Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Argentina Berencana Gunakan AI untuk Memprediksi Kejahatan yang akan Terjadi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Agustus 2024 08:31 8:31 am
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Agustus 2024 08:31
Bagikan
lustrasi. (Foto: rawpixel.com/Freepik/Creative Commons)
Bagikan

Hidayatullah.com– Pihak keamanan Argentina mengumumkan rencana untuk menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi kejahatan yang akan datang.

Presiden Javier Milei pekan ini mendirikan Artificial Intelligence Applied to Security Unit, yang menurut legislasinya akan menggunakan  “mesin-pembelajar algoritma untuk menganalisis data kejahatan historis untuk memprediksi kejahatan di masa depan”. Selain itu perangkat lunak pengenalan wajah juga akan dipakai untuk mengidentifikasi “buronan”, mengawasi media sosial, serta menganalisis hasil tangkapan kamera pengawas real-time untuk mendeteksi aktivitas-aktivitas mencurigakan, lansir The Guardian Kamis (1/8/2024).

Milei, seorang libertarian sayap kanan, naik ke puncak kekuasaan akhir tahun lalu dan berjanji akan menangani kriminalitas dengan sangat tegas. Patricia Bullrich yang diangkat Milei untuk menduduki kursi menteri keamanan dikabarkan akan meniru model penjara kontroversial di negara tetangga El Salvador. 

Sebuah sumber dari Kementerian Keamanan mengatakan bahwa unit baru tersebut akan bekerja berdasarkan kerangka legislatif saat ini, termasuk Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi. Ia menambahkan bahwa kementerian akan berkonsentrasi dalam penerapan AI, analisis data, dan pembelajaran mesin guna mengidentifikasi pola dan tren kriminal di database kementerian keamanan.

Amnesty International memperingatkan bahwa langkah ini akan melanggar hak asasi manusia.

Baca Juga

Ormas Islam Tolak Kehadiran PM India ke Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim
RUU LGBT Berpeluang Dibahas DPR, Marwan: Mereka Harus Disembuhkan
Bakomubin Tolak Normalisasi dan Legalisasi LGBT di Indonesia
PUI Dukung Perpres 111/2025 Soal LGBT, Ketahanan Keluarga Penting bagi Pertahanan Nasional
Ratusan Ribu Orang Padati Teheran, Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

“Pengawasan skala besar mempengaruhi kebebasan berekspresi karena hal ini mendorong orang untuk melakukan sensor diri atau menahan diri untuk tidak menyampaikan ide atau kritik jika mereka merasa bahwa semua yang mereka komentari, tulis atau terbitkan dipantau oleh pasukan keamanan,” kata Mariela Belski, direktur eksekutif Amnesty International Argentina.

Sementara itu, Argentine Center for Studies on Freedom of Expression and Access to Information mengatakan teknologi semacam itu secara historis digunakan untuk “memprofil akademisi, jurnalis, politisi dan aktivis,” yang, tanpa pengawasan, akan melanggar privasi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Utang Banyak Perusahaan Mitra Komite Olimpiade Internasional Rugi Besar
Tulisan selanjutnya PM Malaysia Dibuat Berang, Unggahannya Soal Ismail Haniyah Dihapus Facebook

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ormas Islam Tolak Kehadiran PM India ke Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim

Berita
6 Juli 2026 20:46
Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran
Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Amerika dan Perang Salib Baru?

Terbaru

  • Ormas Islam Tolak Kehadiran PM India ke Indonesia, Soroti Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim
  • RUU LGBT Berpeluang Dibahas DPR, Marwan: Mereka Harus Disembuhkan
  • Bakomubin Tolak Normalisasi dan Legalisasi LGBT di Indonesia
  • Hubungan Agama dan Sains
  • PUI Dukung Perpres 111/2025 Soal LGBT, Ketahanan Keluarga Penting bagi Pertahanan Nasional
  • Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
  • Ratusan Ribu Orang Padati Teheran, Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
  • Laporan: Israel Akan Bebastugaskan 10.000 Tentara Cadangan karena Krisis Anggaran
  • Amerika dan Perang Salib Baru?
  • Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Laporan: Israel Akan Bebastugaskan 10.000 Tentara Cadangan karena Krisis Anggaran

6 Juli 2026 10:44
Berita

Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei

5 Juli 2026 14:58
Berita

Euthanasia Mencakup Hampir 6 Persen Kematian di Belanda

5 Juli 2026 14:14
Berita

UNESCO Mengakui Dondang Sayang hingga Silat sebagai Warisan Budaya Malaysia

5 Juli 2026 13:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?