini hanyalah “puncak gunung es”.

Penyelidikan yang dilakukan selama setahun oleh para sejarawan, yang ditugaskan oleh otoritas Gereja, mengidentifikasi 921 korban sejak tahun 1950 dan menemukan bahwa sebagian besar kasus tidak dilaporkan atau dokumen-dokumen yang berisi informasi pelecehan dihancurkan.

Para peneliti menemukan bahwa “para pemimpin Gereja mengabaikan, menyembunyikan atau meminimalkan sebagian besar kasus pelecehan seksual yang dianalisis hingga tahun 2000-an”.

“Ketika mereka dipaksa untuk bertindak, mereka sering melakukannya bukan dengan berfokus pada orang-orang yang bersangkutan, tetapi untuk melindungi para pelaku, lembaga atau posisi mereka”, kata laporan itu pada hari Selasa.

Baca Juga

Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan
Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia
Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada

Penelitian yang akan diselesaikan dengan kampanye penelitian selama tiga tahun ini muncul setelah upaya serupa untuk mengungkap pelecehan klerus di bagian lain dunia.

“Tidak diragukan lagi, ini hanyalah puncak gunung es,” kata Profesor Marietta Meier, yang memimpin penelitian ini bersama rekannya Monika Dommann.

Korban anak-anak

Menurut temuan awal, 74 persen korban adalah anak-anak, sementara total 510 orang, hampir semuanya laki-laki, terbukti melakukan pelecehan.

Lebih dari separuh korban adalah laki-laki dan hampir 40 persennya adalah perempuan, demikian hasil penelitian tersebut.

“Masalah ini telah menyibukkan kami sejak lama dan kami merasa tertekan dan malu karenanya,” kata Renata Asal-Steger, presiden Konferensi Pusat Katolik Roma Swiss, dalam sebuah konferensi pers.

“Kami telah melewatkan intinya, kami memberikan banyak alasan dan tindakan kami tidak sesuai dengan apa yang menjadi hak para korban,” tambahnya.

Asal-Steger menekankan bahwa “ini adalah hari yang penting bagi Gereja Katolik Roma di Swiss”.

“Meskipun tindakan-tindakan kejam dan kegagalan yang tak terhitung jumlahnya di dalam jajaran tiga organisasi nasional Gereja Katolik akan terungkap hari ini, kami tetap bersyukur.”

Para uskup Swiss mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka telah membuka penyelidikan awal atas tuduhan adanya penutupan pelecehan seksual di dalam Gereja.

Penyelidikan itu dibentuk menyusul “tuduhan yang dibuat terhadap beberapa anggota Konferensi Waligereja Swiss yang sudah pensiun dan yang masih aktif serta anggota klerus lainnya dalam penanganan kasus pelecehan seksual”, kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gereja katolikHeadlinekekerasan seksualpelecehan seksualswiss
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sentil Mahfud MD, PP Muhammadiyah Sebut Penggusuran Masyarakat Rempang Bukti Gagalnya Negara Melaksanakan Mandat Konstitusi
Tulisan selanjutnya (Video) 25 Persen Kota di Libya Hancur, Lebih 10 Ribu Orang Hilang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

BeritaNone

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial

Berita None
17 Juni 2026 12:31
Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan
Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh

Terbaru

  • Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan
  • Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia
  • Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
  • Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT

18 Juni 2026 16:30
Berita

AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum

18 Juni 2026 15:53
Berita

AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran

18 Juni 2026 14:41
Berita

Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang

18 Juni 2026 05:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?