Hidayatullah.com–Yahudi memang sedang mendominasi dunia, tetapi orang Islam akan dapat mengalahkan nya melalui penggunaan otak seperti halnya otot, demikian disampaikan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad selaku ketua sidang Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Konferensi Islam (KTT-OKI) ke-10 di Putrajaya, Malaysia, Kamis, (16/10) kemarin.
Mahathir yang dikabarkan akan segera berakhir menjelang turun dari tahta kepempinannya, Mahathir menceritakan kepada pertemuan puncak KTT OKI di Putrajata, mengatakan, bahwa orang Islam bisa memanfaatkan apa yang ia sebut sebagai meningkatnya keangkuhan orang-orang Yahudi.
“Orang Eropa membunuh enam juta warga Yahudi hingga lebih dari 12 juta. Tetapi hari ini bangsa Yahudi telah mengatur dunia. Mereka bahkan berjuang hingga mati untuk dirinya sendiri,” ujar Mahathir, yang dikabarkan agan segera mengundurkan diri pada akhir bulan ini setelah memimpin negeri itu selama tidak kurang 22 tahun.
Mahathir juga menambahkan, bahwa “13 milyar orang Islam tidak bisa dikalahkan oleh beberapa juta Yahudi.”
Karena itu, Mahathir menghimbau orang Islam untuk menandingi tekanan dan kominiasi Yahudi, sebab bagaimanapun, katanya, bangsa Yahudi telah mampu hidup selama 2000 tahun dari rencana pembunuhan bukan dengan pembalasan, tetapi dengan berfikir”.
“Kita tidak bisa berkelahi dengan mereka melalui otot, kita harus menggunakan otak kita juga,” ia katanya.
“Masyarakat Islam menjadi marah dan orang-orang Yahudi telah menjadi angkuh, dan orang-orang angkuh seperti orang-orang marah akan membuat kekeliruan, akan melupakan untuk berpikir,” tambahnya.
Lebih jauh Mahathir juga mengatakan, Islam kini tengah terhimpit terhimpit kemalangan, dan sikap hinaaan. Tak hanya terjadi apa yang ada di Palestina, tetapi apa yang dilakukan Barat dengan apa yang disebutnya AS sebagai tindakan perang melawan terorisme yang dianggap sebagai kepura-puraan untuk suatu peperangan melawan Islam.
Pertemuan puncak ini setidaknya dihadiri tidak kurang dari 30 kepala pemerintahan di negara-negara yang mayoritas berpenduduk Islam.
Emir Qatar, Syekh Hamad bin Khalifa al-Thani, dalam sebuah pidato peyerahan jabatan ketua dari 57 anggota organisasi itu ke tangan Mahathir, mengatakan, negara-negara Islam mendukung perang melawan terhadap teror, tetapi menolak usaha untuk menghubungkan terorisme dengan agama mereka.
OKI merupakan organisasi internasional yang didirikan di Rabat, Maroko, 25 September 1969 untuk mengumpulkan bersama sumber daya dunia Islam dalam mempromosikan kepentingan mereka dan mengkonsolidasi segenap upaya negara tersebut untuk berbicara dalam satu bahasa yang sama guna memajukan perdamaian dan keamanan dunia Muslim.
Kini OKI memiliki 57 anggota serta sejumlah negara pengamat, antara lain Bosnia Herzegovina, Republik Afrika Tengah, Pantai Gading dan Thailand dengan tujuan mengamankan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Muslim di seluruh dunia secara berkelanjutan. Tujuan utama OKI adalah memperkokoh solidaritas Islam di antara negara anggota, memperkuat kerjasama dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan ilmu pengetahuan serta teknologi. (afp/cha)