Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Erdogan Menolak Rencana Donald Trump Lakukan Pembersihan Etnis dan “Memiliki Gaza”

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Februari 2025 09:19 9:19 am
Ahmad
Dipublikasikan 12 Februari 2025 09:18
Bagikan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan tegas menolak rencana Donald Trump untuk melakukan pembersihan etnis dan “memiliki Gaza.” Ia menilai, rencana tidak masuk akal ini tidak lain akibat tekanan kelompok lobi Yahudi.

“Usulan yang diajukan oleh pemerintahan baru Amerika mengenai Gaza dengan tekanan dari kelompok lobi Zionis tidak ada yang layak dipertimbangkan atau didiskusikan,” kata Erdogan dalam sebuah konferensi pers di Bandara Istanbul sebelum terbang ke Malaysia.

Rencana Trump mengusulkan untuk mengubah Gaza menjadi apa yang ia gambarkan sebagai “Riviera Timur Tengah.”

Berdasarkan rencana tersebut, warga Palestina yang terusir pertama-tama akan dipindahkan ke Yordania, Mesir, dan negara-negara Arab lainnya, dengan beberapa akhirnya menetap di daerah yang baru dikembangkan itu.

Netanyahu telah menyuarakan dukungannya terhadap usulan tersebut, menyebutnya sebagai “ide bagus pertama” yang pernah didengarnya mengenai masa depan kawasan tersebut.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Trump melontarkan gagasan AS untuk memiliki daerah kantong Palestina itu minggu lalu dalam sebuah konferensi pers bersama Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu.

Ia menegaskan kembali seruannya sebelumnya untuk merelokasi warga Palestina ke luar Gaza, mengalihkan beban ke negara-negara tetangga.

Berbicara kepada wartawan pada hari Ahad, Erdogan menyatakan penolakan tegas Ankara terhadap rencana apa pun yang akan mengusir penduduk Palestina secara paksa dari tanah air mereka.

Erdogan menggambarkan gagasan tersebut sebagai “benar-benar sia-sia.” “Tidak seorang pun memiliki kekuatan untuk mengusir penduduk Gaza dari tanah air abadi mereka yang telah ada selama ribuan tahun. Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem (Baitul Maqdis) Timur adalah milik Palestina,” katanya.

Turki telah menjadi salah satu pengkritik Zionis ‘Israel’ yang paling vokal selama konflik Gaza. Pada bulan Mei, Erdogan memutuskan hubungan dagang dengan negara Yahudi tersebut sebagai tanggapan atas perang tersebut, yang secara konsisten ia bandingkan dengan Holocaust.

Inisiatif Trump telah ditentang keras oleh para pemain regional utama, dengan Yordania, Mesir, Liga Arab, OKI bahkan Hamas . Kekuatan global, termasuk Jerman, Prancis, Brasil, Rusia, dan Tiongkok, juga mengutuk usulan pemindahan tersebut.

Para penentang rencana tersebut berpendapat bahwa pemindahan paksa akan melanggar hukum internasional, dengan kelompok-kelompok hak asasi manusia menyebutnya sebagai “pembersihan etnis.”

Meskipun mendapat kritik, Trump dilaporkan terus maju dengan perundingan diplomatik, mencari masukan dari para pemimpin Arab untuk menyempurnakan pendekatannya.

Presiden ‘Israel’ Isaac Herzog mengatakan kepada Fox News pada hari Ahad bahwa presiden AS akan bertemu dengan para pemimpin Arab utama, termasuk raja Yordania, presiden Mesir, dan kemungkinan putra mahkota Arab Saudi, untuk merundingkan relokasi warga Palestina.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi sebelumnya menolak keras usulan tersebut, dengan alasan bahwa warga Palestina adalah pemilik sah tanah mereka, bukan “penyusup” atau “imigran” yang dapat diusir atas keinginan “penjajah ‘Israel'”.

Erdogan juga memuji kelompok perlawanan Palestina, Hamas, karena memenuhi janji dalam pertukaran tawanan dengan ”Israel”, meski rezim Zionis berupaya menggagalkan pertukaran itu.

Terkait situasi di Suriah, Presiden Turki itu mengatakan dirinya berharap negara itu mencapai stabilitas dan kedamaian di bawah kepemimpinan Presiden Ahmad al Sharaa.

Tidak ada tempat bagi kelompok-kelompok teroris di Suriah, kata Erdogan, seraya mengungkapkan keyakinan bahwa Presiden al Sharaa akan berjuang melawan mereka.*/aa, skyn

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Donald TrumpHeadlineJalur GazaLobi Yahudipembersihan etnisPresiden TurkiRecep Tayyip Erdogan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pelecehan seksual Paus Fransiskus Kecam Kebijakan Deportasi Migran Presiden Trump
Tulisan selanjutnya Ini Tanggapan MUI dan Muhammadiyah Soal Gua Safarwadi Bisa Tembus Makkah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

18 Juli 2026 10:12
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?