Hidayatullah.com–Sementara itu, Ibu kota Afghanistan, Kabul pagi ini waktu setempat mengalami serangan dua kali peluru roket, salah satu peluru mengenakan sebuah rumah penduduk di pusat kota , tapi tidak mengakibatkan korban tewas atau luka-luka.
Direktur Kantor kepolisian Kabul menganggap, peristiwa serangan itu dilancarkan oleh sisa-sisa elemen bekas rezim Taliban Afghanistan atau Organisasi Al Qaeda, dengan tujuan menyabot Sidang Loya Jirgha Afghanistan yang sedang diselenggarakan di Kabul.
Sidang Loya Jirgha Afghanistan di bawah kendali Amerika Serikat (AS) berencana akan menyusun Undang-undang Dasar baru untuk Pemilihan Umum itu dibuka pada tanggal 14 lalu di Kabul.
Sebelumnya, beberpa mujahid Islam, termasuk Taliban berkali-kali mengancam akan mencetuskan serangan selama sidang.
Tanggal 16 malam, Kabul berturut-turut mengalami serangan tiga buah peluru roket, salah satu peluru mengenai sebuah rumah di dekat kota Kabul, tapi tidak menimbulkan korban tewas atau luka-luka.
Setelah menyerang Afghanistan, Amerika Serikat (AS) memanfaatkan para pelarian politik Afghan diluar negeri guna merubah wajah pemerintahan Islam yang diinginkan oleh rakyatnya sendiri terutama melaui pihak berkuasa, Taliban. (CRI/cha)