Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Sheikh Hasina Ikon Demokrasi Putri Pendiri Bangladesh yang Diusir Rakyatnya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Agustus 2024 19:03 7:03 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Agustus 2024 18:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina Wazed telah mengundurkan diri dan melarikan diri ke luar negeri setelah aksi protes mahasiswa yang berlangsung selama berpekan-pekan berubah menjadi kemarahan rakyat terhadap pemerintahannya.

Hari Senin (5/8/2024) politisi wanita berusia 76 tahun itu pergi menuju India dengan helikopter militer, sementara ribuan massa yang marah menyerbu kediaman resminya di ibu kota Dhaka.

Ini merupakan akhir yang tidak terbayangkan dari kekuasaan perdana menteri Bangladesh yang memerintah paling lama itu, yang menduduki kursi PM total selama lebih dari 20 tahun.

Dianggap berhasil memajukan perekonomian negara beberapa tahun terakhir, Hasina memulai karir politiknya sebagai ikon demokrasi.

Namun, beberapa tahun terakhir masa kekuasaannya, di justru dianggap semakin otoriter dan membungkam suara-suara yang berseberangan dengan kepentingannya.

Baca Juga

Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan
Menara Shahi Masjid Ujjain Roboh Saat Dibongkar, Warga Muslim Pertanyakan Prosesnya
Singapura Perketat Aturan Kelas Pelajaran Agama Islam
Kopilot Pelaku Serangan di Pesawat Flydubai Tujuan Tel Aviv Pernah Dilarang Terbang di Oman

Penangkapan bermotif politik, penghilangan paksa, pembunuhan di luar hukum dan berbagai macam pelanggaran lain bermunculan di masa pemerintahannya.

Pada bulan Januari dia memenangkan pemilu untuk jabatan PM periode ke empat – yang belum pernah terjadi sebelumnya di Bangladesh. Namun, pemilu itu dikecam oleh sebagian pihak terutama oposisi, yang memboikotnya karena dianggap penuh dengan penipuan dan pemalsuan.

Dilahirkan dari keluarga Muslim di Bengal Timur pada 1947. Hasina memiliki darah politik dari orangtuanya. Ayahnya merupakan aktivis nasionalis Bengal Sheikh Mujibur Rahman dan ibunya Begum Fazilatunnesa Mujib. Dia memiliki garis keturunan Arab Iraq melalui kedua orangtuanya. Klan keluarganya merupakan keturunan langsung pendakwah Islam Sheikh Abdul Awal Darwish al-Baghdadi, yang tiba di Bengal pada era Mughal yang terakhir. Sheikh Mujibur Rahman dikenal sebagai “Bapak Bangsa” Bangladesh yang memimpin negara itu melepaskan diri dari Pakistan dan menjadi negara independen pada 1971 dan menjadi presiden pertama Bangladesh.

Kala itu Hasina sudah memiliki reputasi sebagai seorang tokoh mahasiswa di Universitas Dhaka.

Ayah Hasina dibunuh, berikut ibu dan ketiga saudara lelakinya dalam kudeta militer pada Agustus 1975. Hasina – anak tertua Sheikh Mujibur Rahman – dan suaminya Wazed, serta adik perempuan satu-satunya Sheikh Rehana, beruntung sedang berkunjung ke Eropa ketika pembantaian itu terjadi. Mereka kemudian mencari perlindungan di Kedutaan Besar Bangladesh di Jerman Barat. 

Setelah hidup dalam pengasingan di India, Hasina kembali ke Bangladesh pada 1981 dan menjadi pemimpin partai politik yang dulu menaungi ayahnya, Liga Awami. 

Dia rajin mengikuti aksi-aksi pro-demokrasi bersama anggota dari partai-partai politik lain semasa pemerintahan otoriter militer pimpinan Jenderal Hussain Muhammed Ershad. Nama Hasina melambung menjadi ikon demokrasi Bangladesh bersama dengan maraknya aksi demonstrasi rakyat. 

Sheikh Hasina pertama kali naik ke podium kekuasaan pada 1996. Dia dianggap berjasa telah mencapai kesepakatan pembagian air dengan India dan membuat perjanjian damai dengan kelompok-kelompok suku pemberontak di bagian tenggara Bangladesh.

Namun, pada saat yang sama, pemerintahannya dikritik karena diliputi banyak skandal korupsi, kolusi dan nepotisme, dan karena tunduk kepada India.

Dia kemudian pecah kongsi dengan sekutu politiknya Begum Khaleda Zia dari Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) pada 2001.

Sebagai pewaris dinasti politik, kedua wanita itu mendominasi politik Bangladesh selama lebih dari tiga puluh tahun, dan keduanya dijuluki sebagai “battling begums“. Begum merupakan gelar kehormatan bagi wanita dari kalangan terpandang, biasa dipakai oleh kalangan Muslim di kawasan Asia Tengah dan Asia Selatan.

Para pengamat mengatakan, perseteruan politik kedua wanita itu menjadikan kasus-kasus bus meledak akibat bom, penghilangan paksa dan pembunuhan di luar hukum kerap terjadi di Bangladesh.

Hasina kemudian kembali ke kekuasaan pada 2009, lewat pemilu yang digelar oleh pemerintahan sementara kala itu.

Hasina berkali-kali luput dari percobaan pembunuhan, termasuk salah satunya yang terjadi pada tahun 2004 yang membuat telinganya tidak dapat mendengar dengan baik. Dia juga berkali-kali lolos dari tuduhan korupsi.

Hasina sejak lama dituduh bersikap otoriter dan represif terhadap lawan-lawan politik, para pengkritik dan media – perubahan yang luar biasa bagi seorang pemimpin yang dulu pernah memperjuangkan demokrasi multipartai.

Kelompok-kelompok HAM memperkirakan setidaknya ada 600 kasus penghilangan paksa, dan ratusan lainnya menjadi sasaran pembunuhan di luar hukum, sejak Hasina kembali menjabat perdana menteri pada tahun 2009.

Hasina dan pemerintahannya juga dituduh sengaja mempidanakan orang-orang seperti ekonom dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Muhammad Yunus. Ahli ekonomi yang memperjuangkan kesejahteraan rakyat miskin itu dipenjara awal tahun ini dan menghadapi lebih dari 100 dakwaan, dalam kasus-kasus yang menurut para pendukungnya bermotif politik.

Menjelang pemilihan umum tahun ini, yang kemudian secara “tidak mengejutkan “ dimenangkan Hasina dan partainya, banyak pemimpin senior parati oposisi BNP ditangkap, bersama dengan ribuan pendukungnya menyusul protes anti-pemerintah.

Pemerintahan Hasina senantiasa menolak kedatangan jurnalis asing yang berusaha mencari tahu berbagai dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Bangladesh.

Wanita putri dari pejuang kemerdekaan dan ikon demokrasi Bangladesh itu sekarang terpaksa mengakhiri masa pemerintahannya karena diusir rakyat, yang muak dengan kesewenang-wenangannya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BangladeshSheikh Hasina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banyak Kritik, Pemerintah: Alat Kontrasepsi dalam PP Turunan UU Kesehatan untuk Remaja yang Menikah
Tulisan selanjutnya MUI Fatwa Haram, Pemerintah Tetap akan Lanjutkan Dana Haji dalam Investasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar

Berita
29 September 2026 19:17
“Jihad Korporat”, Babak Baru Serangan Politikus India terhadap Muslim
Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
Kopilot Pelaku Serangan di Pesawat Flydubai Tujuan Tel Aviv Pernah Dilarang Terbang di Oman
Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid

Terbaru

  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan
  • Bulldozer, Masjid, dan Bayang-Bayang Israel di India
  • Menara Shahi Masjid Ujjain Roboh Saat Dibongkar, Warga Muslim Pertanyakan Prosesnya
  • Singapura Perketat Aturan Kelas Pelajaran Agama Islam
  • Kopilot Pelaku Serangan di Pesawat Flydubai Tujuan Tel Aviv Pernah Dilarang Terbang di Oman
  • Amerika Jatuhkan Sanksi atas Jaringan Pendanaan Hamas
  • “Jihad Korporat”, Babak Baru Serangan Politikus India terhadap Muslim
  • Iraq Dapat Pengecualian dari Sanksi Amerika Terkait Penerbangan Iran dari dan ke Najaf
  • Houthi Menarget Gardu Listrik Masjid Nabawi, Kata Koalisi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Jatuhkan Sanksi atas Jaringan Pendanaan Hamas

3 Oktober 2026 16:06
Berita

Iraq Dapat Pengecualian dari Sanksi Amerika Terkait Penerbangan Iran dari dan ke Najaf

3 Oktober 2026 10:32
Berita

Houthi Menarget Gardu Listrik Masjid Nabawi, Kata Koalisi

3 Oktober 2026 10:17
Raja Yordania Abdullah II
Berita

Menlu AS Bicarakan Perlucutan Senjata Hizbullah dengan Raja Yordania

3 Oktober 2026 09:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?